Cek fakta video konflik Israel-Palestina: Dari 'Hamas tembakkan roket dari kawasan padat penduduk' hingga 'Israel biarkan Masjid al-Aqsa terbakar'

    • Penulis, BBC Monitoring
    • Peranan, Essential Media Insight

Seiring dengan makin instensnya konflik Israel-Palestina, makin banyak pula beredar klaim-klaim palsu di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

BBC mencari konten-konten klaim palsu yang viral ini dan menelusuri asal usul konten-konten tersebut.

Dan berikut beberapa di antaranya, mulai dari video "Hamas menembakkan roket dari kawasan padat penduduk di Gaza" hingga video "Israel sengaja membiarkan Masjid al-Aqsa terbakar".

Baca juga:

'Video roket-roket ditembakkan dari kawasan padat penduduk di Gaza'

Video pertempuran di Suriah

Sumber gambar, YouTube

Keterangan gambar, Video ini sebenarnya adalah video pertempuran di dalam wilayah Suriah.

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ofir Gendelman, mengunggah video di Twitter yang ia klaim sebagai "aksi kelompok Hamas menembakkan roket dari kawasan padat penduduk".

"Sepertiga dari lebih 250 roket [yang ditembakkan] jatuh di dalam wilayah Jalur Gaza, menewaskan warga Palestina," kata Gendelman di Twitter.

Namun sejatinya, video yang ia unggah tersebut adalah rekaman video yang diambil di Suriah, bukan Gaza.

Video ini direkam saat militer Suriah menggelar operasi menumpas kelompok-kelompok pemberontak di Kota Deraa pada 2018.

Oleh Twitter, video dari jubir PM Netanyahu tersebut diberi label "video manipulasi" dan Twitter menambah tautan yang menyimpulkan bahwa potongan video yang dimaksud adalah pertempuran di Suriah.

Tindakan Gendelman memicu protes keras, yang memaksanya menghapus cuitannya tersebut.

Kronologi: Bagaimana kekerasan terus meningkat

Kekerasan yang terparah selama beberapa tahun terakhir di Israel dan Wilayah Palestina di Jalur Gaza telah merenggut banyak nyawa. Konflik terbuka ini pecah setelah rangkaian ketegangan yang memuncak selama satu bulan sebelumnya. Berikut ini rentetan kejadian yang mengarah kepada pertikaian kedua pihak.

Polisi Israel menahan seorang pemuda Palestina di Gerbang Damaskus
Image caption Polisi Israel menahan seorang pemuda Palestina di Gerbang Damaskus Image copyright by Getty Images

Bentrokan pecah di Yerusalem Timur antara warga Palestina dan polisi Israel

Warga Palestina marah atas dipasangnya barikade di luar Gerbang Damaskus yang jadi pintu masuk ke Kota Lama Yerusalem sehingga menghalangi mereka untuk berkumpul di sana setelah salat di Masjid al-Aqsa pada malam pertama bulan suci Ramadan.

Ketidakpuasan warga Palestina sebelumnya telah muncul akibat Presiden Mahmoud Abbas menunda Pemilu yang telah direncanakan, pada akhirnya menyalahkan Israel atas pengaturan proses pemungutan suara bagi warga Palestina di Yerusalem Timur.

Hamas - kompetitor bagi kubu Presiden Abbas yang menguasai Gaza dan juga mencalonkan kandidatnya - marah atas penundaan Pemilu.

Kekerasan di sekitar Gerbang Damascus dan tempat-tempat lain di Yerusalem Timur terus berlanjut tiap malam.

Sejumlah roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel, yang dibalas dengan serangan udara setelah sekian lama berlangsung masa tenang antara Israel dan Palestina.

Bentrokan meluas ke Jaffa, yaitu kota pelabuhan yang bersebelahan dengan Tel Aviv dan banyak dihuni etnis Arab - Yahudi.

Di Yerusalem, kaum muda Yahudi, yang marah atas rentetan serangan warga Palestina terhadap orang Yahudi Ortodoks yang difilmkan dan dimuat ke aplikasi TikTok, menyerang orang Arab sekaligus meneriakkan slogan-slogan anti-Arab.

Pasukan keamanan Israel bentrok dengan warga Palestina di luar Gerbang Damaskus
Image caption Pasukan keamanan Israel bentrok dengan warga Palestina di luar Gerbang Damaskus Image copyright by Getty Images

Ratusan pengikut ultra-nasionalis Yahudi berdemo sambil meneriakkan “Matilah Orang-orang Arab” ke arah Gerbang Damaskus untuk memprotes serangan orang Arab atas orang Yahudi. Bentrokan pun pecah di lokasi antara warga Palestina dan polisi yang berupaya memisahkan kedua kelompok. Puluhan orang luka-luka.

