Kelompok PM Maliki unggul di pemilu Irak

Koalisi kelompok Syiah yang dipimpin oleh PM Irak Nouri Maliki berhasil mengumpulkan suara terbanyak dalam penghitungan sementara hasil pemilu bulan lalu yang berlangsung di 12 provinisi.
Penghitungan suara saat ini sudah meliputi hasil di tujuh provinsi termasuk di Baghdad.
Sementara itu rival utama Maliki dari kelompk Suni yang didominasi oleh blok Iraqiya dalam penghitungan suara sementara memperoleh hasil yang buruk.
Pengamat mengatakan hasil ini telah memberikan gambaran indikasi dukungan politik dalam pemilu parlemen tahun depan.
Pemilu bulan lalu merupakan pemilu anggota dewan lokal yang pertama digelar sejak pasukan AS meninggalkan negara itu tahun 2011.
Kekerasan yang menyebar di wilayah tersebut telah merusak penyelenggaraan pemilu kali ini.
Ketegangan antara kelompok Suni dan Syiah di Irak masih terhitung tinggi.
Pemilu ditengah kekhawatiran
Belakangan Komunitas Suni Arab mengatakan mereka telah dipinggirkan oleh pemerintahan PM Maliki.
Belasan orang dilaporkan terbunuh karena menjadi sasaran bom yang umumnya menyasar wilayah Suni sementara 14 kandidat anggota parlemen -kebanyakan dari Sunni- dibunuh pada bulan lalu.
Sejumlah tempat pemungutan suara juga menjadi sasaran serangan dan pemerintah telah diminta untuk menunda pemungutan suara di dua wilayah yang didominasi oleh komunitas Suni.
Saat ini hampir 14 juta warga Irak mempunyai hak untuk memilih lebih dari 8000 kandidat yang memperebutkan 378 kursi di Dewan Provinsi.
Pejabat urusan pemilu Irak mengatakan pemilih yang telah memberikan suaranya pada 20 April lalu itu hanya sekitar 50 persen.
Pemilu kali ini memang menjadi tantangan tersendiri ditengah meluasnya kasus kekerasan di Irak sejak AS menarik pasukannya.
Misi PBB di Irak mengatakan bilan April menjadi bulan paling mematikan karena pada periode itu telah terjadi kasus kekerasan yang telah menewaskan 712 orang.









