Siaga banjir, ribuan mengungsi di Jakarta

Sejumlah wilayah Jakarta, terutama wilayah utara, masih rawan banjir seiring tingginya muka air di beberapa pintu air dan curah hujan yang masih tinggi.
Lebih dari 10.500 warga mengungsi dan tujuh orang dinyatakan meninggal dunia akibat sakit atau terbawa arus air, demikian dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta.
Dari pantauan pada Minggu (19/01) pagi, Pintu Air Karet, Waduk Pluit, Sunter Utara, Sunter Selatan, dan Angke Hulu masih berstatus Siaga I atau Kritis. Sementara pintu air Manggarai <link type="page"><caption> statusnya sudah turun ke Siaga II.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140118_banjirjkt.shtml" platform="highweb"/></link>
"Banjir [juga] masih akan menggenang di sekitar bantaran sungai di Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam sebuah penyataan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan masih berpeluang turun dengan intensitas sedang hingga lebat sampai Senin (20/1) terutama pada malam hari.
Puncak musim hujan diperkirakan <link type="page"><caption> berlangsung hingga awal Februari 2014 nanti.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140117_cuacaekstrim.shtml" platform="highweb"/></link>
Selain di Jakarta, banjir juga melanda sejumlah daerah. Sebanyak tujuh kabupaten dan ribuan rumah di Jawa Barat terendam banjir karena tanggul jebol.
Semetara itu di Manado, Sulawesi Utara, <link type="page"><caption> puluhan orang tewas akibat banjir bandang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140116_update_banjir_manado.shtml" platform="highweb"/></link> yang melanda Rabu (15/10) kemarin.









