Hong Kong: Suasana di dalam kampus PolyU menjelang berakhirnya pengepungan aparat

Sumber gambar, Getty Images
Pengepungan kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) mendekati akhir, meskipun sejumlah demonstran masih bertahan di lingkungan kampus.
Sekitar 800 hingga 900 pendemo telah meninggalkan kampus, ratusan di antara mereka berusia di bawah 18 tahun, kata polisi.
Selama sepekan terakhir kampus yang menjadi medan pertempuran itu dikepung polisi. Demonstran yang mencoba kabur, langsung ditangkap.
Beberapa orang terlalu takut untuk meninggalkan kampus sehingga terperangkap di dalam.
- Hong Kong: Ratusan demonstran masih bertahan di kampus
- Hong Kong: Bocah 12 tahun menjadi orang termuda yang dihukum dalam protes anti-pemerintah
- Hong Kong: Demonstran berusaha kabur melalui selokan bawah tanah, 'Gelap, banyak ular dan kecoak, bau sekali'
- Ratusan orang tua menunggu anak mereka yang berdemo di Hong Kong, 'Kamu tidak salah, kamu hebat'
Pengepungan kampus Universitas Politeknik merupakan salah satu konfrontasi paling dramatis dalam gerakan protes antipemerintah di Hong Kong sejak Juni lalu.
Aksi protes pertama dimulai pada Juni, dipicu oleh usulan rancangan undang-undang (RUU) yang akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengekstradisi tersangka kriminal ke China daratan.
Walaupun RUU itu sendiri telah ditarik, para pemrotes terus menuntut penyelidikan atas kebrutalan polisi, dan amnesti (pengampunan) bagi semua orang yang telah ditangkap.
Namun demikian, gerakan protes ini dilatari persoalan yang lebih mengakar yaitu ketakutan - terutama di kalangan anak muda - bahwa identitas mereka yang unik akan terancam di bawah otoritas China.

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, Magnum Photos
Apa yang terjadi di PolyU?
Pekan ini, para pemrotes menduduki kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU), yang lantas berubah menjadi medan pertempuran dengan aparat kepolisian.
Para pendemo melempar bom molotov dan menembakkan panah ke arah polisi, sementara petugas membalasnya dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
Lebih dari 1.000 orang telah ditangkap sejauh ini dan dituduh melakukan kerusuhan, sementara ratusan lainnya telah meninggalkan kampus tersebut di tengah kekurangan makanan dan suhu dingin yang memicu hipotermia.
Seorang anggota parlemen prodemokrasi yang datang berkunjung ke kampus pada Selasa (19/11) mengatakan dirinya mengira pasokan makanan tidak bisa bertahan sampai keesokan hari.
Polisi mengatakan ratusan pemrotes berusia di bawah 18 tahun. Meskipun pengepungan hampir berakhir, puluhan orang pengunjukrasa diyakini masih bertahan di dalam kampus.

Sumber gambar, Getty Images
Banyak pengunjuk rasa yang menyerah kepada polisi atau bersedia dievakuasi sebagai bagian dari evakuasi medis.
Lebih dari 1.000 orang pendemo telah ditangkap. Mereka yang berusia di bawah 18 tahun diperbolehkan untuk pulang, tetapi identitas mereka tetap dicatat.
Sekelompok kecil pengunjuk rasa yang berusaha menghindari kemungkinan ditangkap dan dipenjara telah mencoba rute pelarian berbahaya melalui selokan bawah tanah.
Mereka turun ke dalam terowongan dengan membekali diri dengan senter dan masker gas.
Anggota pemadam kebakaran telah memblokir pintu masuk utama ke selokan bawah tanah di dalam kampus PolyU untuk menggagalkan pelarian semacam itu.

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Sumber gambar, Getty Images
Melarikan diri melalui selokan bawah tanah hanyalah salah-satu cara para pendemo. Sebelumnya, ada yang mencoba kabur dengan turun dari tali dan dijemput oleh rekannya dengan sepeda motor di jalan raya.
Polisi mengatakan hampir 40 dari mereka kemudian ditangkap.
Pendemo lainnya mencoba melarikan diri dalam kegelapan malam, sementara banyak lainnya mencoba melewati penjagaan polisi, yang berujung pada pemukulan sebelum akhirnya ditangkap.
All images copyright.











