Kesepakatan nuklir Iran: AS, Uni Eropa dan Iran bertemu

Sumber gambar, AP
Amerika Serikat, Iran, dan Uni Eropa akan bertemu di Wina pada Sabtu untuk membahas kemajuan penerapan kesepakatan nuklir Iran, kata Kementerian Luar Negeri AS.
Dalam kesepakatan itu, Iran sepakat untuk mengurangi aktivitas nuklirnya dengan balasan pengurangan sanksi ekonomi.
Ada spekulasi meluas yang menyebut bahwa Iran sudah memenuhi syarat perjanjian sehingga penghapusan sanksi ekonomi tinggal menunggu waktu.
Tanggung jawab verifikasi akan jatuh pada badan pengawas nuklir internasional IAEA yang akan mengeluarkan pengumuman pada Sabtu.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dan kepala kebijakan politik luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini di ibu kota Austria.
"Semua pihak terus membuat kemajuan bertahap" untuk penerapan kesepakatan, kata Kementerian Luar Negeri, dan menambahkan bahwa langkah ini akan memastikan "khususnya kondisi damai" dari program nuklir Iran.
Perbincangan tiga pihak ini dilihat sebagai tanda bahwa penerapan kesepakatan itu sudah hampir selesai, dan sumber-sumber mengatakan bahwa IAEA bisa menerbitkan laporannya pada Sabtu.
"Hampir semua detilnya sudah selesai," kata seorang sumber pada Reuters.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran harus secara drastis mengurangi jumlah mesin pemisah partikel nuklir dan mematikan reaktor air berat di dekat kota Arak, yang keduanya bisa dipakai untuk menciptakan senjata nuklir. Iran selalu berkeras bahwa program nuklir mereka adalah untuk tujuan damai.
Kesepakatan pada Juli 2015 dilihat sebagai tonggak diplomasi luar negeri - Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut kesepakatan itu "bersejarah".
Namun tetap muncul tentangan, beberapa anggota Partai Republik AS mengatakan bahwa pemerintah belum melakukan cukup banyak dalam memastikan Iran tak bisa mengembangkan bom.









