Celine Dion akan kembali naik panggung setelah berjuang melawan sindrom autoimun - 'Saya akan berteriak keras'

Penyanyi Celine Dion tampil di Grammy Awards pada awal tahun ini.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Penyanyi Celine Dion tampil di Grammy Awards pada awal tahun ini.
    • Penulis, Emma Vardy
    • Peranan, LA Correspondent
    • Melaporkan dari, Las Vegas, Nevada

Kala matahari terbenam di balik pegunungan yang berjarak sekitar 30 menit dari Las Vegas, saya mendengar suara yang tak asing sedang bernyanyi dari balik pintu.

"Apakah itu Celine?" tanya saya.

Petugas keamanan yang menjaga kamar hotel mengangguk setuju.

Saya akan mewawancarai seorang megabintang musik dan sepertinya suasana hatinya sedang bahagia.

Suara ikonik yang saya dengar adalah suara yang dinanti-nantikan oleh para penggemar.

"Saya telah lama bergelut dengan masalah kesehatan," ungkapnya dalam sebuah video di Instagram pada Desember 2022.

"Saya didiagnosis dengan kelainan neurologis yang sangat langka."

Setelah pengumuman yang menghancurkan itu, Celine Dion menarik diri dari sisa tur dunianya dan jarang terlihat di depan publik sejak saat itu.

Tanda-tanda sakit

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Nama medis untuk penyakit yang diidap Celine Dion adalah Stiff Person Syndrome (SPS), suatu kondisi neurologis yang menyebabkan otot-otot mengalami kejang.

Saat kami duduk berbincang, Celine mengatakan bahwa kondisi itu tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.

Perempuan berusia 56 tahun ini menggambarkan tekanan yang ia rasakan sebagai seorang penampil ketika dia mulai menyadari perubahan dalam suaranya saat tur.

"Rasanya sedikit aneh, seperti kejang kecil," ucap bintang asal Kanada ini.

"Suara saya mulai tersendat, saya mulai sedikit memaksakan diri."

Ia menunjukkan sedikit perbedaan kala menyanyikan beberapa baris pertama dari lagu hitsnya tahun 1993 berjudul The Power of Love. Terdengar jelasbagaimana dia harus memaksa suaranya untuk menahan nada-nada yang dulu lebih mudah dia lakukan.

Sesekali, dia akan meminta konduktor dari para musisi pengiring untuk menurunkan nada di lagu-lagu tertentu dalam beberapa pertunjukan.

"Saya harus menemukan cara agar bisa tampil di atas panggung," jelas Celine.

Ia berharap bernyanyi sedikit lebih rendah sehingga bisa memberi kesempatan pada suaranya untuk pulih.

Celine Dion berbagi kisah bagaimana dia mengatasi Stiff Person Syndrome (SPS) dalam sebuah film dokumenter baru.

Sumber gambar, Amazon MGM Studios

Keterangan gambar, Celine Dion berbagi kisah bagaimana dia mengatasi Stiff Person Syndrome (SPS) dalam sebuah film dokumenter baru.

Penonton tidak akan pernah tahu perjuangan yang dihadapinya di balik layar.

Namun, Celine mengatakan saat itu rasanya mustahil untuk mengambil waktu istirahat.

"Seluruh tur selesai dalam satu setengah tahun, saya berkeliling dunia. Dan saya akan berkata kepada orang-orang, 'Maaf atas kejang saya. Maaf atas hal yang saya tidak ketahui."

Ia memberi tekanan yang besar pada dirinya sendiri untuk tetap melanjutkan tur, tanpa memahami penyebab dari gejala-gejala yang dialaminya.

Tetapi, semuanya menjadi semakin berat.

Diagnosis dokter akhirnya membuatnya menyadari bahwa ini bukanlah kelelahan tur, tapi permanen.

Anak-anak Celine bergabung dengannya di atas panggung pada pertunjukan terakhir residensi Vegas-nya pada tahun 2019.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Anak-anak Celine bergabung dengannya di atas panggung pada pertunjukan terakhir residensi Vegas-nya pada tahun 2019.

Stiff Person Syndrome (SPS) adalah penyakit autoimun yang dapat melemahkan tubuh. Tidak ada yang tahu apa obatnya.

Penyakit ini disebabkan oleh sinyal dari saraf ke otot yang tidak bekerja dengan baik.

Saat penyakit ini menghantam dengan berat, kejang bisa sangat parah sehingga dia hampir tidak bisa bergerak.

Namun setelah didiagnosis dengan benar, Celine sekarang lebih memahami tentang kondisi tersebut dan bisa mengelolanya.

"Tujuan saya adalah menjadi bagian dari penggalangan dana dan mengumpulkan uang untuk meningkatkan kesadaran dan menemukan obatnya. Itu akan luar biasa," ucapnya.

