Demonstran Thailand tetap ingin jatuhkan PM

thailand, protest
Keterangan gambar, Polisi Thailand mencabut kawat berduri dan rintangan jalan di depan kantor-kantor pemerintah.

Para pengunjuk rasa Thailand menerobos masuk ke kantor perdana menteri setelah polisi mencabut rintangan jalan dari luar kantor-kantor pemerintah dan polisi.

Suasana di ibukota Bangkok dilaporkan tenang setelah dicabutnya rintangan jalan yang dilakukan menyusul bentrokan akhir pekan lalu dan Senin (02/12).

Namun di tengah mengendurnya ketegangan, pemimpin demonstrasi Suthep Thaugsuban bertekad akan tetap melakukan aksi dan <link type="page"><caption> menggeser Perdana Menteri </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131201_thailand_protes.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Yingluck Shinawatra</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131201_thailand_protes.shtml" platform="highweb"/></link>.

Shinawatra menolak tuntutan para pengunjuk rasa untuk mundur.

Ia mengatakan ia terbuka untuk perundingan namun seruan untuk mengganti pemerintah dengan dewan yang ditunjuk merupakan langkah ilegal dan tidak konstitusional.

Seperti 'karnaval'

Unjuk rasa yang dimulai tanggal 24 November lalu berjalan damai sampai berubah menjadi kekerasan Sabtu lalu.

Pengunjuk rasa
Keterangan gambar, Demonstrasi di depan kantor pemerintah berjalan damai Selasa (03/12).

Para pengunjuk rasa berupaya merusak perintang jalan dan menyerbu kantor perdana menteri.

Polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan meriam air dalam upaya untuk membubarkan demonstran.

Demonstrasi
Keterangan gambar, Suasana berbeda dengan akhir pekan dan Senin (02/12).

Namun wartawan BBC di Bangkok, Jonah Fisher, mengatakan polisi menurunkan kawat berduri dan perintang jalan Selasa (03/12) pagi dan mengumumkan para demonstran diizinkan masuk ke dalam kantor-kantor pemerintah.

Para demonstran membunyikan peluit dan mengibarkan bendera dan suasana seperti layaknya 'karnaval', lapor kantor berita AFP.