Dua orang tewas saat penggusuran warga Bedouin oleh polisi Israel

Sumber gambar, AFP
Dua orang tewas di Israel selatan dalam aksi kekerasan antara polisi dan warga Bedouin saat penggusuran rumah-rumah gelap milik warga Bedouin.
Salah satu yang tewas adalah polisi Israel yang ditabrak mobil di Umm al-Hiran sementara pengemudinya -yang merupakan warga Israel keturunan Arab- ditembak mati.
Polisi mengatakan bahwa Yaakub Abu al-Qiyan aktif dalam satu kelompok militan Islam dan mungkin dipengaruhi oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Sumber gambar, AFP
Namun para warga setempat mengatakan bahwa dia kehilangan kendali atas mobilnya setelah ditembak polisi.
Wartawan BBC Yolande Knell di Jerusalem melaporkan ketegangan meningkat di kawasan penggusuran setelah Mahkamah Agung Israel menolak hak suku Bedouin atas kepemilikan tanah.

Sumber gambar, Reuters
Seruan Netanyahu
Warga Bedouin dipindahkan dari kampung awal tempat tinggal mereka oleh tentara Israel ke Umm al-Hiran pada tahun 1950-an, beberapa tahun setelah negara Israel terbentuk.
Sekarang mereka diminta untuk pindah lagi ke kawasan perumahan baru di tempat lain yang sudah disiapkan pemerintah.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak politikus menghentikan aksi memicu kekerasan, yang tampaknya merujuk kepada Ayman Odeh -pimpinan Gabungan Arab di parlemen Israel- yang datang ke tempat penggusuran dan menderita cedera saat kekerasan marak.

Sumber gambar, EPA/JIM HOLLANDER
"Rakyat Bedouin adalah bagian dari kami, kami ingin mengintegrasikannya ke dalam masyarakat Israel dan jangan meradikalkan mereka," seperti tertulis dalam pernyataan Netanyahu.
Warga Israel keturunan Arab berjumlah sekitar seperlima dari total penduduk Israel. Walau mendapat hak penuh sebagai warga negara, kenyataannya mereka sering mendapat perlakuan yang tidak adil, antara lain dalam mendapatkan pekerjaan dan perumahan.










