Quick count Pilkada 2024 dan hal-hal yang perlu diketahui seputar pemilihan kepala daerah

Sumber gambar, Getty Images
Hasil quick count atau hitung cepat Pilkada 2024 telah dirilis sejumlah lembaga survei setelah pemungutan suara selesai pada Rabu (27/11). Berikut ini hasil hitung cepat di Pilkada Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra Utara, serta perkembangan terbaru seputar pemilihan kepala daerah.
Hasil hitung cepat ini bukan hasil resmi Pemilu 2024. Hasil resmi Pemilu 2024 akan diketahui melalui penghitungan suara dan rekapitulasi yang dilakukan KPU dari Rabu 27 November hingga Senin 16 Desember 2024.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang berlangsung pada Rabu (27/11) adalah yang terbesar dalam sejarah demokrasi di Indonesia karena digelar serentak di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.
Sebanyak 203,6 juta warga punya hak suara untuk menentukan siapa calon gubernur-wakil gubernur serta calon wali kota-wakil wali kota atau calon bupati-wakil bupati yang akan memimpin selama lima tahun ke depan.
Ada 1.553 pasangan calon yang bertarung dalam kontestasi tahun ini.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Dinamika pilkada kali ini diwarnai oleh fenomena koalisi gemuk. Salah satu konsekuensinya adalah maraknya kotak kosong karena sebanyak 37 daerah hanya memiliki satu pasangan calon.
Selain itu, pertarungan rasa pilpres juga kental di sejumlah daerah berjuluk “kandang banteng”, di mana calon-calon yang diusung oleh PDI-Perjuangan (PDIP) berhadapan langsung dengan calon-calon yang didukung Joko Widodo.
Berikut hal-hal yang perlu diketahui seputar perkembangan terbaru pilkada dan dinamika yang mewarnainya sejauh ini.
Pilkada Jakarta: Pramono-Rano klaim menang satu putaran

Sumber gambar, Antara Foto
Hingga Rabu (27/11) petang, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menggunggulkan pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, dengan angka di atas 50%.
Atas hasil hitung cepat itu, Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno dalam Pilkada Jakarta, Liest Hartono—dikenal dengan nama Cak Lontong—mengeklaim Pramono-Rano telah menang dalam satu putaran.
“Dari lembaga survei yang terkait dengan kontestasi pilkada Jakarta, semuanya memenangkan Mas Pram dan Bang Doel,” ujar Cak Lontong, yang disambut oleh pendukung Pramono-Rano di Jakarta, Rabu (27/11).
“Berdasarkan hasil tersebut, kita bisa menyatakan bahwa Pilkada Jakarta berlangsung satu putaran,” klaimnya.

Sementara, calon gubernur Jakarta Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan menunggu hasil perhitungan resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan hasil pilkada hari ini.
“Kami menunggu hasil perhitungan dari KPUD untuk mengonfirmasi apakah sama atau tidak atau bagaimana. Tentu itu menjadi hal yang final dan formal dari KPUD Jakarta,” imbuh Ridwan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Lembaga Survei Indonesia mengungkap bahwa perolehan suara terbanyak saat ini masih dalam margin of error ke angka 50%.
"Sehingga Quick Count LSI tidak dapat menarik kesimpulan apakah pilkada akan berlangsung satu atau dua putaran," tulis keterangan tersebut.

Sumber gambar, Antara Foto
Adapun, pasangan calon gubernur Jakarta dan wakilnya, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, menyatakan bangga dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada Jakarta 2024.
Sejumlah lembaga survei, dari hasil hitung cepat atau quick count, menyebutkan pasangan calon nomor urut 2 dari jalur independen itu memperoleh 10%.
"Selama ini kami ditekan di angka 3% sampai paling tinggi 5%, dan kenaikan yang cukup signifikan dengan kemampuan yang sangat minim. Tetapi puji Tuhan, alhamdulillah hasilnya buat kami sangat menyenangkan dan membanggakan," kata Dharma Pongrekun di Jakarta, Rabu (27/11), seperti dikutip dari detikcom.

Sumber gambar, Antara Foto
Pilkada Jawa Tengah:
Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan pasangannya, Taj Yasin, unggul atas pasangan AndikaPerkasa-Hendrar Prihadi dalam hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei.
Ahmad Luthfi mengeklaim kemenangan versi hitung cepat ini sebagai "bentuk kepercayaan masyarakat" kepada dirinya dan Taj Yasin.
"Ini adalah harapan yang dibebankan di pundak kami, hasil dari pertemuan kami dengan warga Jateng di 35 Kabupaten/Kota," ungkap Luthfi di Posko Pemenangan di Semarang, Rabu (27/11) malam, seperti dikuti darki kompas.com.

Sumber gambar, Kompas.com
Taj Yasin menambahkan bahwa angka persentase yang diperoleh masih merupakan hasil hitung cepat. Maka dari itu, dia mengimbau kepada para pendukung untuk tidak terlalu larut dalam euforia dan menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU.
"Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah, terutama pendukung kami, jangan melakukan euforia dulu sebelum real count benar-benar dikeluarkan oleh KPU," pesan Yasin.

Sebelumnya, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, menyatakan kesiapan mereka menghadapi segala kemungkinan hasil pemilihan, baik menang maupun kalah.
Andika juga menunjukkan sikap terbuka dengan menawarkan masukan kepada pasangan calon nomor urut 2, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, jika mereka terpilih sebagai pemimpin Jawa Tengah.
"Saya siap memberikan masukan apa pun kepada paslon 02, terutama apabila diperlukan," tambahnya.
Pilkada Jawa Timur: Khofifah-Emil unggul di Pilgub Jatim

Sumber gambar, Antara Foto
Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak merayakan keunggulan hasil hitung cepat atau quick count Pilkada Jatim 2024 bersama sejumlah tokoh, pendukung dan relawannya.
Pasangan calon petahana ini pun melakukan potong tumpeng untuk mensyukuri keunggulan hitung cepat sekaligus gelaran Pilkada Jatim 2024 yang diklaim berjalan kondusif.
Khofifah mengimbau para relawan, pendukung dan partai pengusung untuk tidak merayakan berlebihan atau euforia atas keunggulan pasangan Khofifah-Emil Dardak versi hitung cepat pada Pilkada Jatim 2024.
"Semua pihak, khususnya relawan, tidak ada euforia dalam proses penghitungan quick count hari ini. Kita semua masih menunggu penghitungan real count," kata Khofifah di Posko Pemenangan Khofifah-Emil, Jalan Diponegoro, Surabaya, Rabu sore.

