Al-Qaida akui lakukan pengeboman di Baghdad

Al-Qaida di Irak mengatakan kelompok itu melakukan serangkaian serangan bom di dan di sekitar daerah-daerah yang mayoritas penduduknya Syiah di Baghdad yang menewaskan sekitar 60 orang pada Selasa kemarin (19/03).
Kelompok itu mengatakan pengeboman yang dilakukan bertepatan dengan peringatan 10 tahun invasi pimpinan pasukan Amerika Serikat ke Irak itu hanyalah permulaan.
"Apa yang terjadi pada Selasa hanyalah setitik air hujan, dan tahap pertama. Insya Allah, setelah ini kita akan melakukan balas dendam atas kematian mereka yang telah dieksekusi," pernyataan al-Qaida di Irak melalui situs internet.
<link type="page"><caption> Serangkaian serangam bom</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130319_iraq_bom_baghdad.shtml" platform="highweb"/></link> terjadi di sejumlah daerah berpenduduk Syiah di ibukota Irak dalam rentang waktu satu jam.
Sebagian besar serangan dilancarkan dengan bom mobil dengan sasaran warung-warung makan, buruh harian, halte bus dan pasar.
Kursi kabinet kosong
Serangkaian bom tersebut meledak dalam rentang waktu satu jam.
Perdana Menteri Nouri al-Maliki mengatakan ledakan itu merupakan bagian dari konspirasi untuk merongrong keamanan dan mengganggu proses politik di Irak.
Seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Baghdad, Jim Muir, al-Maliki menuding aparat keamanan di daerah turut terlibat dalam aksi mematikan itu.
"Saat ini ia mengalami krisis politik akut," lapor Muir.
Menyusul pengeboman kemarin, jelasnya, ulama Syiah Moqtada Sadr menarik lima menterinya dari kabinet pimpinan PM Nouri al-Maliki.
Para menteri dari komunitas Kurdi dan Suni sebelumnya juga mengundurkan diri sehingga sekarang terdapat 17 kursi kosong di kabinet.









