Ratusan siswa di Kudus diduga keracunan usai menyantap MBG, bagaimana kronologinya?

Anggota TNI mengevakuasi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Nirza

Keterangan gambar, Anggota TNI mengevakuasi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/01).
Waktu membaca: 4 menit

Sebanyak 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (28/01). Dari ratusan itu, 46 di antaranya harus menjalani rawat inap.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut dan mengklaim bakal bertanggung jawab.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kudus dilaporkan telah mendatangi dapur MBG yang menyuplai ke sekolah itu dan mengambil sampel bahan makanan untuk diuji di laboratorium.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, bilang operasional SPPG Purwosari Kudus telah dihentikan sementara menyusul keracunan massal tersebut.

Bagaimana kronologinya?

Insiden keracunan massal makan bergizi gratis di SMA Negeri 2 Kudus ini bermula dari pembagian MBG yang berlangsung pada Rabu (28/01).

Pada saat itu, pihak SPPG Purwosari Kudus mengantar ribuan ompreng MBG ke sekolah tersebut sekitar pukul 11.15 WIB. Kemudian dibagikan kepada para pelajar dan guru sekira jam 11.45 WIB.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menuturkan beberapa guru lantas merasakan ada yang tidak beres usai mengonsumsi MBG. Gejala-gejala yang mereka rasakan seperti perut sakit, mual, pusing, dan diare. Keluhan yang sama ternyata dialami sejumlah siswa.

"Setelah itu banyak siswa yang mengeluhkan perut sakit, mual, pusing, diare," ujar Dwiyana seperti dikutip Antara.

Sejumlah siswa dan guru yang diduga keracunan pada Rabu (28/01) hanya menjalani perawatan di rumah karena tidak bisa menyimpulkan bahwa gejala sakit itu akibat makan MBG.

Anggota polisi dan petugas kesehatan mengevakuasi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Nirza

Keterangan gambar, Anggota polisi dan petugas kesehatan mengevakuasi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/01).

Karenanya, mereka tetap memaksakan diri berangkat sekolah pada Kamis (29/01). Tapi, kondisinya malah memburuk hingga sejumlah siswa pingsan.

Petugas puskesmas bersama Dinas Kesehatan kemudian mendatangi sekolah karena keadaan anak-anak itu semakin mengkhawatirkan.

Pihak sekolah juga meminta bantuan ambulans untuk merujuk siswanya ke rumah sakit di Kabupaten Kudus.

Dari 1.178 siswa di SMAN 2 Kudus, sebanyak 118 orang dilarikan ke tujuh rumah sakit dan 46 di antaranya harus menjalani rawat inap.

Rinciannya: di RSUD Loekmono Hadi Kudus ada 28 orang yang dirawat, RS Mardi Rahayu Kudus 22 orang, RS Sarkies Aisyiyah 19 orang, RSI Kudus 14 orang, RS Kumala Siwi 13 orang, RS Kartika 9 orang, dan RS Aisyiyah 13 orang.

Operasional SPPG dihentikan sementara

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, menuturkan pihaknya telah mendatangi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap SPPG yang menyuplai makan bergizi gratis ke SMAN 2 Kudus.

Dinkes juga telah mengambil sampel bahan makanan untuk diuji di laboratorium. Kendati, dia belum mengungkap apa saja sampel yang diambil oleh timnya.

Adapun Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan kegiatan operasional SPPG Purwosari Kudus di Kabupaten Demak telah dihentikan sementara. Keputusan itu sebagai tindaklanjut dugaan keracunan.

Petugas kesehatan mendampingi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Nirza

Keterangan gambar, Petugas kesehatan mendampingi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/01).

Berdasarkan pengakuan para siswa dan guru, menu MBG yang mereka konsumsi pada Rabu (28/01) adalah: nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, dan buah kelengkeng.

"Dugaan awal karena ayam suwir agak berbau," ucap Hanung.

Dia menambahkan, tim pengawas sanitasi dengan didampingi kepala SPPG telah memeriksa ke lokasi dapur.

"Telah dilakukan penanganan cepat, evaluasi dapur, dan perbaikan sistem sanitasi. Kegiatan produksi (SPPG Purwosari) akan kembali dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman," tambah Hanung.

Apa kata pengelola SPPG?

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf kepada atas dugaan keracunan massal MBG di SMAN 2 Kudus.

Ia berkata siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak. Dia juga meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," kata Nasihul Umam seperti dilansir dari Antara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus bersama rumah sakit setempat melakukan evakuasi dan penanganan kepada ratusan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Nirza

Keterangan gambar, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus bersama rumah sakit setempat melakukan evakuasi dan penanganan kepada ratusan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Dia menjelaskan, pada Kamis (29/01) pihaknya mengetahui adanya dugaan keracunan di SMAN 2 Kudus setelah menerima telepon dari penanggung jawab MBG di sekolah tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, ia Bersama staf, akuntan, ahli gizi, dan asisten laboratorium langsung mendatangi sekolah untuk memverifikasi.

Ia pun membenarkan bahwa menu yang disajikan pada hari sebelumnya adalah soto ayam suwir lengkap dengan tempe dan tauge.

"Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu soto ayam suwir. Pada kesempatan itu saya juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan bertanggung jawab, termasuk membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD," ucapnya.

Saat ini, SPPG Purwosari melayani 13 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan.

Berita ini akan diperbarui secara berkala.