Pesaingnya, Tri Rismaharini, mengaku tidak akan memantau hasil quick count pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang kini tengah berlangsung.
Risma mengaku pasrah terhadap hasil pemungutan suara yang sudah dijalaninya.
Pilkada Jatim diikuti tiga pasangan calon, yakni nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, dan nomor urut 3 Tri Rismaharini-K.H. Zahrul Azhar Asumta

Sumber gambar, Antara Foto
Pilkada Sumut: Bobby tunggu hasil hitung real count unggul di hitung cepat
Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei mencatat paslon gubernur-wakil gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution-Surya, unggul atas paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala.
Kendati begitu, Bobby Nasution mengatakan mereka tetap menunggu hasil real count perhitungan perolehan suara.
"Yang pasti tadi saya sampaikan kita tetap menunggu hasil real count," kata Bobby Nasution di rumah pemenangan, Rabu (27/11) malam, seperti dikutip dari detik.com.

Sumber gambar, Nanda Batubara
Pesaingnya, Edy Rahmayadi, belum berkomentar terkait hasil hitung cepat, namun sebelumnya dia menyampaikan optimisme menang di Pilkada Sumut, usai menggunakan hal pilihnya.
"Optimisme saya akan menjadi Gubernur Sumatera 2025-2030 apabila Allah berkehendak," ujar Edy kepada wartawan, seperti dikutip dari kompas.com.

Masyarakat hingga Presiden Prabowo gunakan hak pilih
Pada Rabu (27/11) pagi, Presiden Prabowo Subianto menggunakan hak pilihnya di TPS di dekat rumahnya di Bukit Hambalang, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jabar.
Usai menyoblos, Prabowo menjawab pertanyaan wartawan seputar sikapnya tentang Pilkada 2024, demokrasi dan dinamika politik.
“Terserah rakyat, milih [calon] yang baik,“ kata Prabowo. Dia juga menekankan bahwa setiap pemilu pasti ada yang kalah dan menang.
“Yang menang, [harus] jadi pemimpin untuk semua,“ ujarnya. Yang penting, tambahnya, sang pemimpin harus bekerja untuk rakyat.
Prabowo meyakini hajatan politik kali ini akan berjalan baik.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Hal itu dia tekankan karena sistemnya “sudah berjalan“ dan masyarakat “telah matang“ lantaran sudah berulangkali mengikuti pemilu.
“Pasti ada yang baik dan kurang, itu yang kita perbaiki,“ tandas Presiden Prabowo.
Pernyataan Prabowo ini muncul saat ada tuduhan bahwa dirinya mendukung calon-calon kepala daerah tertentu.
Sikapnya ini mengundang kritik lantaran dirinya—sebagai Presiden—dianggap tidak netral.
Tuduhan ini dibantah kubu Prabowo yang menyebut aksi dukungan itu dilakukan Prabowo dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

BBC News Indonesia hadir di WhatsApp.
Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.


Sumber gambar, ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Di Solo, Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi menggunakan hak pilihnya untuk Pilkada 2024 di TPS 12 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Rabu, 27 November 2024.
Mantan Wali Kota Solo itu mencoblos didampingi istrinya Iriana Jokowi dan cucunya, Jan Ethes Srinarendra.
Mobil yang membawa Jokowi, Iriana dan Jan Ethes tiba di SDN Sumber 3 Solo yang menjadi lokasi TPS 12 sekitar pukul 10.07 WIB.
Baca juga:
Setelah turun dari mobil, Jokowi dan keluarga langsung berjalan menuju tempat pendaftaran yang berada di dalam ruang kelas tersebut.
Jokowi pun menunggu giliran untuk dipanggil petugas KPPS untuk menerima kertas surat suara.
Usai menerima kertas surat suara, Jokowi dan Iriana langsung menuju bilik suara.
Sedangkan Jan Ethes terlihat berada di belakang bilik suara bagian tengah, tapi tak lama kemudian dipanggil Jokowi untuk menemaninya di bilik suara.

Sumber gambar, Fajar Sodiq
Surat suara yang telah dicoblos Jokowi dan Iriana selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak suara.
Tetapi sebelum dimasukkan, baik Jokowi maupun Iriana terlebih dulu menunjukkan kertas surat suara itu kepada awak media yang menunggunya sejak pagi.
Usai mencoblos kemudian Jokowi dan Iriana langsung memasukan salah satu jarinya ke dalam tinta.
Kemudian Jokowi kembali menunjukkan jari yang telah dicelupkab ke tinta itu ke wartawan.
Kehadiran Jokowi membuat warga yang sedang mengantre untuk mencoblos itu berebut untuk bisa berfoto bersama dengan mantan Wali Kota Solo itu.
Saking ramainya warga yang mendekat membuat petugas Paspampres yang berjaga pun terlihat kewalahan.
Usai mencoblos, Jokowi mengatakan bahwa hari ini secara serentak warga negara menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon kepala daerah pada Pilkada 2024.

Sumber gambar, Agil Trisetiawan P/detikJateng
"Hari ini seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya untuk memilih gubernur, wakil gubernur dan juga untuk memilih bupati, wakil bupati atau wali kota, wakil wali kota," kata dia di TPS 12 Sumber, Solo, seperti dilaporkan wartawan Fajar Sodiq untuk BBC News Indonesia.
Menurut dia pelaksanaan Pilkada 2024 secara serentak itu berlangsung dengan aman dan lancar. "Secara umum, saya melihat semuanya dalam keadaan yang tenang dan baik," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengimbau kepada masing-masing pasangan calon yang maju di Pilkada untuk tetap tenang dan menjaga keamanan dan kedamaian.
"Ya setelah perhitungan siapapun yang menang, yang menang jangan jumawa, yang kalah pun bisa menerima karena memang kedaulatan ada di tangan rakyat," harapnya.
Setelah berada di TPS 12 Kelurahan Sumber selama lima belas menit, kemudian Jokowi dan Iriana serta cucunya pulang kembali ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 400 meter.

