Wawancara Ole Romeny – Mimpi membawa Indonesia ke Piala Dunia hingga nasi goreng favorit buatan sang nenek

Sumber gambar, BBC Indonesia/Dwiki Marta Muharam
- Penulis, Raja Eben Lumbanrau dan Dwiki Marta Muharam
- Peranan, Wartawan BBC News Indonesia
- Waktu membaca: 7 menit
Mimpi membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, mengagumi Neymar, hingga nasi goreng favorit buatan sang nenek. Beberapa hal yang belum banyak masyarakat Indonesia tahu tentang penyerang tim nasional sepak bola Indonesia, Ole Romeny.
Wartawan BBC News Indonesia, Raja Eben Lumbanrau dan Dwiki Marta Muharam, berkesempatan mewawancarai penyerang Ole Romeny, saat dia bertandang ke Indonesia, di Bandung, Selasa (09/07).
Kali ini, Romeny datang bukan sebagai punggawa timnas Indonesia, tapi pemain Oxford United, dalam turnamen Piala Presiden 2025.
Ole Romeny, 25 tahun, memiliki garis keturunan Indonesia dari nenek ibunya, yang berasal dari Medan. Dia mengucapkan sumpah setia sebagai WNI pada Februari 2025 lalu.
Sejak mengenakan seragam timnas Indonesia, Ole Romeny telah mencetak tiga gol penting yang membawa Garuda melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Gol pertama Ole dibuat saat laga debutnya bersama timnas Indonesia, yang kala itu tumbang 1-5 lawan Australia pada 20 Maret 2025.
Ole lalu mencetak gol keduanya saat Indonesia menjamu Bahrain, dan mengantarkan Merah Putih menang 1-0. Teranyar, Ole mencatatkan namanya di papan skor saat Indonesia mengalahkan China 1-0 di Stadion Glora Bung Karno.
Romeny kini memperkuat klub Oxford United yang berkompetisi di EFL Championship, kasta kedua sepak bola Inggris.
Berikut petikan wawancaranya:

Sumber gambar, BBC Indonesia/Dwiki Marta Muharam
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Bagaimana tanggapan Anda tentang Piala Presiden?
Ini adalah turnamen yang indah. Kami merasa sangat terhormat bisa berada di sini, bersama seluruh tim. Sangat menyenangkan bagi semua orang, juga para pemain Inggris untuk melihat Indonesia. Ini pengalaman yang indah bagi semua orang.
Ini juga kesempatan bagi kami untuk menjaga kebugaran, mempersiapkan diri untuk musim ini. Dan kami ingin memenangkan setiap pertandingan, jadi kami juga ingin memenangkan turnamen ini.
Anda kembali bermain di Stadion Glora Bung Karno. Kali ini bukan sebagai pemain timnas Indonesia, tapi pemain Oxford?
Ya, tentu saja sedikit aneh, karena saya masuk ke ruang ganti dan semua kenangan saya adalah dengan tim nasional, dan sekarang dengan Oxford. Tapi, sungguh menyenangkan dan juga saya sangat menikmatinya. Saya melihat semua orang di stadion, sambutannya sangat hangat. Indah sekali melihat seluruh suasana ini selama pertandingan.
Dan saya rasa, kami [Oxford] bisa melakukan beberapa hal lebih baik, tapi ini pertandingan pertama, jadi kami beradaptasi dengan lingkungan dan segalanya. Kami memenangkan pertandingan, itu yang terpenting, dan juga tidak ada cedera. Jadi kami ingin tetap bugar, bugar dan semakin bugar.
(Pada laga perdananya, Oxford United menghadapi Indonesia All Star di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (06/07) malam WIB. Ofxord menang 6-3, walau Ole Romeny tidak mencetak gol. Saham mayoritas Oxford United dikuasai oleh Erick Thohir dan Anindya Bakrie)

Sumber gambar, BBC Indonesia/Dwiki Marta Muharam
Mungkin Anda juga tertarik:

Sumber gambar, BBC Indonesia/Dwiki Marta Muharam
Apa harapan Anda untuk musim depan di Oxford United?
Saya berharap mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin. Dan juga untuk tim, kami bisa mendapatkan beberapa pertandingan yang bagus, banyak kemenangan, dan sekarang kami harus melakukan semua yang kami bisa, sebaik mungkin.
Ini tentang sepak bola Indonesia, apa alasan utama Anda memilih menjadi pemain timnas Indonesia?
Alasan terbesar saya adalah ini suatu kebanggaan. Nenek saya, dia benar-benar orang Indonesia, hal-hal yang dia katakan kepada kami, kepada ibu saya. Ini juga untuk membuatnya [nenek saya] bangga. Jika dia masih hidup dan melihat ini, dia akan sangat bangga.
Bermain untuk Indonesia adalah hal terbesar, saya merasa sangat terhormat.
Apa kenangan terbaik Anda dengan sang nenek tentang Indonesia?
Nenek saya sudah tua, ketika saya berumur tujuh atau delapan tahun, ketika saya bisa berbicara dengannya. Tapi hal-hal yang saya ingat, dia selalu memasak makanan Indonesia, seperti nasi goreng. Rasanya sangat enak. Saya mulai memakannya sejak masih anak-anak. Itu favorit saya.
Ketika dia [nenek] mengatakan tentang Indonesia, dia selalu sangat bahagia. Dia benar-benar bangga menjadi orang Indonesia. Kenangan yang saya miliki darinya, dia benar-benar mencintai Indonesia dan tentu saja ibu saya juga memiliki beberapa hal [kenangan Indonesia] dari ibunya.
Dia [nenek] benar-benar memperkenalkan saya pada Indonesia untuk pertama kalinya, seperti Indonesia akan menjadi keluarga saya.

