Covid-19 di Inggris: "Minggu-minggu terberat", lockdown nasional ketiga dimulai di tengah lonjakan kasus lebih 50.000 per hari

London

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Inggris memasuki lockdown nasional ketiga pada Senin malam (04/01).

Inggris memulai lockdown nasional ketiga dan akan menghadapi apa yang disebut Perdana Menteri Boris Johnson "minggu-minggu terberat" di tengah lonjakan kasus Covid lebih dari 50.000 sehari selama seminggu berturut-turut.

Warga diperintahkan untuk tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti keperluan medis, belanja makanan dan kebutuhan pokok, olahraga atau bekerja bila tidak dapat dilakukan dari rumah, serta bila ada yang perlu menyelamatkan diri dari insiden kekerasan dalam rumah tangga.

Pengajaran di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi akan dilakukan melalui online sampai paling tidak pertengahan semester pada pertengahan Februari.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan karantina nasional Senin malam (04/01) yang akan berlangsung paling tidak sampai pertengahan Februari, dengan kajian akan dilakukan pada 15 Februari.

London

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Toko-toko yang tidak menjual kebutuhan pokok harus tutup.

Pengumuman dikeluarkan setelah Inggris melaporkan kasus harian pada Senin (04/01) mencapai rekor 58.784 dengan angka kematian 407 orang dalam waktu 28 hari setelah dinyatakan positif.

Johnson mengatakan dalam pengumuman Senin (03/01) bahwa rumah sakit rumah sakit menghadapi "tekanan akibat Covid lebih tinggi dibandingkan saat awal pandemi."

"Kita perlu mengambil langkah untuk menekan varian baru ... karena itu saya meminta Anda semua untuk tidak keluar rumah," kata PM Johnson.

Boris Johnson
Keterangan gambar, Boris Johnson mengatakan rumah sakit rumah sakit di Inggris melayani pasien lebih banyak dibandingkan puncak pertama April lalu.

Varian baru --yang pertama kali ditemukan di Kent, Inggris tenggara, dan telah menyebar ke sejumlah negara -- lebih cepat menular dibandingkan galur-galur terdahulu.

Di dalam negeri, juru bicara pemerintah mengatakan varian baru virus corona menyebabkan "kenaikan tajam jumlah kasus di seluruh Inggris".

Karantina nasional ini adalah yang ketiga, setelah sebelumnya diterapkan pada November selama satu bulan dan pada Maret sampai Juli tahun lalu.

London

Sumber gambar, PA Media

Keterangan gambar, Kasus Covid-19 di Inggris naik lebih dari 50.000 dalam tujuh hari berturut-turut.

"Bagi perdana menteri, jelas bahwa perlu diambil langkah sekarang untuk menghentikan kenaikan [kasus], melindungi NHS (layanan kesehatan nasional), dan menyelamatkan nyawa," kata juru bicara pemerintah.

Pemimpin Partai Buruh yang beroposisi, Sir Keir Starmer, menyerukan penerapan lockdown nasional pada hari Minggu (03/01).

Beban kerja yang dihadapi rumah sakit dan tenaga kesehatan dikatakan "sangat tinggi".

Perempuan mengenakan masker

Sumber gambar, PA Media

Pada akhir pekan, para dokter senior memperingatkan, rumah-rumah sakit di seluruh Inggris "harus bersiap menghadapi lonjakan kasus".

Jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit saat ini telah melebihi jumlah pasien pada periode musim semi 2020.

Dalam tujuh hari terakhir, angka penambahan kasus di Inggris selalu di atas 50.000.

Pada pukul 08.00 pagi, terdapat 26.626 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit, naik 30% dibandingkan pekan lalu. Angka ini lebih tinggi dari puncak pertama pada April lalu yang mencapai 19.000 pasien di berbagai rumah sakit

Toko-toko di pusat kota

Sumber gambar, Getty Images

Secara keseluruhan, jumlah kasus di Inggris mencapai 2,7 juta dengan angka kematian 75.544 orang, menurut data Johns Hopkins University.

PM Johnson mengeluarkan pernyataan ini setelah chief medical officers --yang antara lain bertugas memberi masukan ke pemerintah terkait masalah kesehatan-- mengusulkan tingkat ancaman virus corona dinaikkan menjadi lima, yang merupakan tingkat ancaman tertinggi.

Level lima berarti "terdapat risiko layanan kesehatan kewalahan", kata situs pemerintah.

Karantina wilayah nasional pertama pada Maret 2020 diumumkan ketika tingkat ancaman virus corona pada level empat.