Sumber gambar, ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Pilkada Aceh dan isu kasus HAM masa lalu
Dalam waktu yang hampir bersamaan, jutaan orang yang memiliki hak suara berbondong-bondong ke TPS di sejumlah wilayah Indonesia.
Di Provinsi Aceh, para pemilih muda dan lansia berdatangan ke sejumlah lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), salah satunya di Gampoeng Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.
Di pekarangan Masjid Al Hidayah, setidaknya terdapat lima TPS yang dipadati oleh para pemilih sejak pagi hari.
Wartawan di Aceh, Hidayatullah yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, berbicara kepada beberapa orang di lokasi TPS, para pemilih muda dan tua, menggantungkan harapan baru kepada para pemenang dalam Pilkada.

Sumber gambar, Hidayatullah

Sumber gambar, Hidayatullah
Jehan Waya Syakila, 17 tahun, mengatakan siapapun pemenang dalam Pilkada ini, bisa memberi warna baru bagi Kota Banda Aceh dan membangun Aceh yang jauh lebik baik, terlebih dalam penyelesaian kasus HAM di Aceh.
“Semoga ada peraturan baru yang bisa menyelesaikan kasus HAM di Aceh, baik kebijakan-kebijakan baru dari gubernur terpilih, selain itu andil masyarakat yang bisa ikut membantu penyelesaian HAM di Aceh,” Kata Jehan.
Jehan melanjutkan, Aceh harus mampu bersaing dan memiliki inovasi-inovasi yang bagus bagi anak muda.
Sementara itu, Razali, 48 tahun, tidak yakin kasus-kasus pelanggaran HAM di Aceh di masa lalu dapat diselesaikan siapapun pemenang dalam pilkada kali ini.
“Tidak ada yang bisa diharapkan,” jelas Razali.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Pilkada Sumut: Kelakar Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi
Di Medan, Bobby Nasution tuntas mencoblos kertas suara di TPS 15, Kompleks Taman Setia Budi Indah, Kota Medan, Rabu (27/11/2024).
Bobby adalah menantu Presiden RI Ke-7 Joko Widodo sekaligus Wali Kota Medan.
Dia kini mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumut melawan calon petahana Edy Rahmayadi.
Bobby tiba di TPS sekitar pukul 10:00 WIB, saat hujan mengguyur.
Calon Gubernur Sumut Nomor Urut 1 ini mengenakan kemeja biru yang identik dengan warna seragam pasangan Prabowo-Gibran saat memenangi Pilpres 2024 lalu.
Sedangkan istrinya, Kahiyang Ayu, tampak memakai kemeja putih polos.

Sumber gambar, Nanda Batubara
Bobby merahasiakan nazarnya jika terpilih sebagai Gubernur Sumut. Ia juga enggan berkomentar banyak tentang pesan yang disampaikan mertuanya, Joko Widodo atau Jokowi.
“Ada. Tadi pesannya ke TPS, nyoblos,” ujar Bobby sembari tersenyum seperti dilaporkan wartawan Nanda Batubara yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
Selain Jokowi, Bobby juga memeroleh pesan khusus dari Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto.
“Yang pasti pesan Pak Prabowo, semua kader Gerindra harus kami menangkan,” ujar Bobby.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Veri Ardian
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Sementara di tempat berbeda, Edy Rahmayadi berkelakar mencoblos sang rival, Bobby Nasution. Edy sendiri merupakan Calon Gubernur Sumut Nomor Urut 2 yang berstatus petahana.
Edy mencoblos di TPS 44 Jl Karya Bakti, Kota Medan, sekira pukul 09:00 WIB. TPS ini berada di pelataran rumah Edy. Ia terlihat ditemani ibu, istri, anak serta menantunya. Mereka kompak mengenakan kemeja berwarna hitam.
"Aku pilih nomor satu," kata Edy saat mencoblos.
Edy mengaku optimis dapat kembali memenangi Pilgub Sumut. Ia yakin bakal kembali menjabat jika direstui Tuhan.
“Satu persen pun yang penting menang,” kata Edy.
Serupa periode sebelumnya, Pilgub Sumut 2024-2029 hanya diikuti dua pasang calon.
Menantu Jokowi, yakni Bobby Afif Nasution, berhadapan dengan Edy Rahmayadi, calon petahana yang diusung koalisi PDIP. Masing-masing berpasangan dengan Surya dan Hasan Basri Sagala.
Untuk diketahui, Sumut merupakan provinsi dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak keempat di Indonesia setelah Jabar, Jatim dan Jateng. Jumlahnya mencapai 10,7 juta orang, melampaui Banten dan Jakarta.
Pilkada Jakarta: Cerita dari gang sempit dan harapan fans fanatik Persija
Di Jakarta, warga Kampung Gedong Pompa, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai mendatangi TPS yang berada di dalam gang-gang sempit permukiman padat penduduk.
Salah satunya TPS 133. Salah satu warga, Ozzy, bilang mengikuti pencoblosan ini demi memenuhi undangan pemilu saja. Tapi soal pilihan, dia terang-terangan menyatakan "mencoblos semua pasangan calon".
Baca juga:
Berkaos putih, Ozzy, berkata pilihannya itu sesuai dengan gerakan yang disuarakan Jaringan Masyarakat Miskin Kota (JRMK) yang menyerukan "gerakan coblos semua" alias gercos!
"Pilihan saya sesuai dengan gerakan awal, komitmen ini bentuk perlawanan dan memberitahu ke pemerintah bahwa kami tetap ada perlawanan."
"Bahwa calon yang dimajukan bukan dari aspirasi kami," ungkap pemilih setia Anies Baswedan tersebut kepada wartawan BBC Indonesia, Quin Pasaribu, Rabu (27/11).

