Kasus Setya Novanto, Luhut: "Kalau tak salah, jangan dicari-cari"

Luhut

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Luhut Pandjaitan sebelumnya menolak untuk mempermasalahkan penyebutan namanya dalam rekaman.
    • Penulis, Ging Ginanjar
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak pernah berbicara dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid, namun datang ke pernikahan anak Setya Novanto karena 'perkawanan.'

Demikian dikatakan oleh Luhut dalam jumpa pers di Kantor Menko Polhukam pada Jumat (11/12) yang berlangsung cukup panas.

Tidak jelas mengapa dalam jumpa pers itu, tiga anggota Mahkamah Kehormatan Dewan, yang menangani kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden oleh Ketua DPT Setya Novanto, turut hadir. Mereka adalah Ridwan Bai dan Kahar Muzakir dari Golkar dan A. Kadir dari PAN.

Nama Luhut Pandjaitan disebut hingga 66 kali oleh Ketua DPR Setya Novanto atau pengusaha minyak M. Riza Chalid, dalam rekaman yang diambil oleh direktur utama Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin.

Joko Widodo

Sumber gambar, Kris Biro Pers

Keterangan gambar, Presiden Joko Widodo menyatakan kemarahan karena namanya dicatut.

Beberapa waktu lalu Luhut mengatakan jika Mahkamah Kehormatan Dewan tidak memanggilnya untuk memberikan keterangan, ia akan menggelar jumpa pers.

Namun jumpa pers berlangsung juga, kendati MKD sudah memutuskan akan memanggil Luhut hari Senin (14/12) mendatang.

“Saya ingin menggarisbawahi, saya tidak pernah berbicara dengan Setya Novanto apalagi Riza (tentang Freeport),” kata Luhut.

Namun di luar itu, ia mengatakan menunggu sidang MKD.

Luhut mengakui ia datang ke resepsi perkawinan anak Setya Novanto akhir pekan lalu, di tengah kontroversi kasus yang dikenal sebagai 'Papa Minta Saham" itu dengan sidang-sidangnya yang mendapat kecaman dari berbagai pihak.

"Ya saya datang, meskipun ada yang melarang," katanya. "Karena ini urusan perkawanan."

Luhut tak menjelaskan siapa yang melarang.

Namun ia kemudian memapar filsafatnya tentang perkawanan.

'Jangan berkawan hanya pas orang senang'

"Saya juga ingin mendidik kalian," katanya kepada para wartawan. "Jangan kalian berkawan hanya pas orang senang saja," tandasnya.

Ditanya apakah ia menginginkan sidang terbuka atau tertutup di MKD nanti, ia mengatakan, "Ya terbuka, lah."

"Saya tidak pernah takut karena saya tak pernah bikin apa-apa dengan Setya Novanto dan Riza Chalid."

 Maroef Sjamduddin

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dirut Freeport Indonesia, Maroef Sjamduddin saat sidang MKD.

Tentang isi rekaman, Luhut meminta untuk menunggu hasil sidang MKD.

"Kalau ada yang salah, dihukum, kalau tidak salah, jangan dicari-cari juga," Luhut melontarkan kata-kata bersayap.

"Kita hidup bukan dari persepsi saja," tambahnya, masih dalam kata-kata bersayap.

Saat kasus ini mulai meledak, Luhut Pandjaitan menolak untuk mempermasalahkan penyebutan namanya dalam rekaman yang menghebohkan itu.

Ia malah menganggap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang melaporkan hal ini ke MKD, <link type="page"><caption> sebagai sesuatu yang 'aneh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/11/151119_indonesia_luhut_freeport" platform="highweb"/></link>'.

Dalam kesempatan lain, ia mengaku tak merasa dicemarkan namanya kendati disebut sampai 66 kali dalam rekaman itu, dalam nada yang tidak positif.