Demonstran Thailand kembali ke jalan

demo Thailand
Keterangan gambar, Jumlah pengunjuk rasa hari Senin (02/12) menurun

Aparat Thailand kembali menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa anti pemerintah yang kembali berusaha membuat barikade di luar gedung-gedung pemerintah di Bangkok.

Markas PBB, serta sejumlah sekolah dan universitas ditutup di tengah seruan aksi mogok kerja di hari kesembilan aksi protes, Senin (02/12).

Pada hari Minggu, polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk mengusir demonstran yang hendak menyerbu kantor pemerintah.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan politik terburuk sejak demonstrasi 2010 yang berujung pada kekerasan.

Massa, yang menginginkan <link type="page"><caption> Perdana Menteri Yingluck Shinawatra</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131201_thailand_protes.shtml" platform="highweb"/></link> untuk mundur, telah menyatakan hari Minggu sebagai "Hari Kemenangan" aksi yang mereka namakan "kudeta rakyat."

Belum berhasil

Sebelumnya, pemimpin demonstrasi antipemerintah di Thailand, Suthep Thaugsuban, mengatakan ia meminta Perdana Menteri Yingluck Shinawatra untuk mundur.

Suthep mengatakan pihaknya tidak akan bersedia berunding selama PM Yingluck masih berkuasa.

Namun, meski sudah terlibat bentrok dengan pasukan keamanan, mereka masih belum berhasil melumpuhkan bangunan-bangunan milik pemerintah atau menyingkirkan Yingluck.

Koresponden BBC mengatakan jumlah pengunjuk rasa lebih rendah dari sebelumnya.

Demonstran garis keras masih berusaha menembus barikade polisi tapi tak berhasil, kata mereka.