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Quin Pasaribu
Berkaos putih, Ozzy, berkata pilihannya itu sesuai dengan gerakan yang disuarakan Jaringan Masyarakat Miskin Kota (JRMK) yang menyerukan "gerakan coblos semua" alias gercos!
"Pilihan saya sesuai dengan gerakan awal, komitmen ini bentuk perlawanan dan memberitahu ke pemerintah bahwa kami tetap ada perlawanan."
"Bahwa calon yang dimajukan bukan dari aspirasi kami," ungkap pemilih setia Anies Baswedan tersebut kepada wartawan BBC Indonesia, Quin Pasaribu, Rabu (27/11).
Baca juga:

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Quin Pasaribu
Bapak tiga anak ini juga mengatakan meskipun ada salah satu pasangan calon yang mendapat dukungan dari Anies Baswedan tapi tak membuatnya berubah pikiran.
"Enggak ada jaminan untuk kampung, apalagi para Paslon ini enggak ada yang berkontrak politik dengan kami. Kalau cuma bicara janji manis, saya enggak percaya."
Baca juga:
Sementara itu, Tauhid Indrasjarief, yang akrab disapa Bung Ferry, sudah siap berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS) dekat rumahnya di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, sejak kira-kira pukul 8 pagi.
Ia mengenakan kaus bermotif kotak-kotak berwarna putih dan abu-abu, dengan logo Persija di dada kiri. Jaket hitam membalut dari luar.
“Pakai jaket karena lagi agak enggak enak badan,” kata Bung Ferry kepada wartawan BBC News Indonesia, Viriya Singgih.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Andri Saputra
Bung Ferry adalah tokoh senior dan salah satu pendiri The Jakmania, kelompok pendukung Persija yang lahir pada 19 Desember 1997.
Ia pernah menjabat empat periode sebagai ketua umum The Jakmania. Tiga periode pertama dari 1999 hingga 2005. Periode terakhir pada 2017-2020.
Selama aktif di kepengurusan The Jakmania hingga kini tak lagi menjabat, Bung Ferry sudah hafal betul dengan gelagat para calon pemimpin Jakarta.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Viriya Singgih
Setiap musim pemilihan kepala daerah atau pilkada, para calon gubernur pasti mendekati The Jakmania untuk mencari suara.
Saat ini, menurutnya ada 46.000 anggota The Jakmania aktif yang rutin memperpanjang keanggotaannya. Bila menghitung mereka yang tidak aktif, perkiraannya total ada sekitar 200.000 anggota.
Belum lagi bila menghitung jumlah pengikut Persija di media sosial. Di Instagram, misalnya, hari ini ada 4 juta pengikut Persija.
Baca juga:
“Ini kantong suara yang luar biasa,” kata Bung Ferry.
“Dari situ mungkin wajar para cagub berusaha merangkul.”
Dan, katanya, dari satu cagub ke cagub lainnya, janji utama yang dilempar selalu sama: membangun stadion untuk Persija.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Viriya Singgih
Janji itu baru benar-benar terwujud di era Gubernur Anies Baswedan pada 2017-2022. Saat itu, Anies membangun dan meresmikan Jakarta International Stadium (JIS). Persija jadi punya opsi lain di samping Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Namun, tetap saja, hingga kini Persija kerap kesulitan untuk menggunakan kedua stadion itu.
“GBK sekarang semenjak Pak Erick Tohir fokus ke tim nasional, enggak boleh dipake kalau bukan buat tim nasional. Makin susah,” kata Bung Ferry.
Sementara itu, untuk JIS, Persija sering kalah dengan acara-acara non-olahraga seperti konser musik.
“PSSI itu selalu ngasih jadwal pertandingannya mepet. Sedangkan kalau musik, itu kan dari setahun sebelumnya dia udah ngajuin. Jadi kalau kita ngajuin jadwal, katanya, ‘Wah, ini enggak bisa dipakai.’”

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Makanya, stadion kembali jadi salah satu janji calon pemimpin Jakarta di pilkada 2024.
Di sebuah diskusi pada 20 November lalu, misalnya, Suswono—pasangan Ridwan Kamil di pilkada 2024, menyatakan berkomitmen akan menjadikan JIS sebagai kandang Persija.
Masalahnya, Bung Ferry mengatakan dari pengamatan dan hasil diskusinya bersama para anggota The Jakmania, 90% anggota kelompok suporter ini mengaku ogah memilih Ridwan, utamanya karena latar belakangnya sebagai bobotoh—sebutan bagi pendukung Persib.
Baca juga:
Belum lagi, banyak The Jakmania disebut kesal dengan tingkah Atalia Praratya, istri Ridwan, yang sempat berpose manyun sembari membawa foto pemain Persija, Riko Simanjuntak. Ia dianggap mengolok-olok Riko.
Setelah dideklarasikan sebagai bakal calon gubernur Jakarta pada Agustus 2024, Ridwan memang sempat menyatakan akan mencintai Jakarta dan seisinya, termasuk Persija.
Namun, pernyataan itu pun dipertanyakan Bung Ferry.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
“Kalau soal Ridwan Kamil dukung Persib sih buat saya enggak ada masalah, tapi dia enggak usah berjanji bahwa dia akan mencintai Persija. Dia enggak usah gitu, karena di dalam dunia suporter, klub itu enggak bisa dipindah. Ganti pacar, ganti apa, bisa. Tapi ganti klub itu enggak bakal bisa,” kata Bung Ferry.
“Harusnya bilang aja, saya cinta Persib, tapi karena saya pejabat, ya saya akan majuin Persija. Itu aja.”
Awalnya, kata Bung Ferry, mayoritas anggota The Jakmania ingin golput saja atau mencoblos semua pasangan kandidat di pilkada Jakarta.
Namun, ada kekhawatiran hal itu justru bakal berujung ke kemenangan Ridwan. Karena itu, kata Bung Ferry, kini banyak yang memutuskan merapat ke pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.
“Satu-satunya jalan harus merapat ke calon yang [masih relatif] banyak pendukungnya. Kalau ke Dharma Pongrekun, enggak banyak pendukungnya. Kita ramai-ramai ke sana, pasti kalah sama suaranya RK.”

