Covid-19: AS pastikan kemunculan kasus pertama varian baru virus corona yang bisa menyebar dengan cepat

Sumber gambar, Getty Images
Kasus pertama varian baru Covid-19 yang muncul pertama kali di Inggris, dipastikan muncul di Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat.
Varian baru virus corona yang disebut sangat menular ini ditemukan pada seorang pasien berusia 20an tahun. Diketahui dia tak memiliki riwayat perjalanan, dan masih menjalani perawatan dalam isolasi.
Pejabat kesehatan mengatakan mereka sedang bekerja untuk melacak kontak dan kasus potensial lainnya dari varian baru ini.
Pengumuman ini mengemuka di tengah kritik Presiden terpilih AS, Joe Biden, terhadap distribusi vaksin pada era Donald Trump.
Dia mengatakan program vaksinasi tak sesuai jadwal.
Amerika Serikat mencatat lebih dari 19 juta kasus terkonfirmasi Covid-19 dan lebih dari 337.000 kematian akibat virus corona—angka tertinggi di dunia.
Varian baru virus corona lebih mudah menular dibandingkan galur sebelumnya, tapi belum tentu lebih berbahaya bagi mereka yang terinfeksi, kata para ahli.
Pejabat kesehatan AS mengatakan akhir pekan lalu bahwa mereka meyakini varian baru virus ini sudah menyebar di dalam negeri.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (29/12), Gubernur Colorado, Jared Polis, mengatakan pasien yang terinfeksi ini sedang menjalani perawatan isolasi di wilayah Elbert dekat dengan Denver.
Pejabat kesehatan publik sedang melakukan "penyelidikan menyeluruh," katanya, dan sejauh ini pasien yang bersangkutan diketahui tidak menularkan virus corona ke orang lain.
Kasus varian baru virus corona telah bermunculan di dunia. Dua kasus pertama yang diketahui di Amerika Utara terungkap di Kanada pada akhir pekan lalu.
- Indonesia belum temukan varian baru virus corona, peneliti soroti kemampuan deteksi yang terbatas
- Paling tidak 20 negara mendeteksi varian baru Covid-19, mengapa mutasi baru ini mengkhawatirkan?
- Lebih dari 40 negara larang penerbangan dari Inggris karena khawatir varian baru Covid-19
- Varian baru virus corona yang menginfeksi anak muda ditemukan di Afrika Selatan
Dua vaksin Covid-19 - Moderna dan Pfizer - saat ini telah disalurkan dan diberikan ke seluruh wilayah AS.
Pemerintah menargetkan pemberian vaksin kepada 20 juta warga AS hingga akhir Desember. Tapi sejauh ini, baru 2,1 juta orang yang menerima vaksin tersebut, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Presiden terpilih Biden mengatakan, pemberian vaksin adalah "tantangan operasional terbesar yang pernah kami hadapi sebagai sebuah bangsa".

Sumber gambar, Reuters
"Rencana pemerintahan Trump untuk mendistribusikan vaksin sudah jauh tertinggal," kata Biden dalam pidatonya pada Selasa. "Saya akan mengerahkan segala kemampuan untuk membawa kita ke arah yang benar."
Menanggapi pernyataan ini, Presiden Trump dalam cuitannya mengatakan bahwa itu "terserah kepada negara bagian untuk mendistribusikan vaksin" saat barangnya sudah diantar pemerintah federal.
"Kami tak hanya mengembangkan vaksin, termasuk memberi uang untuk mempercepat prosesnya, tapi juga membawanya ke negara-negara bagian," tulis Trump.
Biden telah berjanji untuk memvaksinasi 100 juta warga AS dalam 100 hari pertamanya sebagai presiden, dimulai sejak dia resmi menjabat pada 20 Januari mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, jumlah vaksin yang harus diberikan harus ditingkatkan "lima sampai enam kali lipat dari kecepatan saat ini, sehingga mencapai satu juta suntikan vaksin dalam satu hari," kata Biden.

Sumber gambar, Reuters
"Bahkan dengan kemajuan itu... akan perlu waktu berbulan-bulan untuk memvaksinasi sebagian besar penduduk AS ," katanya.
Biden mengatakan dia akan meminta penggunaan undang undang era-Perang Korea untuk memaksa perusahaan swasta mendongkrak produksi vaksin untuk pemerintah AS.
Biden mewanti-wanti bahwa akan terjadi "masa-masa sulit bagi bangsa kita" sehingga "segalanya akan memburuk, sebelum akhirnya membaik."
"Memutarbalikkan keadaan ini membutuhkan waktu," kata Biden. "Kita mungkin tak melihat adanya kemajuan sampai memasuki bulan Maret."


Perkembangan lainnya sejauh ini di AS:
- Pemimpin fraksi Republik di Senat AS, Mitch McConnel, memblokir upaya awal peningkatan bantuan kepada warga AS dalam wujud paket stimulus virus corona terbaru. Kenaikan dari US$600 menjadi US$2.000, telah disetujui oleh DPR pada hari Senin, sebuah langkah yang didukung oleh Presiden Trump. McConnell diperkirakan berada di bawah tekanan untuk mengadakan pemungutan suara untuk mengambil tindakan minggu ini.
- Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menerima suntikan vaksin pertama yang disiarkan secara langsung di TV pada hari Selasa. Vaksinasi Harris diikuti oleh Biden dan tokoh politik lainnya, termasuk Wakil Presiden Mike Pence dan Ketua DPR Nanci Pelosi.











