Puing-puing pesawat Hercules dipindahkan

Sumber gambar, maskur abdullah
Proses evakuasi jenazah dan pemindahan puing-puing pesawat Hercules C-130 di Jalan Jaming Ginting, Medan, Sumatra Utara, ditargetkan selesai pada Rabu (01/07).
"Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi (jenazah). Insya Allah sudah selesai (hari ini)," kata Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen Edy Rahmayadi, di lokasi reruntuhan pesawat, seperti dilaporkan kontributor BBC Indonesia di Medan, Masykur Abdullah.
Sampai Rabu (01/07) pagi, menurut Mayjen Edy Rahmayadi, jumlah korban jiwa yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, berjumlah 141 jenazah.
Adapun keterangan dari RS Adam Malik sekitar pukul 09.30 WIB, tim Polri <link type="page"><caption> telah mengidentifikasi 59 jenazah dari 142 jenazah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150701_indonesia_update_korbanhercules" platform="highweb"/></link> yang telah dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat.
Selain mengevakuasi jenazah korban pesawat, menurut Mayjen Edy Rahmayadi, pasukan TNI mulai memotong puing pesawat Hercules tersebut.
Puing pesawat dipindahkan
"Sekarang yang tersisa ekor pesawat Hercules," kata kontributor BBC di Medan, Masykur Abdullah, yang berada di lokasi reruntuhan puing pesawat, Rabu siang.

Sumber gambar, maskur abdullah
Rencananya, potongan puing pesawat itu akan diangkut menggunakan truk menuju ke Lanud Soewondo, Medan, sebelum diteliti lebih lanjut.
Keterangan resmi RS Adam Malik menyebutkan, proses identifikasi -yang dilakukan tim forensik dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri- masih berlangsung.
Pesawat nahas ini mengangkut 113 orang yang terdiri dari awak pesawat dan anggota keluarga yang hendak mengikuti personel militer berpindah tugas.
Mereka semua dikhawatirkan meninggal dunia. Selain awak dan penumpang pesawat, sejumlah warga diketahui meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan gedung atau tertabrak pesawat Hercules tersebut.
Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan, Mayjen TNI Edy Rahmayadi memimpin langsung proses evakuasi bangkai pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (1/7) dini hari.

Sumber gambar, AFP
Berdasarkan pengamatan wartawan di lokasi, Mayjen Edy Rahmayadi mengarahkan serdadu-serdadu TNI untuk mengambil beberapa jenazah yang tertimbun bangunan. Bahkan, dia acap kali meminta para prajurit tersebut untuk berhati-hati.
”Hai kamu, coba lihat saya, mohon pelan-pelan jangan sampai ada tak utuh mayatnya. Coba pelan ayo ambil,” katanya kepada anak buahnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada personel TNI untuk membagi tim menjadi tiga bagian agar proses evakuasi berjalan cepat. Karena itu, dia sesekali memanggil personel yang bertugas.
”Danyon Zipur mana? Ayo mana anggota? Pelan-pelan bagi tiga tim kita selesaikan. Jangan ada yang tidur kita kerja keras harus segera evakuasi,” ujarnya.
Penyisiran lokasi
Hingga Rabu pagi, aparat gabungan dari kepolisian dan TNI ini masih melakukan penyisiran di lokasi jatuhnya pesawat. Sejauh ini, sudah 141 kantong mayat dikirim dari lokasi ke RSUP Adam Malik.
“Hingga pukul 06.45 WIB, sudah 141 kantong jenazah yang dibawa ke RSUP Adam Malik,” kata anggota Humas Polda Sumut, Kompol A Tarigan di RSUP Adam Malik.
Menurut dia, dari 141 kantong jenazah itu yang sudah teridentifikasi sebanyak 34 jenazah. Para korban terdiri dari anggota TNI maupun masyarakat sipil.
“Total terindentifikasi 34 jenazah. 24 itu anggota TNI AU, 6 anggota TNI AD, dan 4 sipil,” pungkasnya