Kekerasan antara orang Arab dan Yahudi meluas ke wilayah-wilayah lain di Kota Yerusalem.

Kelompok militan menembakkan puluhan roket ke Israel dari Gaza, yang dibalas dengan serangan udara.

Faksi Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas dan Hamas mengutuk ancaman penggusuran keluarga-keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka di distrik Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, oleh para pemukim Yahudi menjelang sidang pengadilan. Hamas menyerukan orang-orang Arab untuk membentuk “perisai perlawanan manusia” di sana.

Hari-hari berikutnya, polisi dan pendemo berulangkali bentrok di lokasi tersebut yang menjadi pusat pelampiasan kemarahan warga Palestina.

Militan di Gaza mulai mengirim balon pembakar ke Israel selama beberapa hari berturut-turut, menyebabkan puluhan kebakaran.

Dua pria bersenjata Palestina ditembak mati dan seorang lagi luka-luka setelah menembaki pasukan keamanan Israel di Tepi Barat bagian utara. Pihak berwenang Israel mengatakan kelompok bersenjata itu merencanakan “serangan besar” di Israel.

Masjid al-Aqsa telah menjadi medan bentrokan dua pihak yang bertikai
Image caption Masjid al-Aqsa telah menjadi medan bentrokan dua pihak yang bertikai Image copyright by Reuters

Malam kedua kekerasan di Yerusalem Timur berlangsung setelah puluhan ribu orang salat di masjid al-Aqsa pada malam Lailatul Qadr.

Polisi dan pendemo bentrok di Gerbang Damaskus. Polisi menggunakan meriam air, peluru karet, dan gas air mata menghadapi kerumunan warga Palestina, yang beberapa melempari batu.

Lebih dari 120 warga Palestina dan 17 polisi Israel luka-luka.

Mahkamah Agung Israel menunda sidang atas kasus Sheikh Jarrah setelah ada seruan penundaan karena meningkatnya kerusuhan. Ketegangan tetap tinggi dan rangkaian bentrokan tetap terjadi antara polisi Israel dan warga Palestina di Sheikh Jarrah dan Gerbang Damaskus.

Bentrokan pada dini hari pecah antara polisi dan warga Palestina di kompleks masjid al-Aqsa, di mana massa melemparkan batu dan polisi menembakkan granat kejut.

Kemarahan warga Palestina telah disulut oleh rencana pawai peringatan tahunan Hari Yerusalem yang dijadwalkan pada sore hari oleh ratusan kaum nasionalis Israel untuk merayakan perebutan Yerusalem Timur oleh Israel pada 1967

Pawai itu rencananya melewati kawasan yang mayoritas dihuni orang-orang Arab di Kota Lama dan ini dianggap warga Palestina sebagai provokasi yang disengaja. Akhirnya jalur pawai diubah, namun kekerasan tetap terjadi dengan melukai lebih dari 300 warga Palestina dan 21 polisi Israel di kompleks suci.

Hamas mengeluarkan ultimatum kepada Israel agar "menarik semua pasukannya dari masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah pada pukul 18.00. Saat lewat tenggat waktu tanpa digubris Israel, sejumlah roket ditembakkan ke Yerusalem, kali pertama dalam bertahun-tahun terakhir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas sudah “kelewat batas” dan Israel membalasnya dengan serangan udara, menewaskan tiga anggota Hamas.

Saling balas tembakan roket dan serangan udara kian memuncak menjadi bentrokan paling dahsyat antara dua pihak sejak perang tahun 2014.

Cuitan 'militer Israel senang sekali membunuh'

Beberapa pengguna Twitter menyebarkan apa yang mereka klaim sebagai tangkapan layar dari akun militer Israel, IDF, yang mengatakan "Kami senang sekali membunuh" dan "Kami baru saja mengebom anak-anak".

Tangkapan-tangkapan layar ini palsu dan dengan mudah dibuat secara gratis di internet.

IDF tidak pernah mengunggah pesan-pesan tersebut baik melalui akun resmi mereka di Twitter maupun di platform lain mana pun.

Setelah dilakukan penelusuran, tangkapan layar berasal dari akun anti-Israel yang mengeklaim sebagai akun penyedia konten satire.

