Foto-foto pemakaman para siswi dan staf yang tewas akibat serangan AS-Israel di Iran

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Gabriela Pomeroy
- Waktu membaca: 4 menit
Tangis dan suasana duka menyelimuti upacara pemakaman para pelajar dan staf sekolah yang meninggal dunia di Kota Minab, Iran selatan. Pemerintah Iran menyebut mereka adalah korban serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah khusus pelajar putri.
Pejabat Iran mengatakan lebih dari 160 orang tewas ketika sekolah tersebut dihantam serangan, pada Sabtu (28/02). Sekolah itu terletak di dekat salah satu markas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
BBC News belum dapat memverifikasi secara independen jumlah korban tewas yang dirilis oleh otoritas Iran.
Militer AS mengklaim sedang menyelidiki laporan mengenai insiden itu. Sedangkan militer Israel mengaku "tidak mengetahui" adanya operasi di area itu.

Sumber gambar, ISNA/WANA via Reuters

Sumber gambar, Getty Images
Ratusan orang pelayat memadati jalan-jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para korban dalam upacara pemakaman yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran.
Peti-peti jenazah yang diselimuti bendera Republik Islam Iran dibawa oleh truk melewati kerumunan.
Dalam siaran itu terdengar suara latar yang menceritakan duka para ayah dan ibu yang kehilangan anak perempuan mereka.
Mungkin Anda tertarik:
Pihak berwenang Iran mengatakan sekolah perempuan itu dihantam oleh tiga rudal pada Sabtu (28/02) pagi.
Lokasi sekolahnya berada sekitar 600 meter dari salah satu markas IRGC.
Di Iran, hari kerja berlangsung dari Sabtu hingga Kamis. Adapun Jumat merupakan hari libur.
Hal ini menunjukkan bahwa sekolah itu kemungkinan sedang dipadati para siswi saat serangan terjadi.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Getty Images
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut insiden itu sebagai "tindakan biadab" dan "satu lagi lembaran hitam dalam catatan kejahatan tak terhitung yang dilakukan oleh para agresor".
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan kuburan yang sedang digali untuk 160 orang, dengan komentar:
"Beginilah rupa 'penyelamatan' yang dijanjikan oleh Trump dalam kenyataannya."
BBC telah memverifikasi cuplikan video pasca-ledakan, yang menunjukkan asap membubung dari sebuah gedung saat kerumunan orang berkumpul di dekatnya. Beberapa orang tampak berteriak panik.
Wartawan-wartawan dari berbagai organisasi pemberitaan internasional sering kali ditolak visanya ke Iran. Kondisi ini secara signifikan membatasi proses pengumpulan informasi dan verifikasi peristiwa di sana.
Pada Senin (02/03), BBC bertanya ke Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, apakah gedung sekolah tersebut terkena rudal Amerika?
"AS tidak akan dengan sengaja menargetkan sekolah," kata Rubio.
"Kami tidak memiliki kepentingan, dan terus terang, tidak ada insentif untuk menargetkan infrastruktur sipil."
"Saya tidak memiliki detail informasi mengenai apa yang menyebabkan insiden itu, tetapi yang jelas bahwa Amerika Serikat tidak akan menargetkan sekolah," tambahnya.

Sumber gambar, Mehr News/WANA via Reuters
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan di media AS, juru bicara Komando Pusat AS (Centcom) Tim Hawkins mengatakan:
"Kami menanggapi laporan-laporan ini dengan serius."
"Perlindungan warga sipil adalah hal yang paling utama, dan kami akan terus mengambil semua tindakan pencegahan yang tersedia untuk meminimalkan risiko bahaya yang tidak disengaja," katanya.































