Presiden: Pergantian pimpinan KPK 'tidak pengaruhi kinerja KPK'

Usai diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, pimpinan KPK yang baru dan lama berfoto bersama di gedung baru.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Usai diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, pimpinan KPK yang baru dan lama berfoto bersama di gedung baru.

Presiden Joko Widodo mengatakan pergantian pimpinan KPK tidak akan mempengaruhi kinerja lembaga tersebut, karena dia meyakini bahwa kelembagaan KPK sudah berjalan baik.

Hal itu diutarakan Presiden Jokowi dalam pidato sambutannya sesaat sebelum meresmikan gedung KPK yang baru, Selasa (29/12) pagi.

"Kelembagaan KPK sudah berjalan dengan baik, sehingga pergantian KPK tidak akan mempengaruhi kinerja KPK," kata Presiden, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Pijar Anugrah.

Penegasan Presiden ini sepertinya menanggapi sikap pesimistis yang ditunjukkan sebagian pegiat antikorupsi terhadap <link type="page"><caption> hasil uji kepatutan dan kelayakan DPR atas pimpinan KPK</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151217_indonesia_kpk" platform="highweb"/></link> yang baru.

Para aktivis anti korupsi juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mendukung KPK yang seolah bertolak belakang dengan kebijakan pemerintahan Jokowi yang mendukung <link type="page"><caption> revisi UU KPK</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2012/09/120927_revisiuukpk" platform="highweb"/></link>.

Isu revisi UU KPK

Namun demikian, dalam sambutannya, Presiden meminta KPK harus dijaga sebagai lembaga yang independen yang "bebas dari pengaruh kekuatan-kekuatan politik".

"Independensi KPK harus didorong terus melalui langkah hukum yang profesional, kredibel, transparan dan akuntabel" katanya.

Presiden Joko Widodo mengharapkan KPK tetap mampu menjaga independen dari kepentingan politik.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Presiden Joko Widodo mengharapkan KPK tetap mampu menjaga independen dari kepentingan politik.

Sementara itu, Ketua KPK yang baru, Agus Rahardjo, mengatakan pihaknya akan "mengevaluasi" sikap pimpinan KPK sebelumnya yang mendukung upaya revisi UU KPK.

"Akan kita evaluasi," kata Agus Rahardjo kepada wartawan usai peresmian gedung KPK yang baru.

Namun demikian, dia menggarisbawahi bahwa pembahasan RUU revisi KPK itu merupakan wewenang "DPR dan Presiden (pemerintah)."

Dimintai tanggapan atas isi pidato Presiden yang meminta agar KPK bebas dari intervensi politik, Agus berkata: "Beban itu ada di kami. Kami harus menjaga kepercayaan rakyat."

Sinergi dengan kepolisian dan kejaksaan

Di hadapan para undangan, Presiden juga mengharapkan agar KPK meningkatkan sinergi antar lembaga penegak hukum.

"Saya tekankan bahwa dalam pemberantasan korupsi, kita memerlukan KPK yang kuat, kepolisian yang kuat, dan kejaksaan yang kuat," kata Presiden.

Jokowi kemudian menekankan: "Saya melihat ego sektoral sering kali menjadi penghambat keberhasilan pemberantasan korupsi."

Presiden dalam sambutannya meminta KPK dapat meningkatkan kerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan.

Sumber gambar, aliansi bandung untuk indonesia

Keterangan gambar, Presiden dalam sambutannya meminta KPK dapat meningkatkan kerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan.

Presiden dalam pidatonya juga menekankan bahwa pemerintah mendukung KPK untuk "tetap bekerja menjalankan mandat yang diberikan rakyat melalui undang-undang".

"Saya berharap pimpinan baru KPK segera bekerja di gedung baru ini dengan semangat baru".

Gedung baru KPK terletak di lahan seluas 36.629 meter persegi dan terletak tidak jauh dari gedung KPK yang lama di Jalan HR Rasuna Said, Jaksel.

Pembangunan gedung KPK ini menelan dana dari APBN sebesar Rp315 miliar, kata Pelaksana harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Selasa (29/12).