Kawasan Syiah di Baghdad diguncang bom

Para pejabat Irak mengatakan sedikitnya 21 orang tewas dalam serangkaian serangan bom mobil di daerah-daerah berpenduduk Syiah di ibukota, Baghdad.
Selain menyebabkan korban tewas, serangan bom pada Selasa (19/03) di Baghdad juga menyebabkan hampir 100 orang luka-luka.
Peristiwa ini bertepatan dengan peringatan 10 tahun invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak yang akhirnya menumbangkan Presiden Saddam Hussein.
Menurut pejabat kepolisian, sebagian besar serangan dilancarkan dengan bom mobil dengan sasaran warung-warung makan, buruh harian, halte bus di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya Syiah.
Serangkaian bom tersebut meledak dalam rentang waktu satu jam.
Salah satu bom meledak di pasar yang ramai pengunjung di Baghdad. Pasar terletak tidak jauh dari zona yang dijaga sangat ketat.
Kelompok bertanggung jawab
Bom lainnya meledak di pangkalan polisi di Baghdad selatan. Serangan dilakukan oleh seorang pengebom bunuh diri dengan mengendarai truk yang penuh bahan peledak.
"Saya menyetir taksi dan tiba-tiba saya merasakan mobil saya terguncang. Asap terlihat di mana-mana. Saya melihat dua jenazah di jalan," kata Al Radi, seorang pengemudi taksi di Sadr City, Baghdad, seperti dikutip kantor berita Reuters.
Sementara itu wartawan BBC di Baghdad, Eleanor Montague, melaporkan ledakan dahsyat terdengar di ibukota Irak dan asap hitam membubung.
Sejauh ini belum ada satu kelompok pun yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom.
Kelompok yang disebut berafiliasi dengan al-Qaida, Negara Islam Irak, sebelumnya melancarkan beberapa serangan dahsyat tahun ini.
Militan Suni juga sering menyerang warga sipil dan pejabat pemerintah sebagai upaya menggoyang negara dan memperlemah pemerintah pimpinan Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang berasal dari komunitas Syiah.









