Rusia akan memutakhirkan persenjataan Suriah kendati diprotes Israel dan AS

Russian defence ministry handout showing S-300 surface-to-air missile system taking part in Vostok 2018 (East 2018) military exercise in Russia (5 September 2018)

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Rusia menyebut Sistem S-300 akan "secara signifikan menambah kekuatan militer Suriah".

Rusia akan mengirim sejumlah rudal anti-pesawat terbaru ke Suriah, seminggu setelah pasukan Suriah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Rusia saat terjadinya serangan udara Israel.

Sistem pertahanan rudal modern Rusia S-300 itu akan dikirimkan dalam tempo dua minggu.

Pesawat pengintai Rusia itu jatuh pada Senin lalu setelah Suriah membalas serangan jet Israel terhadap sasaran di provinsi Latakia. Namun Israel bersikeras menyalahkan militer Suriah dalam insiden itu.

Dan kini Israel memperingatkan Rusia bahwa memberikan rudal S-300 kepada "aktor yang tidak bertanggung jawab" akan membuat kawasan itu lebih berbahaya.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton mendesak Rusia untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang disebutnya akan menyebabkan 'eskalasi signifikan' dalam perang saudara Suriah.

Rusia memiliki pangkalan udara di Suriah yang digunakan melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Ilyushin Il-20M 90924 reconnaissance airplane takes off at Zhukovsky

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pesawat angkut Rusia Ilyushin Il-20 dilaporkan jatuh sekitar 35km dari pantai Suriah, saat dalam penerbangan pulang ke pangkalan udara Hmeimim Rusia dekat kota Latakia

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pengiriman sistem S-300 dihentikan pada 2013 menyusul permintaan dari Israel, tetapi katanya: "Sekarang, situasinya telah berubah. Dan itu bukan kesalahan kami." 

"Di beberapa bagian Laut Tengah (Mediterania) yang berdekatan dengan Suriah, akan ada gangguan radio-elektronik pada navigasi satelit, radar dan sistem komunikasi yang digunakan oleh pesawat militer yang menyerang sasaran di wilayah Suriah," katanya.

Sistem ini juga akan dapat melacak dan mengidentifikasi pesawat Rusia.

Jatuhnya pesawat Rusia

Pesawat angkut Rusia Ilyushin Il-20 dilaporkan jatuh sekitar 35km dari pantai Suriah, saat dalam penerbangan pulang ke pangkalan udara Hmeimim Rusia dekat kota Latakia.

Awalnya, kantor berita Rusia Tass mengatakan bahwa pesawat itu "menghilang dalam serangan oleh empat jet F-16 Israel di fasilitas Suriah di provinsi Latakia".

Laporan-laporan media pemerintah Suriah membahas tentang terjadinya serangan di daerah itu sesaat sebelum pesawat itu menghilang. Menurut kantor berita Sana, militer mengatakan telah mencegat "rudal musuh yang datang dari laut terbuka menuju kota Latakia".

Televisi Suriah juga melaporkan terjadinya ledakan di langit Latakia sebelum pukul 22:00 waktu setempat. Tiga puluh menit kemudian, halaman Facebook Sana melaporkan bahwa pertahanan udara Suriah telah mencegat rudal musuh.

Peta kementerian pertahanan rusia

Presentational white space

Apa kata Rusia?

Pada hari Minggu (23/9), Rusia menegaskan kembali pandangan mereka bahwa jet Israel telah menggunakan pesawat pengintai Rusia sebagai tameng saat melakukan serangan di Suriah.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan Israel tidak memberikan pemberitahuan yang memadai tentang serangan itu, membuat pesawat Rusia berada di jalur tembakan sistem pertahanan udara Suriah.

"Tindakan pilot pesawat-pesawat tempur Israel, yang mengakibatkan hilangnya nyawa 15 tentara Rusia, setidaknya merupakan perbuatan kejahatan kelalaian, atau karena kurang profesional," kata juru bicara kementerian.

Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon pada hari Senin bahwa keputusan untuk memperkuat pertahanan udara Suriah "terutama ditujukan untuk menggagalkan setiap potensi ancaman terhadap hidup anggota dinas militer Rusia," kata Kremlin.

Bagaimana tanggapan Israel?

PM Netanyahu memperingatkan kepada Putin bahwa "menyediakan sistem senjata canggih untuk aktor yang tidak bertanggung jawab akan melipat-gandakan bahaya di kawasan tersebut," seperti dikutip kantor perdana menteri.

Dia juga mengatakan Israel "bertekad untuk menghentikan peningkatan militer Iran di Suriah, serta mencegah upaya Iran, yang menyerukan penghancuran Israel, untuk mentransfer ke senjata mematikan kepada Hizbullah (untuk digunakan) melawan Israel".

Kelompok militan Syiah Hizbullah Lebanon dan pemerintah Iran adalah sekutu pemerintah Suriah.

Netanyahu juga menyatakan keyakinannya pada kredibilitas pernyataan militer Israel tentang apa yang terjadi mengenai ditembak jatuhnya pesawat pengintai Rusia.

Militer Israel bersikeras bahwa jet-jetnya sudah kembali berada di wilayah udara Israel pada saat Il-20 dihantam rudal dan menegaskan tanggung jawab atas insiden itu terletak pada militer Suriah

Mungkinkah S-300 mengubah keadaan?

Israel mengaku bahwa selama 18 bulan terakhir telah melancarkan lebih dari 200 serangan terhadap sasaran-sasaran Iran di Suriah.

Dalam periode itu, hanya satu jet Israel yang diketahui telah ditembak jatuh - sebuah F-16 yang jatuh di Israel utara.

Israel sudah sejak lama berusaha untuk membujuk Rusia untuk tidak memasok S-300 ke Suriah.

Meskipun bukan sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia yang paling canggih, para ahli menempatkan sistem S-300 ini sejajar dengan sistem anti rudal AS, Patriot .

Rudal Rusia

line break

Spesifikasi sistem S-300PMU

  • Spesifikasi: Setiap kendaraan peluncur membawa empat kontainer rudal (dua rudal per sasaran). Sebuah batalyon penuh mencakup enam kendaraan peluncur dengan total 24 rudal, ditambah kendaraan radar pendeteksi jarak jauh
  • Fitur khusus: Menembak dua rudal secara vertikal dalam waktu 3 detik
  • Kemampuan: Rudal standar yang ditembakkan dari peluncur S-300PMU adalah 48N6E yang memiliki jangkauan 5-150km pada ketinggian maksimum 27-30km.
  • Kecepatan reaksi: Dari berhentinya kendaraan ke oenembakkan rudal diperlukan lima menit

Sumber: Royal United Services Institute