Thailand percepat sidang kasus perdagangan manusia

Jasad orang Rohingya

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Jasad pengungsi Rohingya dimakamkan kembali setelah ditemukan kuburan massal di perbatasan Thailand-Malaysia Mei 2015.

Sidang kasus perdagangan manusia dari wilayah Thailand ke Malaysia dengan 92 terdakwa ditargetkan rampung dalam tempo satu tahun.

Demikian dikatakan oleh juru bicara Kejaksaan Agung Thailand, Prayuth Porsuttayaruk.

Terdakwa antara lain meliputi seorang jenderal militer dan sejumlah perwira polisi.

Mereka ditangkap setelah ditemukan kuburan-kuburan di kamp perdagangan manusia di wilayah perbatasan dengan Malaysia pada Mei lalu. Di antara yang meninggal dunia diketahui sebagai orang Rohingya dari Myanmar.

  • <link type="page"><caption> Perdagangan manusia ke Malaysia 'masih terjadi'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160218_dunia_malaysia_perdagangan_manusia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sejumlah kuburan massal ditemukan di Malaysia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150524_dunia_malaysia_kuburan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Malaysia sayangkan pengungsi Rohingya lari dari Aceh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160223_dunia_pengungsi_rohingya_aceh" platform="highweb"/></link>

Seorang pejabat tinggi kepolisian Thailand melarikan diri ke Australia Desember 2015 untuk mencari suaka di sana.

Dia mengaku ditekan oleh militer, polisi dan politikus untuk tidak terlalu bersemangat dalam melakukan pengejaran terhadap kelompok penyelundup manusia.

Pengadilan mulai mendengarkan kesaksian pada Januari ini tetapi sejumlah kelompok hak asasi manusia menyampaikan kekhawatiran akan keselamatan para saksi mata.

Penemuan kuburan-kuburan di dekat perbatasan Thailand-Malaysia tersebut mendorong seruan agar kedua negara giat memberantas perdagangan manusia, sebagian korban adalah orang Rohingya yang melarikan diri dari penindasan di Myanmar dan migran Bangladesh yang ingin mencari kerja di Malaysia.

Namun beberapa bulan setelah peristiwa yang menggemparkan itu, praktik perdagangan manusia tampaknya masih terjadi. Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Nur Jazlan Mohamed mengakui tak mungkin aparat mengawasi perbatasan yang amat panjang.

Namun ditambahkannya keamanan perbatasan ditingkatkan menyusul pembentukan unit baru.