PM Selandia Baru mengungkapkan kehamilannya

Sumber gambar, Getty Images
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinta Ardern mengumumkan bahwa ia sedang hamil.
Jacinda Ardern, 37 tahun, yang jadi PM Oktober lalu menyebut bahwa ia dan kekasihnya, Clarke Gayford, menanti bayi pertama mereka yang diperkirakan lahir Juni mendatang.
Setelah melahirkan, ia akan mengambil cuti selama enam pekan.
Oktober lalu ia membangun koalisi kiri-tengah dan Ardern, pun menjadi perdana menteri termuda di negra itu sejak 1856 .
Pernyataan dukungan membanjir setelah ia mengumumkan kehamilan itu melalui media sosialnya, Jumat (19/1).
Artikel ini memuat konten yang disediakan Instagram. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Instagram kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati Instagram pesan
Partai Buruh yang dipimpin Ardern menduduki posisi kedua dalam pemilihan bulan September, namun tidak ada partai yang bisa mendapatkan mayoritas.
Dia kemudian membentuk sebuah pemerintahan dengan dukungan dari Winston Peters, pemimpin partai kecil New Zealand First.
Saat cuti nanti, Winston Peters akan penjadi pelaksana jabatan Perdana Menteri.
"Sebagaimana saat berada di luar negeri, Winston Peters akan bertindak sebagai perdana menteri, bekerja bersama kantor saya dan selalu berhubungan dengan saya," kata Ardern dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh New Zealand Herald pada hari Jumat.
"Saya sepenuhnya akan bisa dihubungi dan selalu siap selama periode enam minggu cuti itu bila dibutuhkan."

Ardern mengatakan bahwa dia baru mengetahui kehamilannya enam hari sebelum dia tahu akan menjadi perdana menteri. Dan hal itu adalah "100% kejutan".
"Saya bukan perempuan pertama yang multitasking -melakukan berbagai urusan. Saya bukan perempuan pertama yang bekerja sekaligus punya bayi - banyak perempuan yang telah melakukan ini sebelumnya," katanya.
Kekasihnya, Clarke Gayford akan menjadi 'bapak rumah tangga' yang tinggal di rumah, tambahnya.
Pasangan tidak menikah bukan merupakan isu di banyak negara.
Dua mantan perdana menteri Selandia Baru termasuk orang-orang pertama yang menyampaikan selamat.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull juga berbagi harapan terbaik atas nama dirinya dan istrinya.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
Ardern mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh pada bulan Juli lalu. Dia saat itu mengatakan bahwa dia hanya tahu satu jam sebelumnya bahwa Andrew Little hendak mundur.
Pada hari pertamanya sebagai pemimpin oposisi, Jacinda Ardern ditanya secara kontroversial oleh pembawa acara sebuah acara bincang TV apakah dia mengambil "pilihan antara memiliki bayi dan menjalani karir".
Jacinda Ardern menjawab bahwa pertanyaan semacam itu "sama sekali tidak dapat diterima di tahun 2017".
"Ini adalah keputusan seorang perempuan tentang kapan mereka memutuskan untuk memiliki anak, dan seharusnya tidak jadi hal yang menentukan apakah mereka diberi pekerjaan atau memiliki kesempatan kerja, atau tidak," katanya.
Hamil saat menjabat merupakan hal yang sangat jarang di kalangan para pemimpin dunia.
Pada tahun 1990, Benazir Bhutto melahirkan seorang anak perempuan saat menjabat sebagai perdana menteri Pakistan, dalam apa yang dilaporkan merupakan yang pertama terjadi di kalangan pemimpin dunia yang berkuasa melalui Pemilu.











