Sepuluh peti jenazah dipindahkan dari Nusakambangan

Cilacap

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Dari 14 peti jenazah yang disiapkan hanya empat yang terpakai karena ada perubahan jumlah narapidana yang dieksekusi.

Sepuluh peti jenazah di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, yang tadinya diperuntukkan bagi narapidana yang menjalani eksekusi, sekarang disimpan di kantor Polres Cilacap.

Dari 14 peti mati, hanya empat yang dipakai karena ada perubahan jumlah narapidana yang menjalani eksekusi pada Jumat (29/07) dini hari.

"Hanya empat peti mati yang dipakai ... sisanya saat ini untuk sementara disimpan di kantor Polres Cilacap. Saya tidak tahu apakah akan tetap berada di Polres atau bagaimana. Yang jelas tidak lagi berada di Nusakambangan,” ungkap Bintoro kepada wartawan Liliek Dharmawan, hari Jumat (29/07).

  • <link type="page"><caption> Di tengah protes, Indonesia laksanakan eksekusi ketiga di bawah Presiden Jokowi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160728_indonesia_eksekusi_ketiga" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kisah mengurus jenazah narapidana yang menjalani eksekusi mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160728_indonesia_eksekusi_jenazah" platform="highweb"/></link>

Empat narapidana yang menghadapi regu tembak di Nusakambangan adalah Freddy Budiman, Acena Seck Osmane, Michael Titus Igweh, dan Humphrey Ejike.

Tinggalkan sel isolasi

Sepuluh narapidana lain, yang pelaksanaan eksekusinya ditangguhkan, telah meninggalkan sel-sel isolasi dan kembali ke sel di mana mereka menghuni sebelumnya.

“Nantinya masing-masing narapidana (napi) tersebut akan dikembalikan ke lembaga pemasyarakatan (LP) asal. Kan ada napi yang semula dari LP Kembang Kuning dan Pasir Putih. Nantinya segera dikembalikan," kata Abdul Aris.

Saat ini petugas banyak yang lelah, sehingga pengembalian dilakukan dalam tiga atau empat hari mendatang,” kata Aris.

Ia mengungkapkan, untuk napi perempuan satu-satunya, Merry Utami, yang sebelumnya dipindahkan dari LP Wanita Tangerang kemudian masuk ke LP Besi, sudah dipindahkan.

“Karena di LP Nusakambangan memang tidak ada LP khusus wanita, maka Merry telah dipindahkan pada Jumat sekitar jam 10.00 WIB,” tambahnya.

Suasana di sekitar Dermaga Wijayapura, yang selama beberapa hari terakhir ramai, kini kembali berangsur-angsur normal.

Tidak ada lagi penjagaan ketat dari aparat kepolisian atau lalu lalang mobil para jaksa, pengacara, atau keluarga terpidana.