Evakuasi warga sipil Homs dimulai

Sumber gambar, Reuters
Operasi untuk mengevakuasi warga sipil dari kota Homs -yang selama setahun lebih dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah- sudah dimulai.
Wartawan BBC di kota itu melaporkan enam bus yang didampingi tiga kendaraan PBB dan ambulans Sabit Merah sudah memasuki daerah yang selama ini dikuasai pasukan pemberontak.
Konvoi itu membawa perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia ke luar dari kota yang sebagian sudah porak poranda.
<link type="page"><caption> Kesepakatan gencatan senjata kedua belah pihak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140126_suriah_homs.shtml" platform="highweb"/></link> yang memungkinkan masuknya bantuan ini dicapai setelah ditengahi oleh PBB, Sabtu (06/02) pekan lalu.
Sekitar 2.500 warga sipil terperangkap di kota itu bersama dengan ratusan anggota kelompok pemberontak.
Homs merupakan salah satu kota yang menderita karena pertempuran berat antara pasukan pemerintah dengan kelompok pemberontak sejak maraknya perlawanan atas pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
PBB memperkirakan lebih dari 100.000 orang tewas sejak konflik <link type="page"><caption> Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/></link> marak lebih dari tiga tahun lalu.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters
Dalam perkembangan lain, pemerintah Suriah mengumumkan akan berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai di Jenewa pekan depan.
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Muqdad, mengatakan delegasi pemerintah ikut serta dalam konfrensi yang merupakan tindak lanjut pertemuan bulan lalu.









