Perempuan yang terlahir dengan penyakit langka - 'Jantung saya berada di sisi kanan dada'

Monarani Das

Sumber gambar, MANIPAL HOSPITAL BROADWAY

Keterangan gambar, Monarani Das didiagnosis mengalami dekstrokardia, cacat bawaan berupa posisi jantung yang berada di sisi kanan dada.
    • Penulis, Amitabha Bhattasali
    • Peranan, BBC News Bangla
    • Penulis, Ahmen Khawaja
    • Peranan, BBC World Service
  • Waktu membaca: 5 menit

Ketika Monarani Das merasakan nyeri di dada sebelah kanan beberapa tahun lalu, anggota keluarganya mengira dia menderita asam lambung atau nyeri ulu hati.

Mereka tak menyangka bahwa perempuan Bangladesh berusia 52 tahun tersebut memiliki kondisi langka dan tak biasa yang membuatnya harus melakukan perjalanan dari negaranya ke India untuk berobat.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan BBC Bangla, Das menuturkan bagaimana gejala kondisi yang dideritanya bermula.

"Beberapa hari setelah rasa sakit mulai muncul di sisi kanan dada saya, saya mulai kesulitan bernapas."

Tak lama kemudian, dia menderita serangan jantung. Ketika mendapat perawatan di rumah sakit, para dokter baru menyadari ada sesuatu yang janggal dengan jantungnya.

"Para dokter menyadari bahwa jantung saya berada di sisi kanan dada," kata Das.

Dokter di kampung halamannya di Sathkira, kota di barat daya Bangladesh, mendiagnosisnya dengan kelainan jantung bawaan yang disebut dekstrokardia, yakni ketika jantung mengarah ke sisi kanan dada, bukan ke kiri.

Selain dekstrokardia, Das juga didiagnosis menderita "situs inversus", suatu kondisi langka lainnya dengan organ-organ vital utama berada dalam urutan terbalik dari posisi normalnya.

Hati, paru-paru, limpa dan perutnya berada di sisi berlawanan dari anatomi manusia pada umumnya.

Menurut penelitian, dekstrokardia dapat terjadi pada sekitar 1 dari setiap 12.000 kehamilan.

Baca juga:
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Setelah melihat kondisi Das tidak membaik, keluarganya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung di Kolkata yang terletak di India bagian timur.

Banyak warga Bangladesh meyakini fasilitas kesehatan di India lebih baik ketimbang di negara mereka sendiri. Jutaan dari mereka bepergian ke sana untuk berobat tiap tahunnya. Keluarga Das pun memutuskan membawa Das ke India.

Dia diperiksa oleh dokter Siddhart Mukherjee dari Rumah Sakit Manipal Broadway, yang mengoperasinya pada Mei silam.

"Cukup sulit mengoperasi pasien yang menderita dekstrokardia," kata dokter Mukherjee, "karena kami pada umumnya tidak kidal dan mengoperasi di sisi kanan pasien."

"Dalam kasus ini, kami harus mengoperasi sisi kiri pasien, yang merupakan hal baru, namun semua tim kami beradaptasi dengan situasi tersebut."

Operasi Das berjalan lancar, dan perempuan paruh baya itu telah kembali ke Bangladesh.

Dalam waktu dekat, dia akan kembali ke India untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Pergeseran jantung

Kasus medis lain yang juga tidak biasa baru-baru ini menarik perhatian media India. Kali ini, pria India yang lahir dengan jantung mengarah ke kiri, namun lama kelamaan posisinya berpindah karena batuk berkepanjangan.

Reza-ul Karim, pria dari Benggala Barat berusia 66 tahun, selalu mengalami kesulitan bernapas saat tumbuh dewasa.

Karim berkata pada BBC Bangla: "Saya biasanya berolahraga sewaktu kecil, tapi kadang-kadang saya merasa sulit bernapas dan sering batuk.

"Kemudian, saya berkecimpung di dunia politik sekitar 25 tahun," katanya."

Reza-ul Karim

Sumber gambar, RUMAH SAKIT MEDICA SUPERSPECIALITY

Keterangan gambar, Dokter mendapati jantung Reza-ul Karim bergeser ke dada sebelah kanan setelah penyakit tuberkulosis yang dideritanya.

"Saya biasa menemui dokter setempat dan minum obat yang diberikannya secara teratur."

Namun beberapa tahun lalu, Karim mengaku mulai merasa sangat lemah. Putrinya yang khawatir dengan kondisi ayahnya kemudian membawanya ke Kolkata untuk berkonsultasi dengan dokter di RUmah Sakit Medica Super Speciality.

"Saya sesak napas sehingga saya kesulitan untuk berdiri setelah [sujud] ketika salat," ujar Karim.

"Saya pingsan dua atau tiga kali saat salat."

Dokter mendapati jantungnya bergeser dari kiri ke kanan setelah dia terjangkit TBC ketika masih kecill.

Baca juga:

Mereka memutuskan Karim memerlukan alat pacu jantung untuk membantu jantungnya berfungsi dengan baik dan mengatasi sesak napasnya.

Pada Juni silam, Karim dan keluarganya diberitahu bahwa Karim harus menjalani "operasi secepatnya", tanpa diberikan informasi lebih lanjut.

Setelah tiga jam operasi untuk memasang alat pacu jantung, barulah keluarganya diberitahu betapa jarangnya operasi tersebut.

Pemasangan alat pacu jantung adalah ketika perangkat elektronik kecil ditempatkan di dada untuk mengatur sinyal listrik lambat di jantung, memastikan jantung tidak berdetak terlalu lambat – yang dapat berbahaya bagi pasien.

Dokter, operasi

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Dokter mengatakan operasi yang dilakukan Karim tidak biasa karena alat pacu jantung biasanya dibuat untuk jantung sebelah kiri

Dokter Dilip Kumar, yang mengoperasi Karim, mengatakan operasi ini jarang dilakukan karena alat pacu jantung biasanya dibuat untuk jantung sebelah kiri.

Ia mengatakan, tim medis menggunakan metode Conduction System Pacing (CSP) yang sebelumnya belum pernah digunakan untuk jantung yang berada di sebelah kanan.

Menurut British Cardiac Society, CSP adalah metode baru pacu jantung yang menggunakan sistem konduksi jantung sendiri untuk memungkinkan aktivasi ventrikel fisiologis yang efisien.

Sederhananya, CSP adalah metode yang mencoba menjaga ritme kerja normal jantung melalui alat pacu jantung.

Kondisi Karim baik-baik saja setelah menjalani operasi dan akan segera menjalani pemeriksaan untuk menilai kesembuhannya.

Dokternya mengatakan dia tidak lagi mengalami masalah pernapasan dan dapat beribadah dengan mudah – semoga kali ini tanpa mengalami pingsan.