Romansa yang terjalin lewat surat

Sumber gambar, Getty Images
Bertugas di lokasi yang berbeda di Nepal, relawan Korps Perdamaian Amy dan Curtis berkomunikasi melalui surat - dan sebuah romansa mulai mendapatkan bentuknya melalui lembar-lembar halaman.
Tak mungkin bagi Amy Bleakney untuk tidak mengenali Curtis Hartenstine dalam orientasi Korps Perdamaian. "Dia sangat tinggi dengan kepala merah, dia merupakan satu-satunya laki-laki di sana dan menarik topinya ke bawah," kata Amy, menceritakan kembali ketika mereka bertemu di acara relawan Nepal pada 2001 lalu. "Saya berpikir, wow dia sangat pemalu."
Hari berikutnya, dia bertekad untuk membuka percakapan dalam penerbangan mereka dari San Francisco, Amy memberikan komentar terhadap buku yang tengah dibaca Curtis: A Violet of Shyness in Their Eyes. “Ini tentang Korps Perdamaian di Nepal, jadi saya mengambil peluang untuk disukai "Hey, saya baru saja membaca buku itu juga!".

Sumber gambar, Amy dan Curtis Hartenstine
"Sementara itu, saya telah memantau dia selama ribuan mil," tawa Curtis, yang mengungkapkan menukar kursi dengan relawan lain jadi dia dan Amy dapat duduk bersama dalam penerbangan selanjutnya.
"Saya duduk di sebelah dia bermain kartu, berdiskusi tentang harapan kami dan rasa was-was tentang seperti apa nantinya kehidupan di Nepal. Waktu berjalan cepat dan kemudian kami mendekati bandara. Dia bersandar di kursi saya yang berada di samping jendela untuk melihat pemandangan dan sambil lalu kami bersentuhan. Saya ingat berharap bahwa saya ditempatkan di komunitas di dekat perempuan ini."
Pesawat mendarat secara perlahan di Nepal. "Anda tidak dipersiapkan untuk mengatasi kekacauan di Kathmandu," kata Curtis. "Anda langsung pergi ke lokasi Korps Perdamaian di mana mereka akan memberikan imunisasi dan sebuah pasokan medis, dan itu ucapan 'Selamat datang ke negara ini."

Sumber gambar, Getty Images
Amy dan Curtis ikut dalam kelompok pelatihan yang berbeda - Amy di pengembangan pemuda dan Curtis di bagian kehutanan - dan hanya kadang-kadang bertemu. "Hubungan kami berkembang begitu lambat," jelas Curtis. "Sangat mudah ketika Anda dalam sebuah skenario untuk melompat dengan cepat ke dalam dan mengikatkan diri pada seseorang karena Anda takut dan Anda di tempat yang baru. Itu 2001, jadi kami tidak memiliki Skype atau telepon selular atau sebuah sambungan yang mudah untuk berhubungan dengan orang lain. Tetapi Amy dan saya mengetahui satu sama lain pertama kali sebagai teman selama beberapa bulan."
Mereka kemudian ditempatkan di bagian negara yang berbeda, dengan Curtis ditempatkan di desa terpencil di Taplejung dan Amy di perbatasam Nepalgunj. Mereka menulis surat untuk berkomunikasi, yang dikirimkan melalui layanan kurir Korps Perdamaian dan akhirnya sebuah romansa mulai menemukan bentuknya.
"Dengan Korps Perdamaian, Anda berharap dapat berkirim surat sekali sepekan, tetapi sistem pengiriman surat sangat buruk dan jalanan juga jelek, dan kemudian musim hujan melanda kota Curtis yang memutus akses ke wilayah itu," kata Amy. "Surat ini merupakan "kencan'" kami dan ketika sangat menyenangkan menunggunya sehingga sangat menyiksa ketika Anda tidak mendapatkannya pekan itu."
“Tetapi jika Anda mendapatkan surat, itu sangat menyenangkan," tambah Curtis. "Seringkali datang di saat yang tepat bagi saya untuk mengambilnya." Amy bahkan membuat sebuah papan permainan backgammon dari kertas lipat, dan mereka bergantian melangkah dan mengirimnya melalui surat dan seterusnya ."Kami hanya mendapatkan enam langkah maju, dalam 18 bulan, dan kemudian permainan itu hancur akibat hujan," kata dia.
Ketika mereka dapat berpergian bersama, mereka menjelajahi wilayah itu. "Kencan pertama kami yang sangat intens dan di luar kebiasaan," kata Curtis. "Kami pergi backpacking ke bagian timur laut Nepal dan berkemah di bawah gunung keramat di mana terdapat sebuah kuil. Saat malam turun hujan, dan tenda kecil kami bocor dan kami tidak begitu siap. Kami kebanjiran malam itu dan semuanya terendam, tetapi kami bahagia - ini pengalaman di mana kami memotong gigi kami."

Sumber gambar, BrmagarWikipedia
"Saya merasa kami berada di saat terbaik ketika kami bepergian," tambah Amy. "Ini merupakan sebuah cara yang baik untuk mengetahui satu sama lain dan melihat seberapa jauh kaitan dan jika keanehan yang Anda miliki cocok. Karena semua itu akan keluar ketika Anda berada dalam situasi seperti itu."
Setelah memberikan pelayanan di Korps Perdamaian selama 27 bulan, Amy kembali ke AS untuk hadir dalam wisuda sekolah. Sebelum pergi, dia dan Curtis memutuskan untuk tetap bersama, meski membutuhkan waktu enam bulan sampai mereka bertemu kembali. Sejak itu layanan kurir pos tak lagi menjadi pilihan, mereka telah menemukan metode lain untuk berkomunikasi.
"Di kota di mana Curtis ditempatkan ada sebuah toko kecil yang memiliki mesin faks yang dijalankan dengan panel surya, jadi dia dapat menggunakan mesin faks itu selama beberapa jam per hari ketika matahari bersinar," kata Amy. "Saya akan mengirimkan surat melalui faks untuknya dan bahkan saat Valentine. Seluruh desa tentu saja mengetahuinya.
"Mereka berjalan-jalan dengan membuat wajah seperti sedang berciuman dan berbicara mengenai hari cinta Amerika," kata Curtis.
Setelah backpacking ke Asia Tenggara, Curtis pindah ke Denver untuk bergabung dengan Amy. "Saya ingat merasa gugup karena kami tidak pernah berhubungan sehari-hari atau berada di kota yang sama, dan kami telah berkencan selama dua tahun," jelas Amy. "kami dulu sangat mandiri, tetapi kami cocok satu sama lain begitu dia sampai di isni."

Sumber gambar, Amy dan Curtis Hartenstine
Mereka tinggal bersama selama tiga tahun, dan Curtis melamar Amy ketika melakukan pendakian di kawasan Colorado tengah. Mereka menikah pada 2007 lalu, dan sekarang memiliki dua anak: laki-laki bernama Sawyer, dan perempuan Sophia Maya. “Maya berarti cinta dalam bahasa Nepal," kata Amy.
Ketika mengenang tentang Korps Perdamaian, keduanya sepakat akan melakukannya lagi. "Ketika Anda menemukan seseorang yang kamu cintai dan bisa bepergian dengannya, kekuatan Anda akan muncul, ” kata Curtis.
“Anda dapat menyelesaikan semua yang ingin Anda lalukan dalam pengalaman secara individu ataupun kolektif dalam perjalanan bersama yang fantastis".