Video 'pemakaman palsu di Gaza untuk tarik simpati global'

Remaja Yordania pura-pura memakamkan jenazah

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Akun-akun pro-Israel mengunggah video yang mereka klaim "pemakaman palsu" di Gaza.

Beberapa pemengaruh (influencer) Israel membagikan video yang mereka klaim sebagai "video warga Palestina berpura-pura memakamkan korban serangan udara Israel di Gaza untuk mendapatkan simpati global".

Dalam video ini -- yang juga dibagikan oleh seorang penasihat di Kementerian Luar Negeri Israel -- tampak beberapa remaja menggotong jenazah.

Lalu terdengar sirene dan tiba-tiba saja anak-anak muda ini mengeletakkan jenazah di tanah dan berlari. Jenazah ini bangun dan berlari.

Video viral ini dibagikan ratusan kali oleh pengguna media sosial yang pro-Israel.

Penelusuran BBC menunjukkan, video itu pernah muncul pada Maret 2020.

Laporan yang menyertai video ini menyebutkan bahwa video ini adalah beberapa remaja Yordania mencoba menghindari pembatasan ketat pandemi Covid-19 dengan seolah-olah melakukan pemakaman jenazah.

Video 'Masjid al-Aqsa terbakar'

Video yang mengeklaim Masjid al-Aqsa 'terbakar'

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Sejumlah akun mengunggah video di Twitter dengan mengeklaim 'Masjid al-Aqsa terbakar'.

Beberapa akun pro-Palestina membagikan video yang mereka klaim "Masjid al-Aqsa terbakar" dan bahwa "Israel sengaja membiarkan al-Aqsa terbakar".

Tampak orang-orang Yahudi bernyanyi dan meneriakkan kata-kata anti-Palestina di balik Tembok Ratapan, sementara api menyala di kejauhan.

Video ini sebenarnya nyata, namun yang terbakar adalah pohon di kompleks al-Aqsa, bukan masjidnya.

Kompleks Masjid al-Aqsa terletak di kawasan kota lama di Yerusalem dan merupakan tempat suci bagi pemeluk Islam dan Yahudi. Bagi pemeluk Yahudi, kawasan itu biasa disebut Temple Mount.

Al-Aqsa mosque

Sumber gambar, TWITTER/ARIEH KOVLER

Keterangan gambar, Yang sebenarnya terjadi adalah pohon di kompeks al-Aqsa terbakar, bukan masjid yang terbakar.

Penyebab api hingga kini belum bisa disimpulkan.

Polisi Israel dalam suatu pernyataan mengatakan bahwa api disebabkan oleh petasan yang dilemparkan oleh warga Palestina yang salat di dalam Masjid al-Aqsa.

Sedangkan pihak Palestina mengatakan, api dipicu oleh lemparan granat kejut aparat keamanan Israel.

Menurut kantor berita Reuters, pohon yang terbakar tersebut berjarak hanya 10 meter dari masjid.

Api akhirnya bisa dipadamkan dan tidak menyebabkan kerusakan.

Video 'Hamas memindahkan rudal-rudal di satu jalan di Gaza'

Rudal tiruan

Sumber gambar, FACEBOOK/MIVZAK LIVE

Keterangan gambar, Video yang diklaim bahwa Hamas 'memindahkan rudal dari satu jalan di Gaza'.

Yang juga banyak dibagikan di media sosial adalah cuitan berisi video yang menunjukkan "truk kelompok Hamas pengangkut rudal di salah satu jalan di Gaza". Terdengar pula seorang anak berbicara di video tersebut.

Postingan ini diunggah oleh akun pro-Israel di Amerika Serikat, yang mengeklaim, "Sekali lagi kita saksikan Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai untuk membunuh orang-orang Yahudi ... karena mereka tahu Israel tidak akan melancarkan serangan balasan karena Israel tak ingin melukai orang-orang yang tak berdosa."

Penelusuran BBC memperlihatkan, video ini pernah diunggah ke Facebook pada 25 November 2018, dengan keterangan yang menyebutkan video ini diambil di Kota Abu Snan, di Galilee, Israel.

Aric Toler, peneliti berbasis informasi terbuka untuk situs jurnalisme investigatif, Bellingcat, mengatakan video ini adalah tiruan rudal milik Israel yang dipakai untuk latihan militer.

Akun pro-Israel yang mengunggah video ini kemudian menghapusnya dan meminta maaf karena "telah menggunakan data yang salah".

Anggota tim liputan: Alistair Coleman, Shayan Sardarizadeh, Christopher Giles dan Nader Ibrahim.