Protes Iran: Perempuan-perempuan muda satu penjara dengan saya menjadi yang 'menjaga api semangat'

Woman holds hair in the air with Iranian flag in the background

Sumber gambar, Getty Images

Waktu membaca: 5 menit

"Mereka membanting saya ke aspal, dan seorang petugas menginjak punggung saya dengan sepatu boot-nya. Dia kemudian menedang perut saya, mengikat tangan saya, menggaet lengang saya, lalu mendorong saya masuk ke mobil van."

Ini merupakan pengalaman dari Maryam, 51 tahun, seorang pengunjuk rasa yang ditangkap pekan lalu di pusat Teheran.

Ia menggambarkan momen bagaimana aparat keamanan Iran menangkap dirinya.

Unjuk rasa terus meletus di Iran menyusul kematian Mahsa Amini, 22 tahun, perempuan yang ditahan polisi moral karena tuduhan melanggar tata cara berjilbab pada Jumat, 16 September 2022.

Polisi menyatakan Mahsa meninggal secara alami saat berada di tahanan. Akan tetapi keluarganya mengeklaim petugas telah memukul kepalanya dengan tongkat polisi, dan membenturkan kepalanya ke salah satu kendaraan mereka.

Hal ini memicu demontrasi, yang umumnya dipimpin kelompok perempuan untuk melawan aturan wajib jilbab di Iran.

Unjuk rasa ini kemudian meluas menjadi perlawanan terhadap penguasa republik Islam, dan rezim itu sendiri.

Bentrokan saat ini meluas di lebih dari 80 kota.

Penangkapan yang 'bengis'

People clash with police during a protest following the death of Mahsa Amini, in Tehran, Iran (21 September 2022)

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Aksi demontrasi meluas ke hampir seluruh wilayah Iran di 31 provinsi.

Meskipun terjadi gangguan jaringan internet di seluruh negara, video pengunjuk rasa yang ditangkap oleh aparat keamanan Iran terus berlanjut, dan dipublikasi melalui media sosial.

"Kejadiannya lebih buruk dari pada yang kamu lihat dalam video-video yang beredar," tambah Maryam - bukan nama sebenarnya.

"Saya mendengar satu dari pimpinan mereka memerintahkan anak buahnya untuk beraksi lebih bengis. Aparat perempuan sama saja bengisnya. Satu dari mereka menampar saya, dan menyebut saya mata-mata Israel dan pelacur".

BBC telah melihat video-video di mana pemimpin anti huru-hara memerintahkan anak buahnya untuk "jangan kasih ampun pengunjuk rasa, dan tembak mereka".

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

Video yang telah diverifikasi oleh BBC juga menunjukkan bagaimana aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke arah demonstran, dan menangkapi semua yang bisa ditangkap.

Menurut media pemerintah, sejauh ini lebih dari 40 pengunjuk rasa tewas.

Jumlah orang-orang yang ditangkap sejak protes dimulai, tidak dipublikasikan oleh kebanyakan otoritas wilayah. Namun, kepala kejaksaan Mazandaran, provinsi di bagian utara, menyatakan sedikitnya 450 demonstran telah ditangkap pada 10 hari pertama sejak protes dimulai.

Namun, menurut kelompok hak asasi manusia, ribuan pengunjuk rasa di seluruh negara ini telah ditahan.

A close image showing bruising around the eye of a protester

Sumber gambar, Social Media

Keterangan gambar, Salah satu demonstran yang mengalami kekerasan dalam proses penangkapan.

"Saya mendorong seorang aparat keamanan, dan berusaha kabur, tapi tiba-tiba datang aparat kedua dan ketiga," kata Sam, seorang demonstran muda dari sebuah kota terbesar di Iran. "Setelah beberapa detik, lebih dari 15 personil keamanan mengeroyok saya dengan kejam."

Dia menambahkan, "Saya merasakan darah di mulut saya, dan serangan tembakan listrik di tubuh saya. Mereka membanting saya ke aspal, mengikat kedua tangan saya ke belakang, dan mengikat kaki saya dengan tali sepatu.

"Salah satu aparat menendang mata kiri saya saat membawa saya ke sebuah tempat penahanan mereka, di mana pengunjuk rasa lainnya ditahan."

Perempuan muda 'tak kenal takut'

Presiden Ebrahim Raisi berjanji untuk "menangani dengan tegas" para pengunjuk rasa, yang saat ini tersebar ke sebagian besar 31 provinsi Iran.

Bagi banyak demonstran, Presiden Raisi dikenang karena keterlibatannya dalam eksekusi massal tahanan politik pada 1980-an.

"Mereka menempatkan saya dan tahanan lainnya di lantai sebuah bus, di mana kami saling bertumpuk satu sama lain selama satu jam setengah," kata Sam.

"Saat itu saya memikirkan tentang peran Raisi dalam mengeksekusi tahanan politik, dan sejenak, saya berpikir, mereka mungkin mengeksekusi saya karena sudah mendapat perintah."