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Zaky Fahreziansyah
Meski begitu, Bung Ferry menegaskan ini bukan pernyataan dukungan resmi dari The Jakmania, melainkan dukungan para anggota secara pribadi.
Selama empat periode menjadi ketua umum The Jakmania, Bung Ferry pun tak pernah mau “memolitisasi” The Jakmania.
“Kita organisasi sosial non-politik. Jadi kita enggak boleh memolitisi organisasi kita. Selama gue jadi ketua, gue enggak pernah menyatakan mendukung siapa pun, partai apa pun, caleg siapa pun, presiden siapa pun, gubernur siapa pun. Enggak pernah. Jadi gue membiarkan anggota semua untuk memilih masing-masing,” katanya.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Namun, kini, saat sudah tak lagi menjadi ketua, Bung Ferry merasa lebih lepas untuk menyatakan dukungan politiknya pada Pramono-Rano, yang dianggapnya lebih membumi dan mau mendengar keluh kesah The Jakmania.
Para anggota The Jakmania lain pun dianggapnya kini lebih vokal karena ada sosok Ridwan si bobotoh di pilkada Jakarta.
“Kalau bukan RK yang calon, anak The Jakmania diam semua. Enggak ada tolak apa, tolak ini. Enggak ada,” katanya.
Dan, akhirnya, urusan sepak bola bisa jadi penentu hasil pilkada Jakarta kali ini.
Harapan Bung Ferry sederhana. Siapa pun yang menang, Ridwan sekalipun, ia ingin gubernur baru nantinya mencintai Persija.
“Dia harus perhatian sama Persija.”

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Arnas Padda
'Hampir 50% warga enggak gunakan suaranya' – Kisah dari Kampung Susun Akuarium, Jakarta
Masih dari Jakarta.
Sampai pukul 13.00 TPS 17 di Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara ditutup, hanya ada 311 pemilih yang mencoblos dari 586 DPT yang terdata.
“Hampir 50 persen yang tidak menggunakan hak suaranya, menurut saya itu dikatakan sepi,” ungkap Ketua KPPS TPS 17, Taupaz Djuanda, seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Silvano Hajid.
Dia melanjutkan, Pilkada kali ini kurang peminatnya, karena tidak ada calon gubernur dan wakil gubernur yang dijagokan.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Silvano Hajid
“Bahkan saya yang juga ketua RT setempat mengetahui bahwa warga saya juga banyak yang tidak memilih, beda sekali dengan Pilkada Jakarta 2017 lalu.”
Kala itu, menurut Taupaz, masing-masing kandidat memiliki basis masa yang besar dan bersaing di daerah tempatnya tinggal.
TPS 17 yang berada di lantai dasar Kampung Akuarium itu menyisakan kursi-kursi kosong tempat yang sebenarnya disediakan untuk warga menunggu giliran mencoblos.
Hanya angin dari laut utara Jakarta yang meriuhkan TPS itu ketika menghempas taplak meja, tempat para petugas TPS duduk melamun.
Padahal sehari sebelumnya, menurut Kantor Berita Antara, KPU Jakarta Utara optimistis bahwa partisipasi pemilih di daerah itu akan mencapai 77%.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Silvano Hajid
"Kami harus optimistis dengan target ini. Apalagi kondisi saat ini suasana Pilkada lebih landai dibanding pemilu lalu," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Utara Abdul Bahder Maloko
Di tengah itu semua, Bagus Damanhuri yang kini berusia 21 tahun, mengaku bahwa ini merupakan Pilkada pertamanya.
Dirinya yang bekerja di sebuah toko kacamata di Tangerang, harus ke Jakarta untuk mencoblos lalu kembali ke tempatnya bekerja.
“Ini Pilkada pertama gue, jadi harus milih dari kesamaan asal usul suku gue aja.”
Sebagai 'The Jak Mania', dirinya juga kecewa ketika Persija sering ‘disebut’ untuk mengatrol suara salah satu kandidat.
“Apa sih, enggak ngaruh, ngapain banget, enggak bikin gue milih dia juga.”
Pilkada Jakarta: Warga Penjaringan tak antusias, petugas bahkan harus memanggil warga
Seorang warga Kampung Marlina, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku tak terlalu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada kali ini.
Enny Rochayati baru saja menyoblos di TPS 115 di kampung tersebut.
"Saya coblos semuanya, gercos," katanya mantap dan yakin sembari menunjukkan jari kelingkingnya yang kena tinta kepada BBC News Indonesia, Rabu (27/11).
Pilkada Gubernur kali ini, menurutnya, tak terlalu antusias. Ia bercerita, petugas TPS sampai harus memanggil warga dengan speaker agar mencoblos.
Namun demikian Enny Rochayati juga bilang, jika Pilkada Jakarta ini nantinya berlangsung dua putaran, dan menyisakan dua pasangan calon nomor urut 1 dan 3, kemungkinan besar akan bergeser untuk memilih pasangan calon Pramono Anung-Rano Karno.
"Saya pilih yang mau meneruskan program Pak Anies Baswedan aja, yang enggak mau meneruskan enggak usah dipilih," ungkapnya.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Quin Pasaribu
Sebagai gambaran Kampung Marlina termasuk daerah yang rawan penggusuran, karena status tanahnya masih bersengketa dengan pihak yang mengeklaim sebagai hak waris.
Dalam perkembangan terbaru, mayoritas pemilih di dua TPS di Kampung Gedong Pompa, Penjaringan, Jakarta Utara, memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono.
Di TPS 132, sejumlah warga tampak mengerubungi para panitia KPPS yang sedang membacakan satu per satu surat suara dari dalam kotak suara.
Ketika perolehan suara antar-pasangan calon saling berkejaran, beberapa warga terdengar bersorak yang dibalas oleh candaan dari petugas KPPS.
"Sesuai prediksi kalau lihat hasilnya," kata Andika kepada wartawan BBC News Indonesia, Quin Pasaribu, Rabu (27/11).
"Menang jagoan saya," sambungnya dengan wajah sumringah.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Quin Pasaribu
Andika mengaku tak punya alasan khusus mengapa memilih RK-Suswono.
"Saya cuma enggak mau banteng (PDIP) menang," katanya yakin. Adapun soal sosok dan visi misi, baginya tidak terlalu mempedulikan hal tersebut.
Sementara itu, Sri Damiyah yang menjadi pemilih sekaligus relawan Pramono-Rano, mengatakan tak terlampau kecewa melihat perolehan suara ini.
"Cuma beda tipis, saya enggak kecewa, biasa aja. Di TPS lain saya yakin suara nomor urut 3, beda dengan di sini. Karena di sini kan kebanyakan pendatang, bukan orang Betawi. Kalau orang Betawi pasti pilihnya Bang Doel," ujar perempuan paruh baya yang mengenakan topi orange bertuliskan Mas Pram Bang Doel Menang.
Di TPS 132, Paslon nomor urut 1 mendapatkan 86 suara, nomor urut 2 memperoleh 299 suara, dan nomor urut 3 meraih 81 suara.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Quin Pasaribu
Adapun suara tidak sah 13. Jika ditotal jumlah suara sah dan tidak sah 209. Seorang anggota KPPS, mengatakan pemilih yang terdaftar di TPS 595. Itu artinya cuma 38% warga yang menggunakan hak suaranya.
"Kurang antusiasnya mungkin makanya sedikit, atau beda RT terdaftarnya," Rahmat, anggota KPPS.
Di TPS sebelah yakni 133, pasangan calon nomor urut 1 mendapatkan 140 suara, nomor urut 2 memperoleh 30 suara, dan nomor urut 3 meraih 96 suara.
Adapun suara tidak sah 24. Jika ditotal jumlah suara sah dan tidak sah mencapai 290. Kalau merujuk catatan KPPS, jumlah warga yang terdaftar dalam DPT 599, namun yang mencoblos hanya 266.
Pilkada Jakarta: Seperti apa suasana di 'kampung FPI' Petamburan?
Kelurahan Petamburan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang jadi lokasi markas DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) tampak adem menghadapi pilkada kali ini.
Muhammad Mansur, ketua RT 3/RW 4 Petamburan, mengatakan antusiasme warga memang kurang bila dibandingkan pilpres yang berlangsung di awal tahun.
Dari 568 warga yang tercatat di daftar pemilih di RT 1 dan 3, Mansur bilang hanya sekitar 200an yang hadir memberikan suaranya.
Warga setempat pun secara umum disebut tak memiliki kecenderungan memilih pasangan calon gubernur tertentu.
“Saya juga enggak tahu ya. Kalau dulu kan ada tanda-tandanya, kalau sekarang enggak ada tanda-tandanya warga cenderung nyoblos siapa,” kata Mansur.
“Ngacak aja,” katanya kepada wartawan BBC News Indonesia, Viriya Singgih.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Viriya Singgih
Mansur sendiri bahkan sengaja mencoblos seluruh pasangan calon gubernur Jakarta, sehingga surat suaranya jadi tidak sah. Alasannya: “jagoan”-nya, Anies Baswedan, tidak ikut berlaga di pilkada.
“Biarpun Abah Anies dukung [Pramono Anung dan Rano Karno], ya biarin. Itu hak saya,” ujar Mansur.
Padahal, sebelumnya DPD FPI Jakarta telah menyatakan dukungan kepada pasangan Ridwan Kamil dan Suswono. Namun, tampaknya itu tak serta-merta membuat warga Petamburan mendukung pasangan tersebut.
Aziz Yanuar, juru bicara DPP FPI, mengatakan pihaknya memang menyerahkan sepenuhnya pada DPD untuk menentukan dukungan politiknya masing-masing di pilkada, sejalan dengan “Maklumat Tripilar tentang Panduan Pilkada Serentak 2024” yang dirilis bersama oleh FPI, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), dan Persaudaraan Alumni 212 pada 12 September lalu.
“Kita menyerahkan kepada tiap daerah, tergantung dinamika politik di daerah tersebut, dengan mendasarkan pada ijtihad politik mereka, dengan pertimbangan-pertimbangan ulama-ulama atau tokoh-tokoh agama di situ,” kata Aziz pada BBC News Indonesia.

