Tiga WNI sandera Abu Sayyaf dibebaskan

Keterangan pembebasan tiga sandera disampaikan Menlu Retno Marsudi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Keterangan pembebasan tiga sandera disampaikan Menlu Retno Marsudi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat.

Tiga WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf sejak 20 Juni lalu, yaitu Ferry Arifin, M Mahbrur dan Edi Suryono, sudah bebas dan sedang berada di Sulu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan didampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo, ketiga sandera yang merupakan ABK tugboat Charles 001 tersebut akan diserahterimakan dari pemerintah Filipina kepada Kedutaan Besar RI.

Para sandera dibebaskan pada Sabtu (01/10), pukul 23.35 WIB waktu setempat.

"Mengenai masalah kepulangan, akan disampaikan pada kesempatan pertama setelah proses selesai," kata Retno.

  • <link type="page"><caption> WNI berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160817_dunia_sandera_indonesia_kabur" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Lagi, WNI sandera Abu Sayyaf berhasil melarikan diri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160818_indonesia_sandera_kedua_kabur" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Operasi menumpas Abu Sayyaf, 12 tentara Filipina tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160830_dunia_filipina_tentara_tewas" platform="highweb"/></link>

Retno menambahkan bahwa keluarga dari tiga sandera tersebut telah dihubungi oleh Kementerian Luar Negeri terkait proses pembebasan mereka.

Meski begitu, Retno menyebut ada dua sandera lain atas nama Robin Peter dan M Nasir, dan "pemerintah masih berusaha sekuat tenaga melakukan pembebasan kedua warga tersebut."

Ada tujuh ABK tugboat Charles 001 sudah disandera sejak 20 Juni lalu.

Pada Juli lalu, pemerintah menyatakan berupaya membebaskan 10 WNI yang disandera di Filipina dengan meminta bantuan kepala Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari.

Permintaan bantuan kepada Misuari diajukan mengingat dia berperan dalam pembebasan dua kelompok WNI yang disandera sebelumnya. Jalur itu merupakan salah satu dari sekian cara yang ditempuh pemerintah untuk melepaskan WNI yang disandera.