#TrenSosial: Pulang Konvoi, inisiatif warga hindari begal malam hari

Sumber gambar, TWITTER
Khawatir atas maraknya aksi begal, seorang komuter menginisiasi gerakan #PulangKonvoi sehingga pengendara motor bisa pulang bersama-sama jika sudah larut malam.
Awang Dito, 30, adalah pegawai swasta yang sehari-hari pulang-pergi naik motor dari daerah Pondok Cabe ke daerah Jakarta Pusat.
Dia mengaku semakin khawatir terhadap aksi begal setelah ada peristiwa <link type="page"><caption> pembakaran 'pelaku begal'</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150223_trensosial_begal.shtml" platform="highweb"/></link> di Tangerang Selatan.
"Seminggu terakhir, saya jadi pulang dengan teman kantor saya yang searah. Kalau dia belum selesai kerja saya tunggu, begitu juga sebaliknya, supaya bisa pulang bareng," katanya kepada BBC Indonesia.
"Dari situ, mulai obrolan-obrolan antar teman kantor, bagaimana supaya pulang kantor lebih aman, tanpa harus ada ancaman sana-sini. Semakin ramai obrolannya akhirnya kita mencetuskan #PulangKonvoi ini."
Melalui @PulangKonvoi di Twitter, mereka memfasilitasi pengendara motor yang ingin mencari teman konvoi untuk pulang ke rumah.

Sumber gambar, TWITTER
Pengguna Twitter tinggal mencantumkan data arah pulang, waktu, dan tempat kumpul, serta mention ke @PulangKonvoi. Pengguna lain yang mencari teman pulang ke arah yang sama tinggal membalas pesan itu.
Konvoi, menurut Dito, sudah dilakukan beberapa kali. Namun, ada pengguna Twitter yang masih ragu. Enigma Cipher melalui akun @goenrock mengatakan, "Ini gimana kalau begalnya ternyata malah berpura-pura jadi teman konvoi juga?"
"Dikendalikan"
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi aksi begal.
"Keadaan kami kendalikan, sudah ada penangkapan 244 tersangka dari 143 kejadian. Selain itu, kami juga melakukan pemutusan mata rantai dari pelaku dan penerima. Dalam dua hari ini kami mengungkap beberapa kios yang menjual suku cadang dari motor curian, dan hasilnya cukup signifikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul.
Dia mengatakan praktik begal saat ini tidaklah dikategorikan "parah" dan dibandingkan tahun lalu jumlahnya menurun.
"Jumlah tidak banyak tetapi mereka melakukannya lebih sadis, membacok dan menusuk. Dulu tidak begitu, dulu mereka menghadang, menghentikan, berdialong, kalau ada perlawanan baru melakukan kekerasan."
"Dari 2014 dan 2015 penurunan 7,9% , tetapi dari jumlah korban luka dan meninggal (saat ini) itu yang kami perhatikan."

Sumber gambar, AFP GETTY IMAGES
Namun sebagai langkah antisipasi Martinus mengatakan pengendara motor hendaknya tidak sendiri jika pulang malam. "Hindari jalan gelap, simpan nomor kontak polisi jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kalau ada yang mengikuti, berhenti di tempat yang ramai atau pacu motor lebih cepat," sarannya.
Selain inisiatif PulangKonvoi, sejumlah komunitas motor juga melakukan patroli untuk membuat wilayah aman seperti yang dilakukan Bikers Depok Anti Kekerasan (BIDAK). Menurut sejumlah laporan media, komunitas yang berpatroli malam hari ini bahkan sudah menangkap beberapa orang yang terduga melakukan aksi begal.














