Radja Nainggolan 'dibebaskan secara bersyarat' – Bagaimana kronologi kasus dugaan penyelundupan kokain yang menyeret Radja?

Radja Nainggolan, Belgia, narkoba

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Radja Nainggolan membela klub kasta kedua Liga Belgia, Lokeren-Temse.
Waktu membaca: 4 menit

Pesepakbola keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, telah dibebaskan bersyarat oleh kepolisian Belgia, Rabu (29/01) waktu setempat, ujar pengacaranya. Hasil penyidikan polisi tidak menemukan bukti dirinya terkait penyelundupan kokain ke Eropa.

Radja semula ditangkap karena diduga terlibat kasus penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa.

Pengacaranya, Omar Souidi, mengatakan, Radja Nainggolan diizinkan kembali berlatih bersama klubnya.

Pembebasan bersyarat atas kliennya itu, lanjutnya, setelah Kepolisian Belgia menyatakan Radja "tidak dicecar pertanyaan terkait kasus perdagangan kokain."

Kliennya "hanya ditanya seputar sejumlah uang yang dia berikan kepada kenalannya."

Radja Nainggolan, Belgia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pengacara Mounir Souidi dan Omar Souidi berbicara kepada pers, 28 Januari 2025.

Sebelumnya, Radja ditangkap kepolisian Belgia pada Senin (27/01) terkait kasus dugaan penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui Pelabuhan Antwerp.

Dalam keterangan kepada media, kantor Kejaksaan Brussels menyatakan penangkapan Radja merupakan bagian dari penyelidikan detasemen khusus kepolisian yang berfokus menangani kejahatan terorganisir.

Berikut kronologi penangkapan Radja dan hal-hal yang sejauh ini diketahui.

Kronologi penangkapan Radja Nainggolan

Radja Nainggolan membela klub kasta kedua Liga Belgia, Lokeren-Temse.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Radja Nainggolan membela klub kasta kedua Liga Belgia, Lokeren-Temse.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Kepolisian Belgia menangkap Radja Nainggolan pada Senin (27/01). Tidak dijelaskan di mana polisi menangkapnya, namun aparat datang merazia apartemennya di Kota Antwerp dan menderek salah satu mobilnya. Mobil itu adalah Smart Brabus, jenis city car yang tergolong mewah.

Pada saat bersamaan, kepolisian merazia 30 rumah di Antwerp dan Brussels.

Dari rangkaian penggerebekan itu, aparat menyita uang tunai senilai €370.430 (Rp6,3 miliar), sejumlah arloji mewah termasuk dua arloji bernilai masing-masing €360.000 (Rp6,1 miliar), 100 koin emas bernilai €116,522 (Rp1,9 miliar), dua rompi antipeluru, berbagai senjata termasuk tiga senjata api, 2,7 kilogram kokain, dan 14 kendaraan.

Radja merupakan satu di antara 16 orang yang ditangkap.

"Penyelidikan ini terkait dengan dugaan impor kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui pelabuhan Antwerp, serta pendistribusiannya di Belgia," kata juru bicara kantor Kejaksaan Brussels, Marin François sebagaimana dikutip media Belgia, Het Nieuwsblad.

garis

BBC News Indonesiahadir di WhatsApp.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

garis

Omar Souidi, pengacara Radja Nainggolan, enggan mengungkap rincian kasus itu termasuk tuduhan terhadap kliennya.

"Radja Nainggolan sudah menjawab semua pertanyaan dan bersikap kooperatif dengan penyelidikan kepolisian. Dia membantah keterlibatan apapun dalam kasus ini. Dia adalah pesepakbola, bukan pelaku tindak kriminal," kata Souidi seusai menghadiri interogasi terhadap Radja, sebagaimana dikutip media Belgia, De Standaard.

Nama Radja Nainggolan sebelumnya sempat ikut terseret dalam kasus penyelundupan kokain setelah terungkap bahwa salah satu mitra bisnisnya di bidang penyewaan pesawat jet pribadi divonis bersalah menyelundupkan narkoba untuk kelompok Hizbullah menggunakan pesawat jet.

Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa perusahaan penyewaan pesawat jet pribadi itu terkait dalam kasus yang menimpa Radja Nainggolan saat ini.

Absen lagi dari dunia sepak bola

Radja Nainggolan saat masih memperkuat AS Roma berlaga di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Juli 2015.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Radja Nainggolan saat masih memperkuat AS Roma berlaga di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Juli 2015.

Radja Nainggolan sempat absen dari dunia sepak bola setelah memperkuat klub Indonesia di Liga 1, Bhayangkara FC, pada musim 2023/2024 lalu.

Mantan pemain timnas Belgia itu tampil sebanyak 10 pertandingan untuk klub tersebut. Dia lantas meninggalkan Bhayangkara FC pada pertengahan 2024 lalu.

Radja kemudian hijrah ke Belgia untuk membela klub kasta kedua Liga Belgia, Lokeren-Temse.

Pada Jumat (24/01), Radja Nainggolan tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Lierse.

Masuk lapangan pada menit ke-64 dengan kondisi ketinggalan 0-1, Radja mencetak gol pada menit ke-70 dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Menanggapi penangkapan Radja enam hari setelah bergabung, pihak klub Lokeren-Temse merilis pernyataan: "Kami menghormati praduga tidak bersalah dan karena itu tidak bisa berkomentar lebih lanjut. Kami hanya bisa mengonfirmasi pemain yang bersangkutan absen dari latihan pagi ini."

Gelandang kelahiran Antwerp, 4 Mei 1988, itu lama berkiprah di Italia dengan memperkuat Piacenza, Cagliari, AS Roma, Inter Milan, dan SPAL.

Di tim nasional, Radja Nainggolan tercatat 30 kali membela Belgia pada periode 2009 hingga 2018.