Biro penyelidik Thailand dikepung demontran

Demonstran antipemerintah menyebabkan kantor badan penyelidik Thailand terpaksa dievakuasi di hari keempat unjuk rasa.
Pengunjuk rasa yang menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur pawai menuju kantor-kantor pemerintah di luar ibukota Bangkok.
Pemimpin demonstran mengatakan mereka berupaya <link type="page"><caption> menutup berbagai kementerian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131126_thailand_protesters.shtml" platform="highweb"/></link> agar aktivitas terganggu.
Mereka menuduh pemerintah dikontrol oleh kakak perdana menteri, Thaksin Shinawatra.
Unjuk rasa itu dipimpin oleh mantan anggota parlemen dari partai oposisi Demokrat, Suthep Thaugsuban.
Polisi telah mengeluarkan surat penahanan untuk menangkap Thaugsuban.
Tidak akan gunakan kekerasan
Para pengunjuk rasa mulai beraksi hari Minggu lalu dan sejauh ini berhasil menduduki antara lain Kementerian Keuangan, Luar Negeri, dan Dalam Negeri.

"Biarkan massa pergi ke setiap kementerian sehingga pegawai negeri tidak lagi melayani rezim Thaksin," kata Thaugsuban seperti dikutip kantor berita Associated Press.
Ratusan pengunjuk rasa mengepung biro penyelidik Thailand, yang dituduh melakukan penyelidikan yang berpihak kepada pemerintah, kata wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head.

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra -yang mencabut hak khusus bagi pejabat untuk menerapkan jam malam- mengatakan pemerintah tidak akan menggunakan kekerasan terhadap demonstran.
"Ini bukan rezim Thaksin, ini adalah pemerintahan yang terpilih secara demokratis," kata Yingluck di luar gedung parlemen.