Sumber gambar, BBC News Indonesia/Viriya Singgih
Hal-hal yang jadi pertimbangan, kata Aziz, termasuk agama mayoritas warga di satu daerah, kualitas partai-partai pengusung para kandidat, dan rekam jejak kandidat terkait.
Di salinan maklumat yang dikirimkan Aziz, tercantum pula poin bahwa calon pemimpin yang dipilih mesti “memiliki pemikiran yang tidak pro-paham komunisme dan SEPILIS (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme), tidak pro-LGBTQ, tidak pro-kemusyrikan dan kemunkaran, serta pasangan calon harus berorientasi pada keadilan dan memiliki keberpihakan kepada umat Islam”.
“Jadi memang yang terpenting adalah mengambil kebaikan yang paling banyak dan keburukan yang paling sedikit,” kata Aziz.
“Jadi kalau dari kebaikan yang paling banyak enggak bisa kita ambil, maka kita cari keburukan yang paling sedikit, atau mudaratnya paling sedikit.”
Aziz bilang kriteria yang sama digunakan oleh DPD FPI Jakarta untuk menetapkan pilihan pada Ridwan-Suswono.
“Pertimbangannya setahu saya, dari informasi yang saya tahu, mereka [DPD FPI Jakarta] mengatakan [Ridwan-Suswono] mudaratnya paling sedikit,” ujar Aziz.
Namun, Aziz pun menegaskan bahwa berbeda pilihan itu wajar.
Karena itu, ia mengimbau warga agar tetap menjaga persatuan, jangan saling menghujat dan mengecam.
“Siapa pun yang terpilih, mari kita bersatu untuk membangun daerah,” ujar Aziz.
Pilkada Jatim: Cerita dari TPS 'serba pink' di Madura
Petugas KPPS 03 Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Madura, kompak berseragam warna pink.
Mereka juga menghias TPS dengan aneka bunga.
Langkah ini dilakukan untuk membuat suasana Pilkada Sampang "agar lebih adem".
Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Kabupaten Sampang sempat memanas setelah salah seorang saksi dari salah satu paslon dianiaya hijgga meninggal dunia.
"Kenapa memakai seragam warna pink, yang pertama karena situasi keadaan sekarang sangat memanas, untuk mengamankan (meredam) itu kami memakai warna pink biar hatinya lemah lembut seperti perempuan," ungkap Hakim, Ketua KPPS 03 Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, kepada wartawan Mustopa yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Sumber gambar, Mustopa

