Agus Raharjo dinilai punya konsep jelas berantas korupsi

Waktu membaca: 1 menit

Komisi III DPR menetapkan lima pemimpin KPK yang baru, Kamis (17/12) dan memilih Agus Rahardjo, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagai ketua KPK.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, mengatakan Agus Rahardjo terpilih karena pengalamannya dan juga memiliki konsep yang jelas dalam memberantas korupsi.

"Dia punya pengalaman yang begitu lama dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Jadi kalau kita ngomong soal korupsi APBN, di situlah episentrumnya," jelas Benny kepada wartawan BBC Liston Siregar.

"Dan dia juga mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasinya, untuk mencegahnya dan juga memiliki pengetahuan-pengetahuan teknis berkaitan dengan penanganan kasus-kaus korupsi."

Unjuk rasa mendukung KPK

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa ketika memberi dukungan pada KPK dalam 'sengketa' KPK dan Polri.

Sedangkan empat pimpinan lainnya adalah Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Laode Muhammad Syarif, dan Saut Situmorang.

Pendekatan yang berbeda

Pemilihan pimpinan KPK tampaknya masih dibayang-bayangi dengan <link type="page"><caption> 'sengketa' antara KPK dan Kepolisian Republik Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150216_kronologi_bg_kpk" platform="highweb"/></link> yang menyebabkan mundurknya Ketua KPK, Abraham Samad, dan Wakilnya Bambang Widjojanto, sementara pencalonan Komjen Budi Gunawan untuk jabatan Kaplori akhirnya ditarik.

Menurut Benny K Harman, pimpinan yang baru diharapkan memiliki pendekatan yang berbeda dalam berhubungan dengan lembaga penegak hukum lainnya.

"Kalau sebelumnya kepolisan dan kejaksaan dilihat sebagai musuh, sebagai kompetitior, maka dengan tim baru ini maka mereka akan memandang kepolisian dan kejaskaan sebagai mitra dalam memberantas korupsi."

Abraham Samad

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ketua KPK Abraham Samad mundur setelah diduga terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen.

Benny juga berpendapat bahwa tim baru akan lebih mandiri karena tidak punya 'beban dari masa lalu'.

"Mereka ini boleh dibilang lebih bebas dari beban-beban masa lalu dan tidak punya sejarah hubungan yang tidak bagus dengan lembaga-lembaga penegak hukum yang lain," katanya.

Selain itu, Benny menegaskan bahwa pemimpin KPK yang baru ini memiliki konsep yang jelas dalam memberantas korupsi.