Perempuan korban pemerkosaan polisi justru jadi terdakwa – 'Semoga tidak ada yang berada dalam posisi yang sama dengan saya'

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Rebecca Woods
- Penulis, Hayley Mortimer
- Peranan, BBC File on 4 Investigates
- Waktu membaca: 7 menit
Artikel ini mengandung konten yang membahas kekerasan seksual yang dapat memicu trauma. Disarankan untuk tidak meneruskan membaca jika merasa cemas dan carilah bantuan profesional jika diperlukan.
Ruth, bukan nama sebenarnya, tidak pernah menyangka akan berakhir di kursi terdakwa karena upayanya melaporkan pemerkosaan yang dialaminya. Pelaku pemerkosaan adalah pasangannya, yang bekerja sebagai polisi. Hingga kini, pelaku tidak dituntut atas kejahatan apapun.
Ruth, oleh kepolisian Inggris, dituduh membuat laporan pemerkosaan palsu. Dia juga dituding menghalangi proses hukum, yang ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup.
Ruth harus berjuang bertahun-tahun untuk membersihkan namanya hingga akhirnya dibebaskan.
Peristiwa itu terjadi pada 2019 dan menjadi pertemuan terakhir antara Ruth dan kekasihnya. Pada awal 2020, selang tujuh bulan dari kejadian, Ruth memutuskan melapor ke kepolisian Inggris mengenai pemerkosaan ini.
"Saya merasa jika tidak melaporkannya, saya tidak bisa melanjutkan hidup saya lagi," kata Ruth. Namun, laporan tersebut berbalik menyerangnya.
Menurut lembaga penuntutan di Kerajaan Bersatu (UK), yakni Crown Prosecution Service (CPS), jumlah orang yang dituntut karena membuat klaim pemerkosaan palsu sangat kecil setiap tahunnya.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Data resmi CPS terbaru, yang diambil terakhir pada periode 2011-2012, menunjukkan ada 5.651 kasus penuntutan pemerkosaan di Inggris dan Wales.
Sedangkan, jumlah kasus penuntutan atas tuduhan pemerkosaan palsu tercatat 35 perkara.
Pembaharuan pedoman CPS pada periode tersebut ditengarai menyebabkan penurunan kasus penuntutan pemerkosaan palsu.
Tuduhan soal aduan pemerkosaan palsu berakibat orang yang dituduh akan menghabiskan waktu di sel polisi atau penjara sebelum persidangan.
Jika kemudian mereka didakwa, nama mereka biasanya akan dipublikasikan. Bahkan mereka yang dibebaskan karena tuduhan pemerkosaan palsu juga dapat menghadapi stigma.
Pedoman CPS menyatakan penting bagi polisi untuk melihat dampak merusak yang dapat ditimbulkan oleh tuduhan pemerkosaan palsu sehingga kasus-kasus ini harus ditangani dengan tegas.
"Standar untuk kasus-kasus ini memang tinggi. Keputusan untuk menuntut harus disetujui oleh pengacara di tingkat tertinggi organisasi" kata pihak CPS kepada BBC.
Namun dalam kasus Ruth yang didakwa melaporkan tuduhan pemerkosaan palsu, hakim malah mengatakan seolah-olah "seluruh penuntutan dibuat atas dasar yang salah".
Hakim kemudian mengangkat pertanyaan serius tentang penanganan kasus tersebut, termasuk satu bukti kunci yaitu rekaman audio rahasia yang dibuat oleh mantan pasangan Ruth.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Ruth dan pria yang dilaporkannya ini memiliki hubungan yang intens meski baru berjalan singkat. Pada musim panas 2019, relasi tersebut kandas usai pertemuan yang berujung pada pemerkosaan.
Kala itu, Ruth dengan berat hati menyetujui tindakan seksual tertentu dengan dua syarat. Salah satu syaratnya adalah pasangannya harus berhenti jika dia mengatakan itu menyakitkan.
Selama hubungan seksual berlangsung, Ruth kemudian secara eksplisit menarik persetujuannya.
"Sungguh, sungguh, sungguh menyakitkan," katanya.
Akan tetapi, pasangannya tidak berhenti.
Setelah itu, keduanya bertengkar. Pasangannya berkata hubungan mereka sudah berakhir.
Pascakejadian tersebut, Ruth merasa kesakitan sehingga pergi ke dokter umum yang kemudian merujuknya ke rumah sakit untuk tes swab dan pemeriksaan. Ia pun meyakini dirinya telah diperkosa.
