AS: Uji coba roket Iran dekat kapal perang, 'provokatif'

Sumber gambar, AP
Militer Amerika Serikat melaporkan bahwa Angkatan Laut Iran melakukan percobaan peluncuran roket di dekat kapal perang AS dan kapal komersial lain di Selat Hormuz pada pekan lalu.
Percobaan itu dinilai dapat mengancam hubungan kedua negara pascakesepakatan nuklir.
Juru bicara militer AS, Kyle Raines, mengatakan Iran menembakkan "sejumlah roket tak terarah" sekitar 1.370m dari dua kapal AS dan satu kapal frigat Prancis.
Percobaan tersebut "sangat provokatif", kata Raines.
Selat Hormuz ialah perlintasan sempit antara Iran dan Oman yang menjadi jalur bagi hampir sepertiga perdagangan minyak lewat laut. Hormuz juga berperan penting bagi kapal yang ambil bagian dalam perang melawan kelompok milisi yang menamakan diri ISIS.
Selat selebar 33km pada titik tersempitnya itu merupakan pintu masuk ke Teluk Arab.
Pada 2012, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz.
Insiden terbaru ini, yang terjadi pada Sabtu lalu (26/12) berdasarkan keterangan AS, menyusul rangkaian uji coba senjata Iran. Media dan pejabat pemerintah Iran tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Kapal Iran mengumumkan niat mereka untuk melakukan tes melalui radio maritim, 23 menit sebelum roket ditembakkan.
"Menembakkan senjata begitu dekat dengan kapal koalisi yang lewat dan lalu lintas komersial dalam jalur maritim yang diakui secara internasional tidak aman, tidak profesional, dan tidak sesuai dengan hukum maritim internasional," kata Raines.
Armada ke-5 Angkatan Laut AS berbasis di Bahrain, yang tak jauh dari sana. Mereka melakukan patroli anti-pembajakan di Teluk dan berperan sebagai penyeimbang regional untuk Iran.
Iran menandatangani kesepakatan jangka panjang dengan enam kekuatan dunia pada bulan Juli untuk membatasi kegiatan nuklir yang sensitif dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan negara itu.
Namun, tahun ini Iran juga menyiarkan video serangan misil ke replika kapal induk AS dan menayangkan film tentang markas misil bawah tanah di televisi nasional.
Semenanjung Hormuz ialah tempat pertempuran AS dan Iran pada April 1988, ketika AS menyerang dua tambang minyak Iran yang digunakan untuk pengawasan. AS menenggelamkan atau merusak enam kapal, termasuk dua frigat angkatan laut.
Ketegangan memuncak setelah kapal rudal USS Samuel B Roberts nyaris ditenggelamkan oleh ranjau Iran.
Pada bulan Juli 1988, USS Vincennes yang sedang berpatroli di Hormuz menembak jatuh pesawat Iran Air menuju Dubai, menewaskan 290 orang di dalamnya. Awak kapal rupanya salah mengira pesawat tersebut sebagai pesawat tempur Iran F-14.









