Banjir kembali lumpuhkan Jabodetabek

banjir
Keterangan gambar, Banjir merendam beberapa permukiman di Bekasi

Hujan deras sejak Senin malam hingga Selasa pagi (04/02) kembali mengakibatkan sebagian kawasan Jabodetabek terendam dan lalu lintas dilanda kemacetan.

Salah satu wilayah dengan banjir terparah adalah Bekasi. Berbagai ruas jalan macet panjang sejak pagi akibat tingginya genangan air.

Pantauan wartawan BBC Dewi Safitri, beberapa sekolah di kota Bekasi bahkan terpaksa meliburkan atau mengurangi kegiatan belajar dan memulangkan siswa lebih awal.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan genangan air rata di lima kawasan Jakarta.

Air di kawasan Grogol mencapai ketinggian 40 cm, sedangkan akses ke Bandara Internasional Soekarno Hatta juga digenangi air 20 cm.

Di beberapa perumahan di Cengkareng, air mencapai ketinggian satu meter.

Traffic Management Centre Polda Metro Jaya meminta warga berhati-hati dengan lubang besar di jalan serta mencari jalur alternatif.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan terus mengguyur Jabodetabek dengan suhu udara berkisar antara 24-32 Celcius.

banjir
Keterangan gambar, Hujan deras turun selama delapan jam sejak Senin malam

Perjalanan kereta lancar

Sementara itu, perjalanan kereta komuter berjalan lancar sehari sesudah terjadi gangguan listrik yang mengakibatkan penumpukan penumpang.

Kereta komuter setiap harinya menjadi andalan 600 ribu warga untuk bepergian dari dan ke Jabodetabek, sehingga gangguan sekecil apa pun berdampak cukup besar bagi penumpangnya.

Pada Senin (03/02) pagi, pantograf atas kereta komuter jurusan Bogor-Jakarta mengalami kerusakan dan berhenti sebelum mencapai stasiun Depok.

Akibatnya kereta yang berada di belakangnya mengantre dan penumpang pun menumpuk.

Warga berkeluh kesah di media sosial dan banyak karyawan yang terlambat karena menunggu kereta hingga tiga jam.