Hantavirus kemungkinan menyebar antarpenumpang di kapal pesiar, kata WHO

Sumber gambar, AFP via Getty Images
- Penulis, Ian Aikman
- Penulis, Kathryn Armstrong
- Waktu membaca: 4 menit
Penularan hantavirus dari manusia ke manusia di kapal pesiar MV Hondius—tempat tiga penumpang meninggal dunia—kemungkinan telah terjadi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebanyak delapan kasus hantavirus—tiga terkonfirmasi dan lima diduga—telah diidentifikasi sejauh ini, menurut keterangan WHO.
Seorang pria Inggris berusia 56 tahun, seorang anggota awak kapal asal Belanda berusia 41 tahun, dan seorang warga negara Jerman berusia 65 tahun dibawa dari MV Hondius ke Belanda untuk menjalani perawatan, kata para pejabat.
Dua dari tiga penumpang yang dievakuasi telah tiba di sebuah rumah sakit di Belanda untuk perawatan, sementara yang ketiga berada di dalam pesawat evakuasi yang mengalami penundaan, menurut operator kapal pesiar Oceanwide Expeditions.
Sejauh ini, tidak satu pun dari ketiga orang yang dievakuasi tersebut dinyatakan positif hantavirus, namun dua di antaranya menunjukkan gejala.
Menteri Kesehatan Spanyol sebelumnya mengatakan bahwa pria Inggris tersebut adalah seorang dokter, tetapi BBC kemudian memahami bahwa informasi itu tidak benar.
Ke mana MV Hondius mengarah?
Kapal pesiar MV Hondius telah memulai perjalanan selama tiga hari menuju Kepulauan Canary yang masuk wilayah Spanyol.
Kapal itu sebelumnya berlabuh di dekat Tanjung Verde, kepulauan di perairan sebelah barat Benua Afrika. Sebanyak tiga tenaga medis tambahan naik ke kapal sebelum kapal berangkat menuju Kepulauan Canary pada hari Rabu.
Pihak berwenang Spanyol menyetujui langkah tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan pemerintah Spanyol siap mengambil alih penanganan situasi.
Hal itu akan mencakup penyediaan perawatan medis, analisis, dan disinfeksi.
Mereka tidak mengatakan apakah penumpang akan diizinkan turun dari kapal.

Akan tetapi, pemimpin Kepulauan Canary menentang rencana itu dan menuntut diadakannya pertemuan darurat dengan perdana menteri Spanyol.
"Saya tidak bisa mengizinkan [kapal] itu masuk ke Kepulauan Canary," kata Fernando Clavijo kepada stasiun radio Onda Cero di Spanyol. "Keputusan ini tidak didasarkan pada kriteria teknis apa pun dan kami juga tidak diberi informasi yang cukup."
Bagaimana penularan hantavirus di MV Hondius?
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Virus ini biasanya menyebar dari hewan pengerat, tetapi WHO mengatakan dalam kasus ini virus tersebut bisa menyebar antara "kontak yang sangat dekat" di dalam kapal MV Hondius.
WHO menekankan bahwa risiko bagi masyarakat tergolong rendah.
MV Hondius berlayar dari Argentina melintasi Samudra Atlantik sekitar sebulan lalu. Saat ini kapal tersebut berlabuh di dekat Tanjung Verde, di perairan sebelah barat Afrika.
Foto-foto yang diambil dari atas kapal pesiar menunjukkan para petugas mengenakan pakaian hazmat di sebuah kapal kecil di samping MV Hondius.
Sebanyak 149 orang dari 23 negara tetap berada di dalam kapal dan mengikuti "langkah-langkah pencegahan ketat", kata Oceanwide.
Baca juga:
Selain anggota awak yang akan dievakuasi, terdapat 22 warga negara UK lainnya di atas kapal.
"Kami memang percaya bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat," kata pejabat WHO, Dr Maria Van Kerkhove.
Dia menambahkan bahwa WHO menduga orang pertama yang jatuh sakit kemungkinan telah terinfeksi virus sebelum masuk ke kapal.

Sumber gambar, AFP via Getty Images
Dua kasus terkonfirmasi adalah seorang perempuan Belanda, yang termasuk di antara mereka yang meninggal, serta seorang warga negara UK berusia 69 tahun yang dievakuasi ke Afrika Selatan untuk perawatan medis.
Suami perempuan tersebut juga meninggal tetapi ia bukan kasus terkonfirmasi, demikian pula warga negara Jerman yang meninggal pada 2 Mei.
Dalam sebuah pernyataan, keluarga pasangan Belanda tersebut mengatakan: "Perjalanan indah yang mereka alami bersama terputus secara tiba-tiba dan selamanya."
"Kami masih belum dapat memahami bahwa kami telah kehilangan mereka. Kami berharap dapat membawa mereka pulang dan mengenang mereka dengan damai dan penuh privasi," tambah pernyataan itu.
Para penyelidik bekerja dengan asumsi bahwa galur Andes dari virus tersebut, yang menyebar di Amerika Selatan tempat pelayaran dimulai, telah ditemukan pada dua kasus terkonfirmasi.
Organisasi tersebut diberi tahu bahwa tidak ada tikus di atas kapal, kata Van Kerkhove. Dia menambahkan bahwa disinfeksi sedang dilakukan di kapal dan mereka yang bergejala atau merawat pasien mengenakan alat pelindung diri lengkap.
"Hipotesis kerja kami adalah bahwa kemungkinan ada beberapa jenis penularan berbeda yang mungkin terjadi," kata Van Kerkhove kepada BBC, pada Selasa (05/05).
Menurutnya, kapal pesiar tersebut telah mengunjungi banyak pulau berbeda, beberapa di antaranya dihuni hewan pengerat, yang biasanya menyebarkan virus melalui kotoran, air liur, atau urin.


Seorang penumpang mengatakan kepada BBC pada Senin (04/05) bahwa suasana di kapal "cukup baik", meskipun mereka belum dapat meninggalkan kapal.
"Mudahan-mudahan pasien lain di atas kapal akan segera diuji dan kemudian kami akan tahu apa yang sedang terjadi," tambah penumpang tersebut, yang meminta agar identitasnya tidak disebutkan.
Penumpang lain, vlogger perjalanan Jake Rosmarin, berkata dalam sebuah unggahan media sosial:
"Ada banyak ketidakpastian, dan itu bagian yang paling sulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapat kejelasan, dan bisa pulang."
Reportase tambahan oleh: Pumza Fihlani































