Kapal 44 pengungsi Srilanka masih terdampar di Aceh

Sumber gambar, JUN HA
Kapal berisi 44 pengungsi etnis Tamil, Srilanka, masih terdampar di lepas pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, setelah sempat digiring ke luar perairan Indonesia hari Minggu (12/06).
Disebutkan oleh Kepala Imigrasi Banda Aceh, Herry Sudiarto, bahwa kapal itu pertama kali masuk perairan Aceh, pada Sabtu (12/6) malam.
"Jadi kala itu terdampar, terlihat oleh nelayan. Lalu dilaporkan kepada aparat polisi air," kata Herry Sidarto kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.
Setelah dihampiri oleh polisi air, diketahui bahwa kapal mengalami kerusakan mesin.
- <link type="page"><caption> Indonesia dan Australia bentuk mekanisme tangani pengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160323_indonesia_bali_process" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> UNHCR: Kebijakan Australia soal pengungsi tidak bisa diterima</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160323_dunia_pengungsi_indonesia" platform="highweb"/></link>
Penumpang dan awaknya berjumlah 44 orang, terdiri dari 20 laki-laki, 15 perempuan yang seorang di antaranya sedang hamil serta sembilan anak.

Sumber gambar, JUN HA
"Lalu kami kirim dua orang yang ahli membetulkan mesin. Sesudah mesinnya bisa diperbaiki, mereka meminta 7.000 liter bahan bakar," kata Herry pula.
"Kalau 7.000 liter, wah, tidak bisa. Jadi kami cuma memberi mereka 1000 liter."
Menurut Herry, mereka mengatakan kepada petugas imigrasi, polisi dan marinir bahwa tujuannya adalah Pulau Natal.
Lalu pada Minggu pagi, mereka dikawal ke luar perairan Indonesia.
"Namun Minggu malam, mereka kembali, dengan alasan mesinnya kembali rusak," kata Herry Sudiarto.
- <link type="page"><caption> Pengungsi Rohingya di Aceh 'mungkin akan habis' sebelum setahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160227_indonesia_pengungsi_rohingya_tenggat.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pejabat Australia 'membayar' penyelundup manusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151028_dunia_australia_amnesty" platform="highweb"/></link>
Kapal berbendera India itu bernama AAQHAG itu dengan nomor registrasi TN-1-FV-00455.09, yang menurut wartawan BBC India, mengisyaratkan bahwa kapal berasal dari daerah Tamil Nadu India.
Sekarang kapal masih terdampar sekitar 400 meter dari pantai.

Sumber gambar, JUN HA
Seorang wartawan Aceh, Junaidi Hanafiah, mengatakan, para wartawan tak diizinkan naik ke kapal dan hanya bisa mendekati dengan perahu kecil hingga berjarak sekitar tiga meter dari kapal.
"Para pengungsi melambaikan tangan memanggil-manggil kami, tapi kami tak bisa naik ke kapal mereka," kata Junaidi.
"Saya melihat, ada dua orang yang terjun ke laut, terus berusaha berenang ke pantai. Tapi dikejar oleh petugas, ditangkap, dan dibawa dengan perahu petugas," kata Junaidi pula.
Menurut Junaidi dari kejauhan para pengungsi tak tampak kelaparan atau sakit. "Mereka kelihatannya cukup sehat, mungkin karena sebelumnya sudah dikirim makanan."
Sebelumnya, Kepala Imigrasi Banda Aceh, Herry Sudiarto, mengatakan sejak Sabtu malam para penumpang memang sudah dipasok makanan, air, dan obat-obatan.
Menurut Herry Sidarto, mereka kini menunggu petugas dari badan PBB untuk pengungsi, UNHCR, yang akan datang dari Jakarta dalam waktu dekat, untuk menentukan, langkah selanjutnya yang akan diambil.