Baca juga:

Selama masa istirahatnya dari dunia hiburan, Celine belajar beradaptasi dengan pengobatan, terapi fisik, dan bantuan para ahli seperti Dr. Amanda Piquet.

"Sekarang penyakit ini mulai dikenal masyarakat luas, menjadi sorotan publik," kata Dr. Piquet.

Dr. Piquet telah merawat sejumlah pasien yang selama bertahun-tahun tidak terdiagnosis.

Celine berharap bisa membantu orang lain ketika dia berbicara tentang perjuangannya melawan penyakit yang dia alami.

"Kita perlu mendiagnosis penyakit ini dengan lebih baik," kata Dr. Piquet.

"Jika kita berhasil, hal itu akan mengarah pada lebih banyak uji klinis dan lebih banyak perawatan yang disetujui."

Dr Piquet menambahkan bahwa meskipun Celine akan hidup dengan kondisi ini selama sisa hidupnya, terapi yang dia jalani untuk mengurangi kejang otot akan membantunya bernyanyi di atas panggung lagi.

"Suara saya akan kembali pulih," ujar Celine.

"Maksud saya, terapi ini sudah dimulai sejak lama. Suara saya sedang dipulihkan saat kita berbincang sekarang."

Konser di New Vegas

Dua konser residensi Celine Dion sebelumnya di Las Vegas menghasilkan lebih dari $680 juta atau Rp11 triliun lebih.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Dua konser residensi Celine Dion sebelumnya di Las Vegas menghasilkan lebih dari $680 juta atau Rp11 triliun lebih.

Para penggemar akan bisa melihat bagaimana kesehatan penyanyi ini memengaruhi hidupnya dalam sebuah film dokumenter baru berjudul I Am: Celine Dion.

Dia kini akhirnya bisa menemukan cara untuk tampil kembali, dan telah mempersiapkan pertunjukan barunya di Las Vegas.

"Kami telah bekerja keras untuk menyelenggarakan tur ini, karena saya kembali," katanya sembari tersenyum lebar.

Jelas bahwa dia sangat merindukan tur.

"Saya akan tampil di atas panggung. Saya tidak tahu kapan tepatnya, tapi percayalah saya akan berteriak keras."

"Saya sudah tidak sabar."

Celine memegang rekor sebagai artis tersukses sepanjang masa di Las Vegas. Ia sangat bangga dengan kariernya, tetapi waktu luang memberinya kesempatan untuk merenung.

Setelah bertahun-tahun keliling dunia, dia menyadari bahwa ia hanya melihat sedikit tempat.

Ada "harga yang harus dibayar" karena hanya berpergian ketika sedang tur, katanya.

"Setiap libur, saya ingin semuanya siap untuk pertunjukan berikutnya. Saya berkeliling dunia tapi tidak melihat banyak tempat."

"Tetapi sebagai seorang penghibur dan penyanyi, saya telah menerima begitu banyak cinta dari para penggemar."

Ratu balada

Kenangan pertama saya tentang Celine Dion adalah ketika salah satu guru sekolah menengah kami memutar lagu Pour Que Tu M'aimes Encore dari sebuah kaset. Tujuannya adalah menginspirasi kami untuk mempelajari bahasa Prancis.

Celine Dion paling dikenal oleh penonton sebagai ratu balada karena kekuatan vokalnya.

Lagu-lagu hitsnya dari tahun 1990-an seperti The Power of Love dan It's All Coming Back to Me Now langsung dikenali karena vokalnya yang menggelegar.

Tapi di puncak perjuangannya melawan penyakit, Celine mengaku merasa sedikit iri dengan gaya 'bernyanyi berbisik' yang digunakan oleh beberapa artis perempuan populer saat ini.

Penyanyi seperti Billie Eilish dan Lana Del Rey meraih hits besar dengan kekuatan suara yang berbeda.

Celine Dion menjadi terkenal setelah dia memenangkan Kontes Lagu Eurovision Swiss tahun 1988.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Celine Dion menjadi terkenal setelah dia memenangkan Kontes Lagu Eurovision Swiss tahun 1988.

"Haruskah saya tidur larut malam dan mulai merokok?" candanya.

"Saya iri. Mereka pergi keluar, berpesta, hampir tidak bersih-bersih, dan mereka luar biasa."

Itu kontras dengan aturan ketat yang dia jalani selama sebagian besar kariernya.

"Saya seperti: 'Jangan bicara dan jangan makan ini, itu terlalu banyak susu, ini akan menghasilkan dahak'."

Dia terus bercanda bahwa mungkin ia akan membuang latihan klasiknya dan mengadopsi persona baru dengan nada serak.

"Bagaimana kalau begitu di konser?" kata Celine sambil mengedipkan mata ke kamera.

Dia berhasil mempertahankan selera humornya selama perjuangan kesehatannya yang sedang dilakukan.

Tapi gaya apa pun yang dia pilih, penggemar akan sangat bahagia melihatnya kembali.