Bangkok tak terbendung dari banjir

Kuil di luar kota Bangkok

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kawasan luar kota Bangkok telah tergenang banjir dalam seminggu terakhir.
Waktu membaca: 1 menit

Pemerintah Thailand mengatakan tidak mungkin melindungi semua wilayah di ibukota Bangkok dari luapan banjir terparah di negara itu.

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengatakan air banjir akan dibiarkan mengalir melalui sebagian tempat di Bangkok untuk dialihkan ke laut.

Yingluck menggambarkan banjir ini sebagai "krisis nasional" dan mengatakan para petugas melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah ini.

Para pejabat meminta penduduk di tujuh wilayah Bangkok untuk mempersiapkan kemungkinan banjir.

Pusat kota Bangkok dilindungi dengan penahan banjir yang dipasang oleh tentara dalam beberapa hari terakhir.

Namun banjir parah di kawasan tengah Thailand mengalir ke utara Bangkok. Daerah luar kota telah tergenang.

"Kami tidak bisa terus-terusan menahan banjir," kata Yingluck. "Kami perlu menggunakan sejumlah wilayah untuk mengalirkan air ke laut."

Kawasan timur Bangkok

Bencana ini diperparah dengan tingginya air laut sehingga banyak sungai yang meluap.

"Air banjir mengalir dari setiap arah dan kami tidak dapat menahan karena luapan air begitu besar," kata perdana menteri.

"Bencana ini sangat besar dan merupakan krisis nasional. Jadi saya harap kerjasama dari setiap orang," tambahnya.

Yingluck mengatakan pemerintahnya akan menetapkan wilayah mana yang akan digunakan untuk mengalihkan banjir.

Harian Bangkok Post melaporkan kawasan timur yang diperkirakan menjadi saluran banjir itu.

Banjir terparah di Thailand dalam puluhan tahun terkahir ini dipicu oleh hujan lebat yang dimulai Juli lalu.

Paling tidak 320 orang meninggal dalam tiga bulan terakhir. Kawasan paling parah adalah di utara dan tengah Thailand.

Sepertiga Thailand terendam banjir dan kawasan industri, termasuk ratusan pabrik, ditutup sementara.