Kapal pengungsi etnis Tamil menepi di pantai Aceh

Kapal berisi 44 pengungsi etnis Tamil itu terdampar di perairan Aceh, sejak Sabtu (11/06) malam.

Sumber gambar, JunHa

Keterangan gambar, Kapal berisi 44 pengungsi etnis Tamil itu terdampar di perairan Aceh, sejak Sabtu (11/06) malam.

Kapal berisi 44 pengungsi etnis Tamil menepi di Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Selasa (14/06), pukul 13.10 WIB. Akan tetapi, tiada satupun pengungsi yang turun ke pantai.

Seorang wartawan Aceh, Junaidi Hanafiah, mengatakan kapal terombang-ambing sejak pagi lantaran tali jangkarnya putus. Kapal tersebut kemudian semakin mendekati Pantai Lhoknga.

“Kapal sudah di tepi pantai, penumpangnya tinggal loncat dari kapal. Para penumpang kapal tampak berteriak-teriak, namun nelayan dan warga setempat tidak berani mendekat karena sudah diperintahkan polisi dan imigrasi untuk tidak mendekati kapal,” kata Junaidi kepada BBC Indonesia.

  • <link type="page"><caption> Kapal 44 pengungsi Srilanka masih terdampar di Aceh </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160613_indonesia_pengungsi_srilanka" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Indonesia dan Australia bentuk mekanisme tangani pengungsi </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160323_indonesia_bali_process" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pengungsi Rohingya di Aceh 'mungkin akan habis' sebelum setahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160227_indonesia_pengungsi_rohingya_tenggat.shtml" platform="highweb"/></link>

Sebelumnya, Kepala Imigrasi Banda Aceh, Herry Sudiarto, mengatakan pihaknya tidak akan menampung para pengungsi karena tujuan mereka bukan ke Indonesia, melainkan ke Pulau Christmas, Australia.

“Hari ini kami akan kirimkan bahan bakar sekitar 6.000 liter supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan,” kata Herry.

Kapal tersebut mengangkut 44 pengungsi, termasuk seorang perempuan hamil dan sembilan anak.

Sumber gambar, JUN HA

Keterangan gambar, Kapal tersebut mengangkut 44 pengungsi, termasuk seorang perempuan hamil dan sembilan anak.

Kapal itu pertama kali terlihat nelayan masuk perairan Aceh, pada Sabtu (11/06) malam. Setelah dihampiri oleh polisi air, diketahui bahwa kapal mengalami kerusakan mesin.

Penumpang dan awaknya berjumlah 44 orang, terdiri dari 20 laki-laki, 15 perempuan yang seorang di antaranya sedang hamil serta sembilan anak.

Lalu pada Minggu (12/06) pagi, mereka dikawal ke luar perairan Indonesia. Namun, kata Herry, kapal itu kembali pada Minggu malam dengan alasan mesinnya mengalami kerusakan lagi.

Kapal berbendera India itu bernama AAQHAG itu dengan nomor registrasi TN-1-FV-00455.09, yang menurut wartawan BBC India, mengisyaratkan bahwa kapal berasal dari daerah Tamil Nadu India.

Berdasarkan data Badan PBB yang menangani pengungsi (UNHCR), sebanyak 13.679 orang pengungsi dan pencari suaka berada di Indonesia per Januari 2016. Sebagian dari mereka telah berada di Indonesia selama bertahun-tahun.