#TrenSosial: Kejar gelar doktor fisika di Oxford karena penasaran

firman kasim

Sumber gambar, Firman Kasim

Keterangan gambar, Firman meneliti laser plasma di Wolfson College, Universitas Oxford.

Mahasiswa program doktoral di Universitas Oxford, Muhammad Firmansyah Kasim, mengatakan ia melanjutkan studi dalam bidang fisika karena penasaran.

Menjawab sejumlah pertanyaan dari <link type="page"><caption> #KabarDariInggris di Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10155239726540434" platform="highweb"/></link>, Firman mengatakan ia masih merasa ilmu yang ia dapatkan masih belum banyak.

Lulusan Institut Teknologi Bandung ini terpilih sebagai salah satu dari tiga mahasiswa pertama Indonesia yang diterima <link type="page"><caption> magang di organisasi penelitian nukir Eropa, CERN</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/05/130513_iptek_cernitb" platform="highweb"/></link>, di Jenewa, Swiss pada pertengahan tahun 2013.

"Saya mengejar gelar doktor ini karena masih penasaran dengan ilmu fisika," kata Firman, 24 tahun.

Pagi wawancara, siang diterima

Wolfson College

Sumber gambar, Firman Kasim

Keterangan gambar, Wolfson College, salah satu dari puluhan college di Universitas Oxford.

Pada saat di Jenewa, Firman mendaftar untuk program doktoral di Oxford.

"Diwawancara pagi, siang diterima," kata Firman yang melakukan penelitian laser plasma dan melakukan eksperimen untuk fisika partikel di Wolfson College, Universitas Oxford.

Komentar di Facebook BBC Indonesia

Sumber gambar, FACEBOOK

Ia mengatakan salah satu upayanya untuk menuntut ilmu di universitas di luar negeri adalah punya pengalaman bekerja di lingkungan internasional.

"Nah, untuk mempersiapkan itu, saya biasanya gunakan waktu saat libur semester untuk mengerjakan berbagai proyek-proyek pribadi, kebanyakan proyek programming," kata Firman kepada BBC Indonesia.

Firman sempat diterima magang di Universiti Teknologi Malaysia dan juga di CERN, Jenewa.

"Magang di UTM dan di CERN itulah yang mungkin membantu saya diterima di Oxford," tambahnya.

Kapan kembali ke Indonesia?

Sejumlah komentar dari lebih 500 respon di Facebook antara lain dari Kemala Gustiani dan Yuni Krisnandi yang menanyakan rencana pulang ke Indonesia.

Firman Kasim

Sumber gambar, Firman Kasim

Keterangan gambar, Ilmu fisika yang dipelajari sejauh ini masih sedikit, kata Firman.

Firman mengatakan, "Kemungkinan besar saya masih akan cari pengalaman dulu di luar negeri beberapa tahun soalnya ilmu yang saya pelajari masih belum seberapa."

Cern

Sumber gambar, Firman Kasim

Keterangan gambar, Magang di CERN, Jenewa pada pertengahan tahun 2013.

Ada dua opsi, yang pertama tetap lanjut bekerja di kolaborasi internasional yang saat ini saya tergabung di dalamnya, jadi saat balik ke Indonesia, bisa menjalin networking yang baik dengan kolaborasi ini atau pindah ke bidang lain yang kira-kira punya aplikasi langsung untuk Indonesia.

"Inti dari yang saya rasakan dari pengalaman-pengalaman saya adalah tetap berusaha dan berpikir positif."