Sumber gambar, Mustopa

Sumber gambar, Mustopa
Alasan yang kedua karena mayoritas pemilih di TPS 03 Kelurahan Gunung Sekar adalah perempuan.
Sehingga Hakim berharap target partisipasi pemilih hingga 95 persen bisa tercapai.
Putri Karomah (17) warga Jalan Imam Ghazali, Kelurahan Gunung Sekar mengaku cukup antusias datang ke TPS dengan hiasan yang serba bunga dan warna pink.
"Saya juga baru pertama kali memilih, pada pemilihan presiden kemarin saya belum memilih," kata Putri.
Kapan pemenang pilkada diumumkan?
Pemungutan suara digelar mulai pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat.
Penghitungan suara dan rekapitulasi suara akan dimulai setelah pemungutan suara selesai.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) punya waktu hingga 16 Desember 2024 untuk menyelesaikan rekapitulasi suara dan menetapkan pasangan calon terpilih.

Sumber gambar, Antara Foto
Tetapi khusus di Jakarta, ada peluang pilkada berlanjut ke putaran kedua kalau tidak ada satu pun pasangan calon yang memperoleh lebih dari 50% suara.
Sejumlah lembaga survei juga akan merilis hitung cepat (quick count) yang akan mulai ditayangkan pada Selasa (27/11) pukul 15.00 WIB sesuai aturan KPU.
Gubernur dan wakil gubernur terpilih akan dilantik pada 7 Februari 2025, sedangkan wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati terpilih akan dilantik pada 10 Februari 2025.

Sumber gambar, Antara Foto
Calon-calon bermasalah dan terafiliasi dinasti politik
Penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dirilis pada Selasa (26/11) menemukan setidaknya ada 138 kandidat dalam Pilkada 2024 yang diduga terkait dengan kasus korupsi.
Rekam jejak para calon tersebut dapat Anda cek pada situs ini.
ICW menyatakan fakta itu mengecewakan karena telah merusak integritas pemilu.
“Pemilih disajikan pilihan kandidat yang rekam jejaknya tidak bersih. Lebih lagi, jika para kandidat tersebut menenangkan pemilu, mereka berpotensi kembali melakukan praktik korupsi,” tulis ICW dalam keterangannya.
Kasus terbaru, Gubernur Bengkulu yang kembali mencalonkan diri, Rohidin Mersyah diciduk KPK karena diduga memeras anak buahnya sebesar Rp7 miliar untuk mengongkosi pilkada.

Sumber gambar, ANTARA FOTO
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bahwa mereka tidak akan menetapkan kepala daerah yang berstatus tersangka. Selain itu, kepala daerah yang berstatus tersangka juga akan diumumkan di tempat pemungutan suara (TPS).
Sejumlah calon kepala daerah juga berstatus mantan narapidana. Salah satunya calon wali kota Malang, Mochammad Anton yang merupakan mantan narapidana korupsi.
Baca juga:
Selain itu, ICW juga menemukan bahwa ada 155 kandidat dalam Pilkada 2024 yang terindikasi terafiliasi dengan dinasti politik.
Afiliasinya berupa relasi orang tua-anak, adik-kakak, suami-istri, mertua-menantu, dan saudara (sepupu, keponakan, dan ipar).
Menurut ICW, dinasti politik dalam pilkada dikhawatirkan memfasilitasi praktik korupsi di daerah.
Temuan mereka menunjukkan sedikitnya ada 70 kasus korupsi yang muncul dari 54 dinasti politik di berbagai daerah.
Bagaimana jika kotak kosong yang menang?
Sebanyak 37 daerah memiliki pasangan calon tunggal, sehingga mereka bertarung melawan kotak kosong. Ini adalah rekor kotak kosong terbanyak sepanjang sejarah pilkada di Indonesia.
Papua Barat menjadi satu-satunya provinsi dengan calon tunggal gubernur dan wakil gubernur.
Beberapa kabupaten dan kota yang punya paslon tunggal antara lain Kota Surabaya, Kota Samarinda, Kota Tarakan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Banyumas.
Baca juga:
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agusyati, mengatakan fenomena kotak kosong muncul karena mayoritas partai memutuskan membentuk koalisi gemuk dan mengusung satu pasangan calon.
Menurutnya, ini dipengaruhi oleh peta politik pilpres yang didominasi KIM Plus dan merembes hingga ke daerah.
Putusan MK, yang menurunkan ambang batas partai politik untuk bisa mengusung calon, turut berdampak mengurangi jumlah kotak kosong dari 44 daerah menjadi 37 daerah setelah masa pendaftaran diperpanjang.

Sumber gambar, ANTARA FOTO
Perludem mengingatkan bahwa kotak kosong juga merupakan sebuah pilihan. Memilih kotak kosong bukan berarti golput, karena suara yang diberikan kepada kotak kosong akan tetap dihitung dalam rekapitulasi suara.
Lalu bagaimana jika kotak kosong yang menang?
KPU dan DPR telah sepakat bahwa pilkada akan kembali digelar pada 2025 jika kotak kosong yang menang.
Sampai ada kepala daerah yang terpilih, daerah tersebut akan dipimpin oleh seorang penjabat.
Pilkada rasa pilpres di 'kandang banteng'
Pertarungan politik antara kubu PDIP dengan mantan Presiden Joko Widodo ternyata juga masih berlanjut pada pilkada di sejumlah daerah.
Di Jakarta misalnya, Jokowi “turun gunung” mendukung calon yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Ridwan Kamil-Suswono.
Jokowi bahkan hadir dalam dialog Ridwan Kamil-Suswono bersama partai pengusung, tokoh nasional, dan relawan pendukung di Kemayoran, Jakarta pada Senin (18/11).
"Beliau merupakan sosok yang tepat memimpin Jakarta dengan semua tantangan permasalahan yang ada, karena telah berpengalaman membangun Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat (Jabar)," kata Jokowi dilansir dari Antara.

