Presiden Korea Selatan Park Geun-hye 'berperan' dalam skandal

Sumber gambar, Reuters
Jaksa penuntut Korea Selatan mengatakan Presiden Park Geun-hye memiliki "peran" besar dalam skandal korupsi yang melibatkan orang kepercayaannya.
Ketua Kejaksaan Agung Seoul Pusat Lee Young-ryeol mengatakan presiden "terlibat sebagai konspirator".
Ia mengatakan hal itu setelah orang kepercayaan presiden Choi Soon-sil dan dua asisten dikenai dakwaan pada Minggu (20/11).
"Berdasarkan bukti yang kita kumpulkan sejauh ini, Tim Penyelidik Penuntutan Khusus menyimpulkan bahwa presiden mempunyai peran dalam tindak kejahatan yang dilakukan oleh Choi Soon-sil, Ahn Jong-beom, dan Jeong Ho-seong," kata Lee Young-ryeol.

Sumber gambar, AFP
Namun dikatakannya, berdasarkan undang-undang yang berlaku, presiden tidak bisa dikenai dakwaan selama masih menjabat.
"Tim Penyelidik Penuntutan Khusus akan terus menyelidiki presiden," tandasnya.
Juru bicara presiden Jung Youn-kuk menandaskan bahwa presiden tidak terlibat dalam skandal korupsi yang melanda pemerintahan pimpinannya.
Ditambahkannya tuduhan tersebut merupakan "serangan-serangan politik yang tidak adil" dan tim jaksa penuntut telah "membangun rumah fantasi".
Jaksa penuntut yakin presiden memberikan lampu hijau kepada teman lamanya, Choi Soon-sil, untuk terlibat dalam urusan politik dan pada waktu yang bersamaan juga menekan perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk memberikan sumbangan kepada lembaga amal yang dikendalikannya.
Tingkat dukungan Presiden Park kini turun 5%. Ia telah menyampaikan permintaan maaf dua kali lewat televisi nasional tetapi sejauh ini tidak mengindahkan tuntutan untuk mundur.
Tuntutan mundur tersebut disampaikan oleh warga Korea Selatan dalam bentuk protes selama berminggu-minggu terakhir di ibu kota Korea Selatan, Seoul.
Gelombang demonstrasi belakangan ini tercatat sebagai protes terbesar sejak demonstrasi prodemokrasi tahun 1980-an.









