Tentara bantu amankan demo Bangkok

Thailand mengerahkan tentaranya untuk mendukung polisi dalam melindungi sejumlah bangunan milik pemerintah di Bangkok dari aksi pendudkkan pelaku unjuk rasa anti pemerintah.
Sejumlah saksi mata mengatrakan gas air mata telah ditembakkan saat pengunjuk rasa mencoba menembus barikade penjagaan yang ditempatkan di luar gedung milik pemerintah.
Sejumlah pegiat telah mengeluarkan ancaman akan memasuki <link type="page"><caption> gedung-gedung penting</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131127_thailand_protest.shtml" platform="highweb"/></link> milik pemerintah termasuk, kantor utama PM Yingluck Shinawatra.
Hari Minggu (1/12) merupakan hari kedelapan dari aksi unjuk rasa yang menuntut Yingluck <link type="page"><caption> turun dari kekuasaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131125_thailand_protest.shtml" platform="highweb"/></link>.
Dalam aksi yang terjadi pada hari Sabtu (30/11) dua orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka.
Saat itu dua kubu baik pemdukung pemerintah maupun penentangnya terlibat bentrok di Bangkok.
Pengunjuk rasa menamai dirinya dengan Gerakan Demokrasi Mayarakat Sipil telah mengumumkan bahwa aksi serangan secara maksimal akan diarahkan ke pusat pemerintahan dengan tujuan mengganti penguasa dengan Dewan Rakyat.
Tidak ingin terlibat
Pengunjuk rasa mengatakan bahwa pemerintahan Yingluck dikendalikan oleh saudaranya, mantan Presiden Thailand di pengasingan, Thaksin Shinawatra.

Wartawan BBC di Bangkok, Jonah Fisher mengatakan pegiat anti pemerintah telah memasuki sejumlah stasiun televisi pemerintah dan mereka tengah bernegosiasi untuk mengambil alih program siaran di televisi itu.
Dia mengatakan situasi di Thailand seperti kondisi yang bersiap terhadap <link type="page"><caption> terjadinya sebuah kudeta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131128_thailand_kudeta.shtml" platform="highweb"/></link>.
Polisi telah mengirimkan permintaan kepada militer untuk membantu penjagaan gedung pemerintah.
Wartawan BBC, Jonathan Head yang berada di Bangkok mengatakan komandan militer enggan terlibat dalam konflik di negara itu tetapi setuju untuk membantu pengamanan di Bangkok.
Mereka juga mengajukan syarat membantu pengawalan namun tidak ingin membawa senjata dan hanya bersedia ditempatakan di belakang barikade polisi.