Sumber gambar, ANTARA FOTO
Di sisi lain, Anies Baswedan mendukung pasangan calon yang diusung oleh PDIP, Pramono Anung-Rano Karno.
“Dengan karakter yang stabil, komitmen kuat, pengalaman panjang, dan kemampuan berkomunikasi dengan semua, saya yakin Mas Pram akan mampu melanjutkan program-program baik untuk Jakarta,” tulis Anies lewat akun Instagram-nya.
Baca juga:
Di beberapa daerah yang dikenal sebagai “kandang banteng”, pertarungan itu juga terlihat.
Di Jawa Tengah, pasangan cagub-cawagub Andika Perkasa-Hendrar Prihadi yang didukung PDIP berhadapan langsung melawan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang didukung oleh KIM Plus dan Jokowi.
Sementara di Pemilihan Gubernur Sumatra Utara, terjadi pertarungan antara “menantu Jokowi versus perlawanan atas pengkhianat”.
Bobby Nasution, menantu Jokowi, yang berpasangan dengan Surya melawan petahana Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala yang didukung PDIP.
“Ini bentuk perlawanan PDIP terhadap pengkhianatan-pengkhianatan yang dilakukan orang yang sudah diberikan banyak oleh PDIP,” ujar Aswan Jaya, juru bicara Edy-Hasan.
Dominasi PDIP di Bali juga terancam goyah. PDIP, yang kembali mengusung I Wayan Koster dan calon wakilnya I Nyoman Giri Prasta, berhadapan dengan koalisi KIM Plus yang mengusung Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana.
Bahkan Presiden Prabowo Subianto ikut berkampanye secara terbuka buat mendukung Mulia-PAS. Kaesang, putra Jokowi sekaligus Ketua Umum PSI, meminta pendukung Jokowi untuk memilih Mulia-PAS.
Daerah rawan konflik pilkada
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah merilis daftar daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi saat pilkada.
Lima daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi menurut Bawaslu yakni Jakarta, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara dan Jawa Barat.
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja juga menyoroti wilayah Sampang, sebagai salah satu daerah rawan, setelah tewasnya seorang pendukung salah satu pasangan calon bupati pada Minggu (17/11).
Korban bernama Jimmy Sugito Putra itu tewas setelah dikeroyok sejumlah orang.
Kasus ini mulanya diduga bermotif politik. Namun belakangan polisi menyebut tak ada motif politik di baliknya.
Para pelaku disebut menyerang korban karena termakan informasi hoaks.
Calon yang meninggal di tengah kontestasi
Sebanyak lima bakal calon dan calon kepala daerah meninggal dunia di tengah kontestasi Pilkada 2024.
Mereka adalah bakal calon Wakil Gubernur Aceh, Tu Sop; calon Wakil Gubernur Papua Selatan Petrus Safan; calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos; calon Wakil Gubernur Papua Tengah, Ausilius You; dan yang terbaru calon Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra.
Yana meninggal dunia dua hari sebelum pemungutan suara akibat serangan jantung.
Dia mendampingi calon bupati Herdiat Sunarya sebagai pasangan calon tunggal dan melawan kotak kosong di Pemilihan Bupati Ciamis 2024.

Sumber gambar, Media sosial
Namun, KPU menyatakan posisi Yana tak bisa digantikan oleh calon lain karena dia meninggal dalam waktu kurang dari 29 hari sebelum pemungutan suara.
Selain Yana, meninggalnya calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos turut menjadi sorotan.
Benny meninggal dunia setelah speedboat alias perahu motor yang ditumpanginya terbakar di Pulau Taliabu pada Sabtu (12/10) usai berkampanye.
Posisi Benny sebagai calon gubernur kemudian digantikan oleh istrinya, Sherly Tjoanda.
Partisipasi perempuan meningkat
Pada Pilkada 2024, partisipasi perempuan meningkat walau kontestasi masih didominasi oleh kandidat laki-laki.
Menurut catatan Komnas Perempuan, ada 331 (10,66%) calon kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan. Sedangkan jumlah calon kepala daerah dan wakil kepala daerah laki-laki mencapai 2.733 (89,34%).
Di Jawa Timur, ketiga calon gubernurnya adalah perempuan yakni Khofifah Indar Parawangsa, Tri Rismaharini dan Luluk Nur Hamidah.

Tetapi, tak semua perempuan menghadapi ruang tarung yang adil dalam pilkada.
Dalam Pemilihan Wali Kota Banda Aceh, kandidat perempuan Illiza Saaduddin Djamal harus berhadapan dengan narasi bahwa “perempuan tak boleh jadi pemimpin”.
Baca juga:
Kekecewaan dari masyarakat yang terpinggirkan
Masyarakat yang terpinggirkan akibat kebijakan pemerintah juga mengungkapkan kekecewaan dan rasa pesimistis mereka terhadap calon-calon kepala daerah yang maju.
Di Jakarta, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) menyuarakan Gerakan Coblos Semua (Gercos) karena kecewa aspirasi politik mereka tak didengar oleh elite partai politik.
Mereka mengaku kecewa lantaran Anies Baswedan gagal maju di Pilkada Jakarta.
“Hak kami untuk menyuarakan aspirasi siapa pilihan kami itu tidak diberikan, kami dipaksa memilih di antara sosok-sosok yang bukan harapan kami,” kata Eny Rochayati dari JRMK.
Baca juga:

Di Pilkada Merauke, warga yang menentang proyek strategis nasional food estate merasa “percuma” mengadu ke calon-calon kepala daerah soal keresahan mereka.
“Percuma kami mengadu ke calon kepala daerah. Pemerintah tentu akan ambil mereka juga,” kata warga Merauke, Ariston Moiwend.
Semua calon kepala daerah di wilayah ini, baik di level provinsi dan kabupaten, justru mendukung kelanjutan proyek food estate.
Baca juga:
Lalu di Morowali, warga pilkada di tengah setumpuk masalah sosial, kesehatan dan lingkungan yang dipicu derasnya aliran investasi ke industri hilir nikel.
Tetapi para calon kepala daerah yang berlaga mengeluhkan bahwa industri nikel di Morowali tidak bisa diutak-atik dengan mudah oleh kepala daerah.












