Sandera di Filipina dipenggal, PM Kanada 'marah besar'

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyampaikan kemarahan atas pembunuhan John Ridsdel, sandera Kanada yang diculik kelompok militan Islam di Filipina selatan enam bulan silam.
PM Justin Trudeau menggambarkan insiden ini sebagai pembunuhan berdarah dingin.
- <link type="page"><caption> Menlu RI kembali tegaskan pemerintah tak akan bayar uang tebusan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160419_indonesia_tebusan_retno.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Komandan senior Abu Sayyaf luka parah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160412_dunia_abu_sayyaf.shtml" platform="highweb"/></link>
"Saya marah mendengar berita bahwa warga Kanada, John Ridsdel, yang disandera sejak 21 September 2015, dibunuh oleh orang-orang yang menculiknya," kata PM Trudeau, hari Senin (25/04).
"Pemerintah Kanada dan pemerintah Filipina akan membawa para pelaku pembunuhan ke pengadilan," katanya.
Sebelumnya, kepala seseorang yang terpenggal di temukan di pulau terpencil dan sudah dipastikan kepala ini adalah bagian dari jenazah Ridsdel, yang sebelumnya dikenal sebagai direktur perusahaan pertambangan.
Bersama beberapa warga asing ia diculik ketika berada di kapal pesiar di dekat kota Davao.
Beberapa bulan lalu, kelompok Abu Sayyaf, mengeluarkan video yang memperlihatkan Ridsdel, dan kelompok ini meminta tebusan US$80 juta.
Kelompok penculik mengatakan Ridsdel akan dibunuh jika uang tebusan tak dibayarkan pada 25 April.









