PM Israel tuduh Iran luncurkan uji coba rudal balistik

Sumber gambar, AFP/MAHMMOD HOUSSEINI
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Iran meluncurkan uji coba satu rudal balistik, Senin (30/01), yang disebutnya sebagai pelanggaran mencolok atas resolusi Dewan Keamanan PBB.
Dalam pernyataan di Facebook, Netanyahu mengatakan akan "membicarakan pembaruan sanksi atas Iran dalam konteks tersebut dan dalam konteks lainnya" saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam waktu dekat.
Gedung Putih sudah menyatakan bahwa Trump akan bertemu dengan Netanyahu pada 15 Februari 2017.
Sejak kesepakatan nuklir dengan sejumlah negara pada 2015 lalu, Iran sudah melaksanakan beberapa uji coba rudal walau dikritik oleh negara-negara Barat.
Sebelum menjabat presiden, Trump menyebut kesepakatan nuklir Iran sebagai bencana dan akan menghentikan uji coba rudal negara itu.

Sumber gambar, AFP/MENAHEM KAHANA
Israel sejak awal menentang kesepakatan internasional nuklir Iran -yang melibatkan Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan Cina. Pasalnya, kesepakatan itu mencabut sejumlah sanksi internasional sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
"Agresi Iran harus pergi tanpa jawaban," tulis Netanyahu lewat Facebook, Senin (30/01).
Gedung Putih sudah menyatakan mengetahui tentang uji coba rudal terbaru ini namun tidak memberi rincian maupun kritik.
"Kami menyadari Iran menembakkan rudal itu. Kami sedang mencari kepastian tentangnya," kata juru bicara Geung Putih, Sean Spicer, seperti dikutip kantor berita AFP.