"Semula, saya memilih tidak akan melaporkannya karena dia adalah seorang polisi," kenangnya.
Ia mencoba melupakan apa yang terjadi. Namun, ia mengalami kesulitan dalam hubungan intim saat menjalani hubungan baru beberapa bulan kemudian. Ia pun memutuskan untuk mengajukan laporan pemerkosaan ke Kepolisian Warwickshire.
Mantan pasangannya yang merupakan seorang polisi dari Kepolisian West Midlands ditangkap dan diinterogasi. Dalam pemeriksaannya, ia membantah telah memperkosa Ruth.
Sebagai bukti bahwa hubungan seksual tersebut dilakukan dengan persetujuan, dia memutar rekaman audio yang dia rekam secara rahasia di ponselnya selama hubungan seksual. Menurut dia, rekama itu membuktikan bahwa Ruth berbohong.
Petugas Kepolisian Warwickshire yang menyelidiki kasus tersebut setuju dengannya. Bahkan para polisi ini menyebut dapat mendengar Ruth "tertawa dan menyetujui".
Baca juga:
Enam minggu berlalu, Kepolisian Warwickshire menyatakan tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap mantan pasangannya. Akan tetapi, Ruth justru menerima panggilan telepon dari kepolisian yang memintanya hadir dalam wawancara sukarela.
"Saya pikir mereka benar-benar mendukung saya, tapi kemudian situasinya berubah dengan cepat," katanya. "Mereka mengatakan saya adalah perempuan yang ditolak. Dia tidak menginginkan saya. Jadi, saya menuduhnya melakukan pemerkosaan."
Dalam wawancara dengan kepolisian, Ruth mengetahui tentang rekaman audio rahasia mantan pasangannya.
Pada November 2020, sembilan bulan setelah mengajukan tuduhannya, Ruth didakwa dengan tuduhan menghalangi proses hukum.
Ruth tidak bersalah
Upaya menghalang-halangi proses hukum artinya secara sengaja mengganggu sistem peradilan. Hal ini mencakup kejahatan seperti memberikan alibi palsu untuk melindungi teman atau kerabat, menghancurkan atau menyembunyikan bukti, mengancam saksi, atau membuat tuduhan palsu.
Ketika menuntut dugaan tuduhan pemerkosaan palsu, kepolisian di Inggris dan Wales harus menaikkan keputusan untuk menuntut ke tingkat tertinggi dengan memberitahu direktur penuntutan umum.
Menurut panduan CPS, otoritas harus memiliki bukti untuk membuktikan bahwa seseorang telah membuat tuduhan palsu.
Dalam kasus Ruth, selain rekaman audio, petugas penyelidik mengatakan ada ketidakkonsistenan yang signifikan antara tuduhan yang dibuat Ruth dan pesan WhatsApp yang dia kirimkan kepada pasangannya saat itu, yang memberikan persetujuan untuk berhubungan seks.
Ketika persidangan Ruth akhirnya dimulai pada April 2023, pengacara penuntut memberitahu pengadilan bahwa rekaman dan pesan, serta perilakunya sebelum dan setelah insiden tersebut, merupakan bukti bahwa Ruth telah berbohong.
Mereka merujuk pada transkrip rekaman, tetapi memilih tidak memutar rekaman audio kepada juri.
Namun, pengacara Ruth, Sophie Murray, memutarnya.
Baca juga:
Ketika rekaman diputar, Ruth terdengar mengatakan dia merasa sakit dan berkata kepada pasangannya, "tidak" dan "keluarkan itu".
Bahkan suara tawa dan kenikmatan yang dijadikan bukti persetujuan oleh pelaku dan para polisi rupanya bukan berasal dari Ruth.
Tim pembelanya telah menganalisis berkas audio dan menemukan bahwa suara-suara itu sebenarnya dibuat oleh aktor dalam film porno yang diputar di latar belakang.
"Tiba-tiba seluruh ruangan berubah," kenang Ruth.
Momen tersebut merupakan kali pertama bagi Ruth mendengar rekaman dugaan pemerkosaan tersebut. Ia kemudian menggambarkannya "lebih buruk dari yang diingat".
Murray mengingat Ruth berada tepat di belakangnya saat mendengarkan rekaman audio itu di pengadilan. Ia bisa merasakan kliennya sangat sakit dan terluka. "Mungkin itu salah satu momen terberat dalam karier profesional saya," ujar Murray.
Pembelaan Ruth pun tetap pada "persetujuan bersyarat"nya yang telah dilanggar.
