Suriah diminta bebaskan tawanan perempuan dan anak-anak

Sumber gambar, AFP
Sekitar 2.500 perempuan dan anak-anak sekarang ditahan di sejumlah penjara pemerintah Suriah, kata oposisi.
Dalam kelanjutan perundingan perdamaian Suriah antara pemerintah dan kubu oposisi di Jenewa, Minggu, 26 Januari, delegasi oposisi menuntut agar tawanan perempuan dan anak-anak segera dibebaskan.
Dalam konferensi, kubu oposisi menyerahkan daftar 47.000 tahanan yang diduga telah diciduk oleh aparat pemerintah.
Seorang anggota delegasi Koalisi Nasional Suriah, Monzer Akbik, mengatakan banyak warga menderita karena anggota keluarga mereka diculik.
"Hari ini kami berusaha mengakhiri mimpi buruk negara kami. Terdapat ribuan keluarga yang ingin tahu di mana anggota keluarga tercinta, anak-anak, putra, istri, ayah, saudara laki-laki dan saudara perempuan mereka," kata Akbik.
"Mereka telah diculik oleh polisi rezim dan mereka tidak mengetahui keberadaan anggota keluarga mereka," tambahnya.
Dalam perundingan tatap muka pertama pada Sabtu kemarin, kedua delegasi membicarakan rute-rute aman untuk pengiriman bantuan ke sebagian wilayah kota Homs yang terkepung.
Penengah PBB, <link type="page"><caption> Lakhdar Brahimi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140123_suriah.shtml" platform="highweb"/></link>, menyebut pembahasan ini sebagai permulaan positif meskipun belum dicapai kesepakatan.