Tidak ada bukti presiden memberikan perintah eksekusi kepada pengunjuk rasa selama kericuhan terjadi.

A woman with her hair loose holding a scarf above her head

Sumber gambar, Social media

Keterangan gambar, Perempuan mendominasi menjadi pemimpin demonstran.

Tetapi di dalam kendaraan van yang membawa Maryam dan pengunjuk rasa lainnya ke fasilitas Pengawal Revolusi Iran (IRGC), perlawanan tetap berlanjut.

"Ada perempuan-perempuan lain bersama saya di dalam van, tapi mereka jauh lebih muda," katanya. "Saat saya melihat mereka, dan keberanian mereka, saya menenangkan diri. Mereka mulai membantu saya.

"Mereka meneriaki dan mengolok-olok petugas. Generasi ini berbeda dari generasi saya. Mereka tak kenal takut."

Sejumlah gambar dan video yang telah diverifikasi BBC Persian menunjukkan barisan panjang di depan Penjara Evin di Teheran utara, tempat tahanan politik dikurung.

Keluarga dari pengunjuk rasa yang ditangkap, menunggu kabar anggota keluarga mereka yang hilang atau ditahan, atau disuruh datang dengan dokumen untuk membebaskan tahanan dengan jaminan.

Queues outside a detention centre
Keterangan gambar, Keluarga dari pengunjuk rasa yang ditangkap menunggu informasi tentang anggota keluarga mereka yang hilang atau ditahan.

Salah satu yang sedang menunggu mengatakan kepada BBC bahwa pihak berwenang mengancam keluarga mereka agar tidak mempublikasikan proses penangkapan "atau situasi mereka akan memburuk".

Tapi tidak semua pengunjuk rasa di bawa ke pusat penahanan ini. Banyak dari mereka juga ditahan di rumah tahanan polisi sektoral atau fasilitas IRGC, banyak di antaranya yang tidak diketahui publik.

"Kami pindah ke kantor polisi sektoral. Mereka tidak siap untuk menerima banyak tahanan," kata Maryam kepada BBC. "Mereka menempatkan setidaknya 60 perempuan, termasuk saya di sebuah ruang kecil. Kami semua berdiri, dan tak bisa duduk atau bergerak.

"Mereka mengatakan kami tidak bisa menggunakan toilet, dan kalau kami lapar, kami diminta makan kotoran kami.

"Setelah hampir seharian, saat kami berteriak dan protes di dalam ruangan itu, mereka mulai mengancam kalau kami tak bisa diam, mereka akan memperkosa kami."

Demonstran muda 'menjaga api semangat'

Seorang perempuan membakar jilbabnya saat unjuk rasa di Teheran.

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Seorang perempuan membakar jilbabnya saat unjuk rasa di Teheran.

Demonstran perempuan lain yang ditangkap di salah satu kota di Iran selatan mengatakan kepada BBC, bahkan petugas keamanan perempuan mengancam para tahanan dengan serangan seksual.

"Petugas yang mendaftarkan kami di pusat tahanan meminta nama saya, dan memanggil saya pelacur," kata Fereshteh - bukan nama sebenarnya. "Ketika saya mengeluh, dia berkata kalau saya terus mengeluh, dia akan meminta salah satu saudaranya [petugas penjara laki-laki] untuk pergi membawa saya."

"Mereka menahan lebih dari 80 orang di sebuah ruang kecil. Kami semua marah dan kesakitan," tambah Behzad, pengunjuk rasa lain yang ditahan di pusat tahanan di Tehran.

"Mereka menyita telepon genggam kami, dan menelusuri gambar, video dan pesan teks untuk memastikan apakah kami membagikan kabar protes, dan jika demikian, mereka akan memasukkan ke catatan tuduhan kami".

"Keesokan paginya, seorang hakim datang dan menemui kami. Mereka membatalkan tuntutan dan membebaskan sebagian besar remaja yang ditangkap."

"Tapi bagi yang dewasa, hakim mengajukan pertanyaan singkat, dan memutuskan nasib kami berdasarkan sesi pengadilan yang singkat."

Behzad mengatakan, sekitar 10% orang-orang yang ditahan bersamanya telah dibebaskan, dan tuntutan mereka dibatalkan sementara. Sisanya, dibebaskan dengan jaminan sampai tanggal persidangan ditetapkan untuk tuduhan kejahatan mereka.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Demonstran lain yang ditahan selama dua hari di Tehran, mengatakan kepada BBC, meskipun terdapat "kesumat", anak-anak muda yang ditahan berusaha untuk "menjaga api semangat mereka".

"Saya bersama dengan para pengunjuk rasa yang berusia di bawah 25 tahun. Beberapa dari mereka wajahnya lebam, tapi mereka masih tersenyum, ngobrol, dan bercanda.

"Salah satu dari mereka meminta saya untuk tersenyum, dan mengatakan kita adalah pemenangnya karena kita benar."