Tiba di Jakarta, 10 ABK jalani pemeriksaan kesehatan

ABK

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Para ABK tiba di Halim Perdanakusuma pada Minggu menjelang tengah malam.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan 10 anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya disandera oleh kelompok pemberontak Filipina, Abu Sayyaf, akan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta.

Rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan adalah RSPAD Gatot Subroto.

Retno Marsudi menyampaikan kepastian itu setelah 10 ABK WNI tiba di Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pesawat carteran pada Minggu malam (01/05).

"Selanjutnya kesepuluh ABK WNI tersebut akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan kesehatan. Rumah sakit yang akan digunakan adalah Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto," kata menteri luar negeri.

ABK Indonesia

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Para ABK menyantap makanan di kota Jolo, Pulau Sulu, Filipina selatan pada Minggu (01/05).
Retno Marsudi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Retno Marsudi belum mengungkap apakah pembebasan sandera melibatkan pembayaran tebusan.

"Jadi malam ini dan besok, semuanya akan tergantung pada situasi, akan dilakukan, sekali lagi, pemeriksaan kesehatan kepada 10 ABK tersebut," tambah Retno Marsudi dalam keterangan pers di Halim Perdanakusuma usai menyambut 10 ABK.

  • <link type="page"><caption> Presiden: Pembebasan 10 WNI dari Abu Sayyaf hasil kerja sama banyak pihak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160501_indonesia_wni_sandera_bebsa" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> 10 WNI di Filipina dibebaskan penyandera</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160501_indonesia_10_wni_filipina_bebas" platform="highweb"/></link>

Dengan pembebasan 10 ABK ini, maka masih ada empat ABK warga negara Indonesia yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina selatan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memastikan pembebasan 10 WNI itu. Dikatakan oleh presiden bahwa pembebasan 10 WNI dilakukan atas kerja sama berbagai pihak, terutama pemerintah Filipina.