Gunung Dukono di Halmahera Utara meletus, dua warga Singapura meninggal dunia

Sumber gambar, Kementerian ESDM
- Penulis, Jerome Wirawan
- Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
- Waktu membaca: 2 menit
Letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (08/05), menyebabkan dua pendaki asal Singapura meninggal dunia. Keduanya adalah bagian dari sedikitnya 20 pendaki yang terjebak di gunung tersebut.
"Informasi dari BPBD dan Basarnas ada dua yang meninggal. Warga negara asing, orang Singapura," ujar Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, kepada BBC News Indonesia, Jumat (08/05).
Saat ini, sambungnya, terdapat setidaknya 24 personel dari Polres Halmahera Utara, TNI, BPBD, dan Basarnas sedang menuju lokasi para pendaki untuk mengevakuasi mereka.
Menurut informasi yang dia terima, kedua jenazah dan para penyintas berada di sekitar bibir kawah gunung tersebut. "20 orang terjebak," ujarnya.
Keterangan itu dikuatkan pernyataan Basarnas yang menerima sinyal darurat (SOS) pada titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E.
Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya.
"Beliau menginformasikan bahwa di lokasi tersebut, tepatnya di kawasan Gunung Dukono Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono," sebut Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.
"Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban," imbuhnya.
Baca juga:
Dilansir situs PVMBG, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10.000 meter.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.
Kolom abu teramati kelabu hingga hitam. Saat laporan dibuat, Gunung Dukono masih meletus.
"Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulisnya.
































