Iran tahan 10 pelaut AS di Teluk Persia

Pelaut AS

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Para pelaut sedang menumpangi kapal patroli sungai ketika insiden itu terjadi.

Iran telah menahan 10 pelaut Amerika Serikat setelah kapal mereka diberhentikan di Teluk Persia, ungkap seorang pejabat AS kepada BBC.

"Kami kehilangan kontak dengan dua kapal laut AS berukuran kecil yang sedang dalam perjalanan dari Kuwait menuju Bahrain," ujar pejabat itu.

Ia mengatakan, Iran mengabari AS bahwa para pelaut dalam keadaan aman dan "akan segera diizinkan melanjutkan perjalanan".

Berdasarkan pernyataan resmi AS, para pelaut kemungkinan akan dilepaskan pada Rabu (13/01) pagi.

Insiden ini terjadi di dekat pulau Farsi setelah salah satu kapal mengalami masalah mesin.

Kantor berita Iran, FARS, melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran menahan sembilan laki-laki dan seorang perempuan, dan bahwa mereka telah "masuk tanpa izin" dan "melakukan pengintaian" di perairan Iran.

Setelah insiden tersebut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry segera menghubungi Menlu Iran Javad Zarif untuk memulai negosiasi.

Peta Teluk
Keterangan gambar, Kapal Laut AS ditahan terjadi di dekat pulau Farsi dalam perjalanan dari Kuwait ke Bahrain.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya memberi tahu kantor berita Associated Press bahwa Kerry "berunding secara pribadi dengan Zarif untuk menyelesaikan masalah ini."

Kerry dan Zarif mengembangkan hubungan pribadi selama tiga tahun perundingan yang berbuah perjanjian tentang nuklir Iran.

Kantor berita konservatif Tasnim melaporkan bahwa kapal Amerika dilengkapi senapan mesin.

"Pemerintah AS terus mendesak Tehran untuk membebaskan para tahanan," kata laporan media tersebut.

Di masa lalu, Garda Revolusi Iran menjaga batas laut Iran secara agresif.

Lima belas pelaut dan marinir Inggris ditahan selama 13 hari pada 2007 setelah mereka ditangkap di wilayah sengketa antara Iran dan Irak.

Ketegangan antara Iran dan AS terus terjadi kendati telah mencapai kesepakatan soal penggunaan nuklir.

Pada Desember lalu, angkatan laut Iran melakukan uji coba roket di dekat kapal perang AS dan kapal komersial di Selat Hormuz.

<link type="page"><caption> Uji coba tersebut "sangat provokatif"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151231_dunia_iran_as.shtml" platform="highweb"/></link>, kata juru bicara militer AS saat itu.