Sumber gambar, YASUYOSHI CHIBA/AFP via Getty Images
Apa target atau impian Anda untuk tim nasional Indonesia?
Tentu saja (lolos) Piala Dunia. Itu adalah impian terbesar bagi semua orang, bagi semua masyarakat, bagi para pemain. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mencapai tujuan itu.
Siapa pemain tim nasional Indonesia yang dekat dengan Anda?
Lino (Marcelino Ferdinan), tentu saja. Saya ingat hari pertama di Oxford ketika saya melihatnya. Dia sangat senang melihat saya secara langsung. Kami langsung memiliki koneksi. Dia merasa seperti adik laki-laki saya sejak hari pertama.
(Marcelino Ferdinan bergabung ke klub Oxford United sejak Agustus 2024)
Siapa pemain timnas Indonesia yang menurut Anda layak bermain di Eropa?
Saya pikir kami punya beberapa. (Rizky) Ridho adalah bek yang sangat bagus. Dia masih muda dan memiliki masa depan yang cerah. Lalu Egy (Maulana Vikri) juga memahami permainan (Eropa), cara dia bermain.
Kami (Indonesia) memiliki banyak talenta. Tapi mereka harus meluangkan waktu. Mereka harus melangkah ketika mereka siap. Saya percaya mereka akan melakukan yang terbaik.

Sumber gambar, Robertus Pudyanto/Getty Images
Di timnas Indonesia, Anda dimainkan sebagai penyerang tengah, tapi Anda juga bisa bermain sebagai penyerang sayap, apa sebenarnya posisi favorit Anda?
Saya pikir pelatih di timnas Indonesia memberi saya banyak kebebasan. Dia menempatkan saya sebagai penyerang. Tapi saya memiliki kebebasan untuk bermain sebagai penyerang kiri, kanan. Saya pikir di situlah saya yang terbaik. Ketika saya memiliki kebebasan, saya bisa melakukan apa pun yang dikatakan intuisi saya.
Apa yang perlu diperbaiki dalam sepak bola Indonesia?
Perbaikan utama yang perlu dilakukan di Indonesia adalah fasilitas untuk anak-anak bermain sepak bola. Ada begitu banyak bakat di Indonesia dan itu sudah saya lihat pertama kali saat saya datang ke Jakarta. Ada begitu banyak bakat, anak-anak bermain di mana-mana, tetapi fasilitas seperti lapangan sepak bola, mereka kekurangan. Jika kita bisa meningkatkan itu, saya pikir itu akan menjadi langkah besar bagi sepak bola Indonesia.

Sumber gambar, SAEED KHAN/AFP via Getty Images
Apa arti selebrasi gol Anda, menaruh tangan di bawah dagu?
Itu seperti tegakkan kepalamu [jangan menyerah], untuk semua orang, anak-anak, orang tua, dan orang-orang seumur saya. Setiap orang melewati masa-masa sulit. Jika Anda tetap semangat, terus bekerja, terus percaya pada diri sendiri, semuanya akan baik-baik saja. Jadi, tetaplah positif.
Siapa pemain sepak bola idola Anda?
Neymar adalah pemain favorit saya. Ketika Anda melihatnya (bermain), bagaimana dia memperlakukan bola, setiap sentuhan yang dia miliki, saya selalu menonton. Dia bisa melakukan apa saja, di setiap saat.
Lalu kegembiraan yang dia miliki saat bermain, bagi saya itu adalah contoh. Dia benar-benar mengekspresikan dirinya di lapangan dan dia membawa kegembiraan sejati ke lapangan. Jadi dia adalah favorit saya.
(Neymar adalah penyerang sepak bola asal Brasil yang kini bermain untuk Santos FC. Neymar pernah menjadi pemain dengan nilai transfer termahal di dunia, sekitar Rp3,7 triliun, dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada tahun 2017)

Sumber gambar, Nathan Stirk/Getty Images
Apakah Anda tertarik bermain di Liga Indonesia suatu saat nanti?
Tentu saja, ketika Anda melihat stadion-stadion [di Indonesia], orang-orangnya. Kami sudah tahu betapa gilanya para penggemar dan betapa besarnya sepak bola di Indonesia. Ini luar biasa.
Saat ini saya mencoba fokus pada karier saya. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi satu hal yang saya tahu adalah Anda benar-benar bisa menikmati sepak bola di Indonesia. Itu hal yang besar dan begitu indah.
Apa klub sepak bola yang Anda impikan untuk dibela suatu saat nanti?
Klub yang paling saya impikan? Saya tidak benar-benar memiliki satu klub impian yang ingin saya mainkan. Saya hanya ingin menikmati sepak bola dan mencapai puncak karier saya.
Apa yang paling Anda kagumi dari Indonesia?
Orang-orangnya, tentu saja. Jika Anda berada di stadion, para penggemar, bagaimana mereka mencintai sepak bola. Juga ketika saya bermain di desa-desa, anak-anak, kegembiraan yang mereka miliki. Mereka begitu cerah melihat kehidupan. Lingkungannya tidak selalu positif. Jika Anda melihat, misalnya, Eropa, mereka berpikir begitu positif. Pikiran seorang anak itu indah. Begitulah cara mereka menikmati hidup.