Undang-Undang Kejahatan Seksual 2003 menyatakan bahwa seseorang dapat menetapkan syarat saat memberikan persetujuan untuk berhubungan seks. Misalnya, penggunaan kondom. Apabila syarat-syarat tersebut dilanggar, hubungan seks dianggap tidak disetujui.
Dalam kesaksian lisan sebagai korban saat itu, mantan pasangan Ruth menggambarkan dituduh melakukan pemerkosaan merupakan "mimpi buruk yang nyata" dan berkata Ruth telah secara tegas menyetujui hubungan seksual tersebut.
Namun saat diperiksa silang oleh Murray, mantan pasangan Ruth mengakui bahwa Ruth telah meminta agar ia menghentikan hubungan seksual jika terasa sakit. Akan tapi, hal itu tidak dilakukannya.
Juri membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk memutuskan Ruth tidak bersalah atas tuduhan menghalang-halangi proses hukum.
Namun karena ini bukan sidang pemerkosaan, putusan tersebut tidak berarti juri membenarkan Ruth telah diperkosa. "Saya tidak menangis, saya tidak berteriak," katanya tentang putusan tidak bersalah. "Saya tidak benar-benar tahu apa yang saya rasakan jujur saja."
Hakim pun mengajukan pertanyaan tentang bagaimana CPS dan Kepolisian Warwickshire mengambil keputusan terkait hal ini. Hakim juga meminta agar penyelidikan pemerkosaan asli dibuka kembali.
Apa yang terjadi selanjutnya?
CPS berkata pada BBC bahwa mereka menangani setiap tuduhan pemerkosaan dengan sangat serius. Bahkan dalam kasus-kasus luar biasa, termasuk kasus Ruth, bukti-bukti ditinjau oleh beberapa jaksa penuntut senior. Kendati demikian, mereka menghormati keputusan juri.
Sementara itu, Kepolisian Warwickshire berkata keputusan awal untuk mendakwa Ruth dengan tuduhan menghalang-halangi proses hukum diambil setelah berkonsultasi dengan CPS.
Setelah persidangan ini, Kepolisian Warwickshire hendak melakukan "peninjauan menyeluruh terhadap kasus ini dan dilakukan penyelidikan pemerkosaan oleh petugas independen yang tidak terlibat sebelumnya dalam kedua kasus tersebut".
Pertimbangan juga diminta dari wilayah CPS yang berbeda untuk memastikan perspektif independen. Akan tetapi, kepolisian tetap berpegang "masih tidak cukup bukti untuk dapat melanjutkan dakwaan pemerkosaan dan keputusan adalah untuk menutup kasus tersebut".
Kepolisian juga mengklaim korban tetap diinformasikan sepanjang proses tinjauan dan berkata "menangani semua laporan pemerkosaan dengan sangat serius dan melakukan segala upaya untuk mendukung korban pemerkosaan" serta telah "mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk menangani tuduhan pemerkosaan".
Mengenai tersangka dalam penyelidikan pemerkosaan yang merupakan petugas polisi yang masih bertugas, diklaim tidak mempengaruhi penyelidikan dan justru menimbulkan tingkat pengawasan tambahan, tertulis dalam pernyataan kepolisian.
Kepolisian West Midlands, yang merupakan tempat mantan pasangan Ruth bertugas, berkata bahwa penyelidikan terkait perilaku dilakukan setelah persidangan Ruth. Sebab, penyelidikan internal tidak dilanjutkan selama proses pidana.
Mereka menjelaskan penyelidikan terhadap petugas polisi tetap akan dilakukan secepat mungkin. Hal itu harus dilakukan "dalam kerangka hukum yang ketat, artinya kasus yang serius atau kompleks dapat memakan waktu".
Pria yang saat ini ditangguhkan dari Kepolisian West Midlands dengan tetap memperoleh gaji penuh itu baru akan menghadapi sidang pelanggaran disiplin pada akhir tahun ini. Sidang itu untuk menentukan apakah merekam audio hubungan seksual tanpa sepengetahuan melanggar kode etik kepolisian.
Secara terpisah, BBC mencoba menghubunginya, tapi tidak direspons.
Ruth mengaku kecewa dengan keputusan tak ada tuntutan terhadap mantan pasangannya, tapi ia tidak menyesali pelaporannya tentang dugaan pemerkosaan.
"Saya bisa jujur mengatakan bahwa segala yang saya lakukan adalah untuk diri saya sendiri dan untuk orang lain," katanya. "Semoga tidak ada yang berada dalam posisi yang sama dengan saya."








