Vaksin Covid kadaluwarsa: Nigeria musnahkan lebih dari satu juta dosis yang dikirim mendekati masa akhir berlaku

Vaksin-vaksin yang dihancurkan di Nigeria.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Vaksin-vaksin yang dikirim saat hampir kadaluwarsa.

Nigeria - negara paling padat di Afrika - dengan cakupan vaksinasi hanya sekitar 5% menghancurkan lebih dari satu juta dosis vaksin AstraZeneca karena mendekati masa akhir pemakaian.

Cakupan vaksinasi rata-rata negara-negara lain di Afrika, termasuk Afrika Selatan mencapai 24%.

Penghancuran vaksin ini dilakukan setelah pemerintah mengklaim sebagian dosis vaksin yang disumbangkan negara-negara Barat hanya memiliki masa berlaku beberapa minggu lagi setelah tiba.

Para pejabat kesehatan dan wartawan Rabu (22/12) lalu menyaksikan truk-truk yang mengangkut ribuan boks berisi botol vaksin yang dibuang di tempat pembuangan sampah di ibu kota Abju, dan dihancurkan dan dikubur dengan menggunakan buldoser.

Vaksin-vaksin yang dihancurkan di Nigeria.

Sumber gambar, Reuters

Vaksin ini tak bisa disalurkan tepat waktu, yang akhirnya membuat vaksin-vaksin tersebut kedaluwarsa pada bulan lalu.

Vaksin yang tak terpakai dan kedaluwarsa ini dibuat oleh AstraZeneca dan dikirim dari Eropa, kata beberapa sumber di Nigeria kepada Reuters.

Nigeria mendapatkan vaksin ini melalui skema berbagi vaksin COVAX, yang digalang oleh aliansi vaksin GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga:

Vaksin-vaksin yang dihancurkan di Nigeria.

Sumber gambar, Getty Images

Vaksin-vaksin yang dihancurkan di Nigeria.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Menggunakan buldoser untuk musnahkan vaksin.

Sumber ketiga mengatakan saat diterima, batas akhir pemakaian vaksin ini antara empat hingga enam pekan.

Ia mengatakan, otoritas kesehatan Nigeria "sudah berusaha menyalurkan vaksin-vaksin ini, namun gagal mengejar batas akhir".

Data menunjukkan, Nigeria -- setelah sempat kesulitan mendapatkan vaksin - menerima 700 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Inggris bulan Agustus, dan 800 juta dari Kanada pada September, dan 500 juta dosis dari Prancis bulan Oktober.

Vaksinasi Covid di Nigeria

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Cakupan vaksinasi dua dosis di Nigeria, negara dengan 200 juta penduduk, termasuk rendah, hanya sekitar tiga persen.

Pada saat yang hampir bersamaan, Nigeria menerima empat juta dosis vaksin Moderna dan 3,6 juta dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat.

Dalam kondisi ideal, vaksin AstraZeneca bisa bertahan setidaknya enam bulan.

Namun, Kementerian Kesehatan Nigeria mengatakan saat diterima vaksin ini "mendekati batas akhir penggunaan, yang menyebabkan komplikasi distribusi di lapangan".

"Kami tak punya waktu banyak, hanya sekitar beberapa pekan untuk menggunakan vaksin-vaksin ini, setelah dipotong dengan lamanya pengangkutan, pengecekan, dan pengiriman ke para pengguna," kata Osagie Ehanire, menteri kesehatan Nigeria.

Vaksin-vaksin yang dihancurkan di Nigeria.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pejabat dan wartawan menyaksikan penghancuran vaksin.

Ia mengatakan vaksin datang beruntun, yang bisa menyebabkan antrean distribusi menjadi semakin panjang.

Pemerintah mengatakan vaksin-vaksin yang kedaluwarsa akan dihancurkan dan "sekarang dengan berat hati menolak vaksin yang mendekai batas akhir penggunaan atau yang tak bisa diterima tepat waktu".

Baca juga:

Nigeria bukan satu-satunya negara di Afrika yang menghadapi masalah vaksin dengan batas akhir penggunaan yang pendek.

Malawi dan Sudan Selatan juga memiliki masalah serupa.

Vaksinasi Covid di Nigeria

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Warga harus menunjukkan bukti vaksinasi untuk masuk ke tempat-tempat tertentu yang dihadiri banyak orang.

Negara lain, seperti Republik Demokratik Kongo, memutuskan mengembalikan stok vaksin yang terpakai agar bisa dipakai oleh negara-negara lain.

Juli lalu, WHO mengatakan sekitar 450.000 dosis vaksin kedaluwarsa di delapan negara Afrika sebelum vaksin-vaksin ini disuntikkan ke warga. Penyebabnya, vaksin diterima dalam kondisi mendekati batas akhir pemakaian.

Di Eropa, sejumlah negara kesulitan memaksimalkan pemakaian vaksin.

Pada Januari, para pejabat di Inggris mengatakan vaksin yang dibuang sekitar 10%. Pada April, menteri kesehatan Prancis kepada media mengatakan, sekitar 25% vaksin AstraZeneca, 20% vaksin Moderna, dan 7% vaksin Pfizer terbuang, menurut data yang dikumpulkan Reuters.

Vaksinasi Covid di Nigeria

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Sekitar satu juta dosis vaksin Covid di Nigeria harus dihancurkan karena tak terpakai hingga batas akhir penggunaan terlampaui.

WHO dan organisasi Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Afrika sudah menyerukan perubahan mekanisme pengiriman vaksin untuk mencegah pemborosan atau pembuangan vaksin.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan menetapkan rencana vaksinasi dengan batas akhir yang pendek membebani sistem kesehatan yang sudah kewalahan.

Mereka ingin semua sumbangan vaksin memiliki batas akhir pemakaian setidaknya 2,5 bulan saat tiba di negara penerima.

Mereka juga mendesak negara penerima diberi tahu akan ada sumbangan vaksin satu bulan sebelum vaksin-vaksin ini dikirim.

Di luar itu, mereka meminta pengiriman vaksin disertai pula dengan pasok penting lain, seperti jarum suntik.